Main Game Gratis Di Bale Asih, Pulangnya Bawa Hafalan Al-Quran

Zulfatul Fuadiyah
Karya Zulfatul Fuadiyah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Maret 2016
Main Game Gratis Di Bale Asih,  Pulangnya Bawa Hafalan Al-Quran

Sudah lama, kekhawatiran saya ini tidak saya ceritakan. Saya khawatir dengan fenomena anak-anak kecil zaman sekarang. Seringkali, ketika saya sedang berada di kampus (IAIC), saya banyak melihat anak-anak kecil seumuran SD/MI memenuhi Warung Internet (WARNET), anak-anak itu adalah anak-anak dari warga kampung sekitar kampus. Bahkan saking penuhnya, tidak sedikit mahasiswa yang akan mengerjakann tugasnya di Warnet, tidak kebagian komputer.

Pernah suatu ketika saya didatangi anak kecil yang biasa berkeliaran di sekitar kampus, sebut saja Indri, begitu orang lain menyebutnya. Anak itu masih kecil, tetapi ia tidak segan untuk meminta-minta kepada siapapun. Sembari menyodorkan tangan kanannya, ?Teh ukeun artos? begitu katanya. Lalu saya tanyai dia. ?Buat apa emang?? ?Kangge main game? jawabnya. ?Duh? kata saya menyayangkan dalam hati.

Jelas saya sangat khawatir, membayangkan masa depan mereka kelak. Internet bisa berbahaya sekali bagi mereka, sebab tidak menutup kemungkinan akan muncul dilayar komputer itu, berita-berita atau gambar yang tidak sewajarnya mereka lihat atau baca. Dan apalagi main game itu sama seperti meroko, ya karena akibatnya bisa ketagihan. Okelah saya terima, jika ada yang membenarkan main game itu itung-itung mengasah ketelitian, kejelian atau kecerdasan. Atau yang lainnya terserahlah pokoknya. Tapi kalau akhirnya banyak anak, sepulang sekolah, malah nongkrong di warnet, atau bahkan yang orang tuanya mampu, justru memfasilitasi putra-putrinya dengan gadget. Kemudian, anak-anak itu main game di internet tanpa pengawasan, Inilah yang disebut anak yang terlantar tapi seperti tidak terlantar.

Kamis siang kemarin, kekhawatiran saya sedikit terobati oleh cerita dari Pak Haji, pemilik Yayasan Bale Asih, yang berada di Kudang, Singaparna. Pak Haji bilang, saat ini, hampir setiap sore, kurang lebih ada dua puluh anak berasal dari sekitar kampung Kudang, yang datang ke rumahnya untuk main game. Satu buah komputer yang ada di ruangan yang tidak begitu luas itu, disediakan untuk anak-anak main game gratis. Namun menariknya, meski Pak Haji memberikan fasilitas secara cuma-cuma, tetapi sebelumnya, ada tugas yang mesti mau tidak mau anak-anak itu mesti lakukan, yaitu menghafal surat-surat dari Al-Quran. ?Satu ayat untuk 10 menit main game.? Begitu kata Pak Haji. Jika sudah hafal mereka boleh menyetorkan hafalannya, selanjutnya dibebaskan untuk main game. Bahkan sampai saat ini, sudah anda anak yang hafal surat Al-Baqarah sampai ayat ke dua puluh.

Pak haji senang bisa memberikan layanan gratis sekaligus membantu anak-anak itu untuk menghafal. Setidaknya, kalau mereka main game di sini, mereka bisa terawasi, daripada main game di Warnet, kan berbahaya. Dan di samping itu pun, saat mereka keluar dari Bale Asih mereka bisa punya hafalan, bukan kah itu hal yang membanggakan? Sepantasnya, orang tua dari anak-anak itu, berterima kasih kepada Pak Haji. Atas kebaikan hatinya, mengawasi dan mendidik putra-putri mereka.

?

?

?

  • view 216