Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 21 November 2017   10:46 WIB
Statement Ustadz vs Statement Artis

Akhir-akhir ini sedang ramai topik tentang seorang Ustadz vs Artis Ibu Kota. Banyak yang mem-bully ustadz karena telah menjelekkan fisik seseorang dalam ceramahnya. Ustadz tersebut menyebut-nyebut kekurangan fisik sang artis saat ditanya bagaimana menurut ustadz ketika seorang artis melepas hijabnya karena merasa pakai hijab dan tidak dirinya sama saja tidak ada yang berubah. Sebenarnya dilihat dari videonya, sang ustadz hanya ingin memastikan artis yang dimaksud sehingga menyebutkan ciri khas yang sejatinya menjadi 'icon' yang diciptakan si artis sendiri dan menjadi nilai jual dia di dunia keartisan. Banyak yang komentar di berbagai sosial media " Saat teman-teman artisnya mengatainya seperti itu jadi bahan tertawaan dan lolucon, kok saat seorang ustadz mengatainya seperti itu jadi tersinggung?"

Banyak yang mencaci ustadz tersebut banyak pula yang membela. 

Salah satu bentuk pembelaannya adalah berdasar pada dalil bahwa "sombong di depan orang yang sombong itu sedekah".  Si artis dianggap sombong karena statement yang dibuatnya saat berkunjung ke Jepang "Jika hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, mengapa kamu masih mau mencari Tuhan dan mau memiliki agama?"

Statement ini dianggap para pembela sang ustadz sebagai kesombongan karena tak mau menerima perintah Allah. 

Saya sendiri sempat terpengaruh dengan statement si artis yang ditulis di instagramnya. Hati saya sempat guncang dan nyaris membenarkan statement tersebut. Selama setengah hari saya bergolak dengan diri saya sendiri. "Apa benar manusia tidak perlu agama? tidak perlu Tuhan?"

Sampai tiba waktu Ashar, saya langsung melaksanakan sholat Ashar dan bertaubat pada Allah. Menangis sampai terisak sambil berdoa "Ya Allah.. selamatkan hamba, selamatkan keluarga hamba. Kuatkan iman hamba pada-Mu, tetapkan iman hamba pada-Mu. Hamba membutuhkan-Mu. Engkaulah yang memberi hamba kehidupan yang penuh kenikmatan ini. Ampuni hamba dan jaga hamba dan keluarga dari kesesatan"

Setelah itu untuk menguatkan iman saya, saya berpikir untuk menonton video tentang masyarakat Jepang yang memilih Islam sebagai agamanya. Saya pun penasaran bagaimana masyarakat yang hidup teratur ini, yang tidak punya agama malah memilih Islam sebagai agamanya. 

Alhamdulillah... setelah menonton video di Youtube hatu saya mulai kembali ke jalan yang benar dan pikiran yang tadinya sempat kacau karena terpengaruh, akhirnya bisa tenang kembali.

Salah satu video yang membuat saya semakin mantap adalah video pengalaman spiritual seorang Jepang yang bernama Abe menceritakan pengalamannya masuk Islam setelah diberi mimpi melakukan perjalanan di akhirat dan disuruh untuk bersyahadat agar bisa masuk ke gerbang surga. MaasyaaAllah. 

Dalam video itu juga dia mengungkapkan rasa irinya pada umat Islam yang tidak mau sholat tidak mau mengaji sementara dirinya sangat ingin melaksanakan sholat sangat ingin pandai baca Quran tapi tidak bisa karena tidak tahu. 

Saat itu hati saya semakin mantap dan semakin percaya tentang hari kemudian, kehidupan setelah kematian itu benar adanya. Bukan sekedar dongeng. 

Kembali ke topik Ustadz vs Artis, kalau menurut saya pribadi, Seorang teladan yang menyinggung fisik seseorang itu memang tidak baik. Tetapi statement tentang meragukan aturan agama rupanya lebih berbahaya dan bisa mempengaruhi iman seseorang. Kalau Mengejek fisik seseorang, semua orang tahu itu buruk sehingga bisa dijauhi. Tetapi mempertanyakan tentang Tuhan dan agama, ketika terpengaruh, orang bisa hilang imannya. Sekalipun ber-Tuhan tetapi tidak mematuhi aturan agama. Sekalipun punya agama tetapi bisa jadi tidak takut pada Tuhan. Bagi saya ini jauh lebuh buruk, menakutkan dan membahayakan bagi banyak orang. 

Semoga Allah menguatkan iman kita dan keluarga dan memeliharanya sampai akhir hayat. Aamiin

Karya : Suci Ayu Kurniah