Satu Dari Buku "Haram Jadah"

Zulfatul Fuadiyah
Karya Zulfatul Fuadiyah Kategori Buku
dipublikasikan 26 Februari 2016
Satu Dari Buku

Pernah tahu atau denger atau bahkan ikut menghujat buku dengan judul ?Saatnya Aku Belajar Pacaran? ya, buku yang ditulis oleh seorang bernama Toge Aprilianto itu adalah, buku yang paling kontroversial sepanjang 2015 ini, mengapa saya bisa dengan seyakin itu bilang bahwa buku ini sangat kontroversial dibanding buku-buku yang lain.

Bagaimana tidak, dalam buku ini terdapat tulisan-tulisan yang menganjurkan seorang untuk melakukan hubungan intim, jelas-jelas ini salah besar. Bukan lagi hanya nilai agama saja yang ditentang, bahkan nilai etika dan moral pun ikut dilangkahi. Maka tidak heran buku yang satu ini dikritik keras oleh banyak orang. Seperti halnya yang pernah diungkapkan oleh Anggota DPR RI, Fahira Fahmi Idris, melalui akun twitternya bahwa Buku tersebut adalah racun bagi remaja kita, karena melanggar nilai agama, etika, moral merusak pola pikir generasi muda.?

Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun saat itu bermaksud membawa dan melaporkan kasus itu ke mabes porli melalui ketua KPAI Asrorun Ni?am.

Menurut pengakuan si penulis, buku itu sudah terbit sejak tahun 2010 lalu, dan kembali muncul ketika menjelang hari valentine day 2015 kemarin, awal mula gencarnya kritik tentang buku itu, saat akun teeamtamzir Bugeazt membagikan sebuah photo yang berupa bagian isi buku tersebut di grup Komunitas Bisa Menulis.

Lucunyu, justru buku yang diterbitkan di Brillian Internasional ini, ditulis oleh seorang psikolog yang juga mengaku seorang motivator. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, Motivator macam apa ya? Yang teganya menghancurkan mental, membobrokan pola pikir generasi muda. Bahkan setahu saya motivator-motivator kelas kakap di Indonesia, tiada satu pun yang menganjurkan atau mendorong anak-anak remaja untuk pacaran apalagi untuk berhubungan macam itu tanpa ada ikatan yang sah.

Yang membuat heran saya makin bertambah, ini buku gimana ya, apa sebelum diterbitkan tulisannya tidak melalui proses editorial? Kok bahasa dan tulisannya seperti tulisan alay di sms ya. Kalau ditulis kalo, atau jadi ato, saja jadi aja, dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan penulisan yang sepertinya memang sengaja ditulis demikian. Tapi ya nggak tahu juga sih, maksud penulis itu bagaimana. Yang jelas ternyata selain isinya bertentangan dengan nilai agama, etika, dan juga moral. Buku ini juga bagi saya, sangat bertentangan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta EYD yang mestinya dijadikan pedoman baik oleh penulis maupun penerbit. Akhirnya saya berharap kejadian semacam ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Semoga kesalahan-kesalahannya bisa dijadikan bahan pelajaran bagi kita semua. Amin

  • view 104