Iblis

Udin Pehul
Karya Udin Pehul Kategori Budaya
dipublikasikan 07 Juni 2016
Iblis

Iblis tidak betah duduk lama di diskotik, rumah bordil, ruang transaksi korupsi, meja judi, atau tempat perkelahian dan pembunuhan. Sebab, tidak ada yang bisa Iblis lakukan di sana.

Iblis melangkah mendekati ahli ibadah. Ia berbisik kepadanya, "ceritakanlah kepada orang-orang, bahwa solat malam dan mengaji sudah menjadi kebiasaanmu, bahwa setiap Senin dan Kamis kau selalu berpuasa, dan kagumilah dirimu yang rajin ke masjid, serta bencilah mereka yang jarang ke masjid."

Iblis bergerak menghampiri ahli sedekah. Iblis berbisik kepadanya, "ceritakanlah kepada orang-orang, bahwa sumbanganmu kepada miskin dan yatim tidak pernah terbatas waktu dan nominal, bahwa begitu banyak orang yang sudah kau tolong sehingga kau dikenal paling dermawan, bahwa saudara dan tetanggamu tidak akan sejahtera jika tanpa kehadiranmu."

Dengan susah-payah, Iblis tergopoh-gopoh memanjat mihrab seorang hamba Tuhan yang bertahun-tahun piawai menyembunyikan amal. Iblis bergumam di telinganya, "berbanggalah karena kau mampu menghindari riya, berbanggalah karena kau termasuk segelintir orang hebat yang punya amal banyak tapi tidak pernah kau ceritakan kepada orang, tanamkanlah di hatimu kekaguman kepada dirimu sendiri, karena tidak banyak manusia yang bisa sepertimu."

Ah, iblis sulit dikalahkan?

Perjuangan mengalahkan iblis adalah perjuangan hingga akhir hayat, perjuangan tanpa henti hingga kelak kaki menjadi dingin, badan terbujur kaku, dan mata kehilangan binar.

  • view 74