MEKAR (If My Life Were A Book)

Suci Ayu Kurniah
Karya Suci Ayu Kurniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Juni 2016
MEKAR (If My Life Were A Book)

Ia bagai terlahir kembali. Cerianya luar biasa. Ia siap untuk melewati tantangan apapun. Siap menghadapi dunia ini.

Hati yang begitu lapang. Jiwa yang indah. Begitu mereka memujinya.

Sambil tersenyum ia menghirup udara karunia Tuhan Yang Memiliki kesempurnaan kasih sayang.

Ia berkali-kali mengucap syukur atas anugerah keindahan dirinya.

Terima kasih Tuhan, Engkau membaikkan jiwaku, membaikkan hidupku. Aku mohon Tuhan, tetapkanlah hanya nama-Mu yang ada di hatiku. Karena hanya cinta-Mu yang abadi, hanya kasih sayang-Mu yang sempurna

Dengan mencintai-Mu, aku tak perlu cemburu kepada makhluk lain. Karena jika Engkau Yang Mencintaiku, makhluk-Mu juga ikut memuliakanku.

 Tuhan, Cintailah aku, Cintailah aku

Tuhan,

Jika Engkau Yang Mencintaiku, aku tak akan pernah merasa sedih. Karena aku tidak akan pernah kehilangan-Mu. Engkau justru semakin mendekat jika aku mencari-Mu.

Tuhan, Cintailah aku, Cintailah aku


Begitulah do’anya setiap kali ia menghadapkan diri dan menundukkan hati berserah kepada Tuhan Yang Agung.

Ia merasa semua yang dialaminya selama ini adalah sebuah keberuntungan. Ia merasa beruntung  telah memainkan peran penting dalam sebuah skenario perjalanan manusia yang mengesankan. Ini semua berani ia alami semata-mata karena ia ingin menunjukkan pengabdiannya, bukti syukurnya atas keajaiban-keajaiban yang ia lewati.

Tuhan, Terima kasih

Lama ia berfikir tentang kisah itu. Akan seperti apa jadinya nanti. Membahagiakankah?

Sepanjang ia menjalaninya, sepanjang itu pula ia bertanya-tanya.

Jika salah, ia mencari kebenarannya

Jika benar, juga tetap bertanya-tanya, benarkah ini semua? Tidak ada lagikah yang salah?

Logika dan emosi berkecamuk dalam hatinya saat itu. Mencoba berbagai cara untuk menemukan jawaban atas teka-teki kehidupan.

Akhirnya,

Ia temukan jawaban setelah lama ia menanyakannya pada dunia

Aku tak mesti berbahagia seperti yang aku kehendaki selama ini. Karena kehendak Tuhan untuk membahagiakanku jauh lebih besar dari yang aku bayangkan. Kebahagiaan yang sempurna untuk kehidupan dunia dan negeri Jannah.

Impianku tak mesti terwujud seperti yang aku kehendaki selama ini. Karena rencana Tuhan untuk mendamaikanku jauh lebih besar dari yang aku bayangkan.

Benar juga. Kehendak manusia sangat kecil dibanding Kehendak Tuhan Yang Maha Agung. Perwujudannya lebih SEMPURNA. Pilih mana?

Tuhan, Terima kasih

Ia hanya tersenyum malu pada dirinya

Ia tak menyangka,

untuk menemukan jawaban-jawaban itu, ia harus melewati banyak hal. Mulai dari deklarasi, relasi, konspirasi hingga kompromi.

Ia juga harus mengalami banyak perasaan. Bahagia, sedih, curiga, bingung, ragu, senang, terharu. Lama perasaan itu bercampur di hati dan pikirannya.

Tetapi, Ia sadar sekarang.

Untuk menghentikan mimpi buruk, harus bangun dari tidur

Untuk mewujudkan mimpi indah pun, harus bangun dari tidur

Ya,

Harus bangun dari tidur yang panjang dan segera melihat matahari

Sadar, ini sudah pagi.

Waktunya menyambut bahagia

Engkau disedihkan oleh penistaan orang yang kau jadikan gantungan kebahagiaanmu

Memang, penistaan kekasih hati adalah sembilu yang terkejam. Tetapi, retaknya hatimu itu adalah sesungguhnya celah masuknya kasih sayang Tuhan yang akan menyelamatkanmu

Pedih ini memang harus kau alami, agar engkau tak menghambakan diri kepada keinginanmu untuk dicintai dengan menelantarkan hakmu untuk BERBAHAGIA

(Mario Teguh)

Untuk merasakan kebahagiaan seperti saat ini, aku tentu harus tahu bagaimana rasanya sedih

Untuk menemukan jawaban semua ini, aku tentu harus tahu bagaimana rasanya menanti

Dan untuk merasakan kedamaian ni, aku tentu harus tahu bagaimana rasanya galau

Untuk mengalami ‘sekarang’, aku harus mengalami ‘masa lalu’

Terima kasih.

Bersamamu, aku jadi tahu ternyata Tuhan menghendaki kebahagiaan yang besar untukku.

Jika itu bukan dirimu, mungkin aku tak pernah sadar bahwa ini semua tentang pengabdian dan memahami petunjuk Tuhan Yang Maha Bijaksana.

Mungkin aku tak pernah tahu, setia itu seperti apa dan menjaga diri itu rasanya bagaimana.

Jika hidupku adalah sebuah buku, kau adalah episode yang manis. Yang aku senang untuk membacanya dan menceritakannya kembali kepada semua orang.

Bersamamu, aku benar-benar bisa mengerti seperti apa CINTA YANG DIRAHMATI.

Kasihku,

Thanks for making this chapter beautiful. Terima kasih telah membuat episode ini indah.

Seperti itulah kisahnya,

Ia bukan derita juga bukan kesengsaraan

Ia adalah harapan dan impian

Ia adalah pengabdian yang mulia

Ia Daisy, bunga yang mekar.

Lambang kerendahan hati, kestabilan, suci, simpati dan keceriaan.

Ia adalah manfaat untuk menghiasi, menyembuhkan sakit dan melengkapi hidup manusia

“Pasti bisa”

Yah,

Pasti bisa

Dengan kemandirian, kepercayaan diri dan ilmu yang yang bermanfaat.

Pasti bisa

Bukankah Tuhan telah mengasihimu lebih dari yang lain mengasihimu?

Bukankah Tuhan telah melapangkan dadamu?

Lalu mengapa masih di sini?

Jangan bersedih, sesungguhnya Tuhan bersama kita

Tersenyum dan Sapalah dunia

Pasti bisa

Ya Tuhanku Yang Rahman,

Aku mohon Engkau menghadiahi ketaatanku kepada-Mu dengan hati yang lembut dan perilaku yang indah agar kau segera mempertemukan aku dengan jiwa luhur yang penuh kasih, yang impian besarnya kau rahmati dalam pekerjaan yang jujur, sebagai pasangan hidup yang bersamaku akan membangun keluarga yang sejahtera dan bahagia

(Mario Teguh)

Setelah sedih ada bahagia

Tuhan Maha Adil

(Sajak Move ON - Month of Love 8th, 2011)

"Karena Patah Hati bisa menjadikanmu menerbitkan Masterpiece"

 

 

  • view 69