Anakmu, Pembebas atau Penjerumus?

Zulfatul Fuadiyah
Karya Zulfatul Fuadiyah Kategori Motivasi
dipublikasikan 27 Maret 2016
Anakmu, Pembebas atau Penjerumus?

Anak merupakan titipan Allah yang dibebankan kepada hamba-hamba-Nya. Setiap orang tua diharuskan menjaga, mendidik buah hatinya. Sebagaimana tercantum dalam firmannya:

?Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.??(At Tahrim: 6). Ayat ini dengan sangat tegas mewajibkan kepada setiap jiwa untuk memelihara atau menjauhakan dirinya juga keluarganya dari siksaan api neraka.

Menyoal tentang mengurus anak, Abdullah bin Umar?radhiallahu ?anhuma pun?berkata dalam kitab Tuhfah al Maudud?:

?Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu

Seorang anak adalah investasi dunia dan akhirat bagi kedua orangtuanya, bagaimana tidak, baik buruknya seorang anak akan sampai (berdampak) kepada mereka. Jika anaknya shaleh maka, pahala mengalir untuk orangtuanya, namun celakalah, bila sebaliknya, apabila anaknya bermaksiat kepada Allah, maka siksa Allah bagi keduanya. Dengan begitu mendidik Anak ?adalah persoalan yang sangat urgen. Bukan main-main. Sebab akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Namun, fenomena yang ada saat ini, justru banyak dari orangtua yang lepas tangan dalam mengurusi dan mendidik putra-putrinya. Sebagian besar sebabnya adalah kesibukan terhadap urusan dunia. Banyak orang tua yang menelantarkan, membiarkan anaknya jauh dari pengawasan atau pantauannya. Sehingga akibat buruknya, banyak anak-anak yang melakukan pergaulan bebas, imannya tipis, sehingga mudah terjerumus pada prilaku yang menyimpang dari ajaran Agama Islam.

Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang shaleh dan shalehah, tapi sedikit dari mereka yang menyadari atau salah jalan dalam mendidik putra-putrinya, ada tiga macam tipe anak:

Pertama, ?Anak yang dapat menjerumuskan orang tuanya, melimpahkan siksa dan azab atas perbuatan buruknya. Anak macam ini adalah anak yang tidak didik dengan agama, dibiarkan bergaul tanpa pengawasan yang ketat, sehingga boleh jadi sejak di dunia pun anak semacam ini sudah sangat merugikan, apalagi di akhirat nanti. Gambaran anak semacam ini banyak, sangat bisa kita temukan di sekiar kita. Jadi, anak yang merugikan bukan saja anak yang durhaka kepada ibu, bapaknya.

Kedua, anak yang mengangkat derajat orang tuanya di dunia saja. Ya, anak seperti ini, merupakan anak yang dididik dan diarahkan untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia saja. Dan tidak peduli dengan pendidikan agamanya. Seperti halnya anak yang diantarkan oleh orang tuanya menuju cita-citanya. Banyak orang tua yang bangga dengan prestasi atau jabatan anak-anaknya, ketika di dunia,? ia bahkan sangat bahagia dengan pencapaina putra-putrinya itu. Namun mereka lengah, sehingga tidak memikirkan pendidikan agamanya. Padahal itu lah yang lebih urgen, sebab pendidikan agama lah yang nantinya akan dapat menuntun buah hatinya di sepanjang kehidupannya.

Ketiga, anak tipe terakhir ini anak yang qurratul A?yun, yaitu anak yang shaleh dan shaleha, di didik penuh oleh kedua orang tuanya, sehingga dapat membawa mereka ke surga. Anak yang sejak di dunia pun sudah menjadi pintu rahmat untuk kedua orang tuanya. Anak yang akan menjadi investasi tinggi. Anak yang senantiasa berbuat baik dan tak pernah lepas dari mendoakan keduanya. Semoga kita, mampu mendidik anak kita dengan baik, sehingga menjadi pembuka jalan kita menuju surga. Dan juga semoga kita menjadi anak yang Quratatul A?yun bagi kedua orang tua. Amin. Wallahu A?lam.

  • view 142