Orang Seperti Pak Haji, Harus Panjang Umur

Zulfatul Fuadiyah
Karya Zulfatul Fuadiyah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Maret 2016
Orang Seperti Pak Haji, Harus Panjang Umur

Adalah Pak Haji, seorang lelaki yang sudah tidak muda lagi. Laki-laki kelahiran 1958 ini tak sengaja saya temui di sebuah tempat bernama yayasan Bale Asih, tak sengaja sebab niat saya sebenarnya hanya untuk mampir ke kantor redaksi Koran Siap Belajar dan bertemu pemrednya, Kang Agus. Tapi ternyata saat saya tiba di lokasi, kedatangan saya disambut oleh tiga orang laki-laki, yang baru saya lihat. Dan salah satunya dari mereka adalah Pak H. Yayan Tahyan nama lengkapnya.

Gedung yang sebenarnya rumah pribadi milik Pak Haji, yang berlantai dua itu, disulap menjadi yayasan Bale Asih untuk lantai satu, dan kantor redaksi Koran Siap Belajar Tasikmalaya untuk lantai duanya. Selama kurang lebih satu jam, saya menghabiskan waktu bersama mereka, mereka banyak bercerita seputar Bale Asih dan Koran Siap Belajar.

Ruangan di lantai satu itu, di isi oleh empat lemari kaca, dua buah meja, dua kursi dan satu buah mobil, yang menurut informasi yang saya dapat, itu mobil Jenewa. Satu lemari kaca itu berisi perlengkapan sekolah. Dan sisanya dipenuhi buku-buku pelajaran dan umum, seluruhnya milik Pak Haji dan Keluarga. Buku-buku itu dipinjamkan ke pada siapa pun yang ingin membacanya.? Dan seragam itu disediakan untuk anak Sekolah Dasar (SD) dan sebagian yang lain untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terdiri dari baju dan rok/celana, dasi, topi, tas, buku tulis serta pulpennya. Ternyata barang-barang tersebut tidak untuk dijual, melainkan disediakan gratis untuk siapa saja yang membutuhkan, diutamakan anak yatim, atau kaum dhuafa. Jadi bila, ada anak, teman, atau tetangga kita yang sekiranya butuh bantuan seragam dan perlengkapan sekolah, silakan datang saja ke ke sana (Bale Asih).

Perlengkapan dan seragam baru untuk anak-anak SD dan SMP itu, berasal dari sumbangan Pak Haji dan kerabatnya. Juga para donator yang tertarik setelah tahu ada yayasan Bale Asih ini. Pak Haji tidak mempromosikan atau mengumumkan program Bale Asih ini ke khalayak. Sama sekali tidak ditemukan spanduk atau papan pengumuman yang menunjukan bahwa di sana disediakan seragam dan perlengkapan gratis. Tetapi hanya sekadar dari mulut ke mulut, namun hasilnya, hingga sekarang Bale Asih cukup dikenal orang. Bahkan Pak Haji ini sudah banyak didatangi wartawan untuk diwawancarai.

Setelah saya selidiki di internet, ternyata Pak Haji ini adalah pensiunan PNS. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Tasikmalaya. Dan membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu adalah impiannya sejak dulu.

Yayasan Bale Asih ini, sudah ada sejak akhir tahun 2013 namun, mulai aktif pada Februari 2014. Lokasinya berada di Jl. Kudang No. 123 Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Di depan toko Madinah, Kudang.

?

Ungkapan yang saya ingat, yang paling berkesan dari Pak Haji adalah ?Itung-itung Ngalep berkah. Saya kemudian hanya bisa berdoa, semoga Pak Haji dan orang sepertinya berumur panjang. Amin

  • view 271