Perempuan itu

Ulmona Hasanah
Karya Ulmona Hasanah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Agustus 2016
Perempuan itu

Hari itu terik matahari sangat menyengat kulit.. 
Adikku dina tak pernah paham akan keadaan, sekalipun badai menerjang , keinginannya harus terpenuhi.. Melawan panasnya matahari siang itu , aku pergi ke sebuah pusat perbelanjaan membeli, hasrat hsrat yang tak penting untuk bekalnya sebelum kembali ke pondok pesantrennya.
Mulai dari cemilan, donat, sepatu dan alat tulis. Aku sudah sampai di toko terakhir.. Utk membeli peralatan tulisnya yang hendak diagunakan saat ujian nanti. Mumpung ini di toko buku, aku mencuri waktu sedikit membaca sinopsis novel novel romance.. Dan beberapa buku lainnya.. Tiba tiba.. Mataku terhenti pada perempuan itu.. Ya, aku tidak salah lagi..

Perempuan itu yang aku lihat di hp suamiku, foto berdua dengan mesranya. Walaupun ku tau mereka hanya berteman, tapi ah sudahlah..meski kua akui aku cemburu. Iya aku cemburu. Cemburu.
Melihatnya sepintas, kemudian kembali tak memperdulikannya.. Tapi, entah kenapa aku mulai penasaran dengan perempuan yang membuatku merasa tidak begitu dihargai oleh suami ku sendiri.
Secepat cahaya aku mencarinya, dan ya... Aku dapat melihat sosoknya dari kejauhan, dari balik rak tempat ku memantau sepertinya ia tidak sendiri.. Dia begitu bahagia tertawa di rak bagian komik.. Tapi aku tidak bisa melihat siapa yang sedang bersamanya. Apaka pacarnya?? Kalaupun itu pacarnya aku ingin tau, pria sperti apa yang disukai nya.. Apa mungkin kita memiliki tipe pria yang sama.. (Astaga. Pikiran macam apa ini)
Ditangan ku, sudah tergenggam novel pilihanku dan beberapa perlengkapan adikku.. Aku harus segera pulang, mengingat rindra yg ku tggal bersama ibu di rumah. Perhatianku tdk lagi terfokus pada perempuan itu. Dengan setengah berlari aku menuju kasir.

. "Bbbujk"" aduuhh aku memang kurang fokus, dan harus menabak orang
"Maaf" ucapku, dan aku mengumpulkan 2 novel yg jatuh dari genggamanku, dan beberapa komik milik prmpuan yang aku tabrak..
"Eh... Wit.. Kamu tdk apa-apa ?" Seorang lelaki muncul tiba2 ,

hmm.. sepertinya aku mengenal aroma tubuh ini.. Ku angkat kepala ku.. Dan...
"Bbuu.. Bunda.." Ucap lelaki itu.terbata bata. Tubuhku mematung, betisku lemas, darahku mengalir sangat derasnya..
"Aya..." Hanya itu yg bisa ku ucap tanpa suara.. Bibirku bergetar.
Yaaa dia suamiku. Dan perempuan yang ku tabrak adalah perempuan yg sempat aku kuntit beberapa waktu lalu. Mereka bersama.
Tuhaaaaann... Bencana apa ini..
Dengan segera aku menerobos antrian dan membayar novel dan alat tulisku, tanpa memerdulikan uang kembaliannya. Aku berlari, dengan air mata yang terus menetes. Tanpa bisa ku tahan.. Meski seluruh pasang mata memandang

Hp ku berdering..
"Mom calling.."
"Haloo nak...sudah selesai belanja perlengkpn adikmu?"
Tanya ibu di sebrang telpon
"Iya, sudah bu ..tapi maaf bu saya agak telat sampai rumah.. Soalnya ban motorku tiba tiba bocor.."

Aku harus berbohong pada ibu, perasaanku harus lebih baik setiba dirumah. Kejadian ini..adalah rahasia.
"Halo,.. Halo... Monaaa..."
"Eh, iyaa bu.. Maaf disini terlalu bising.. Hubungi mona lewat sms saja ya bu.. Maaf harus menitipkan rindra agak lama pada ibu"
"Kamu baik2 saja kan nak??" Tanya ibu penuh khawatir
"Iyaa bu.. " aku lamgsung mnutup tlpon tanpa mengatakan apapun

  • view 193