Hari Ini Adalah Hadiah

Suci Ayu Kurniah
Karya Suci Ayu Kurniah Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Juni 2016
Hari Ini Adalah Hadiah

Masa lalu adalah sejarah yang perlu dicatat. Dan masa depan adalah rahasia dan misteri. Namun hari ini adalah hadiah. Makanya disebut present.

Beginilah kata orang bijak yang memandang hari ini sebagai hadiah untuknya. Semestinya kita juga perlu menyadari hal itu. Kita terlalu banyak mengeluhkan waktu. Di kala kita bangun, kebanyakan kita berkeluh kesah. Ah, kenapa harus pagi lagi? Kenapa harus kuliah lagi? Kenapa harus kerja lagi? Atau di saat kita melewati hari ini dengan penuh kekesalan. Kenapa barang-barangku hilang? Kenapa aku sakit? Kenapa aku diputusin pacar? Kenapa aku dimarahi dosen? Kenapa aku gagal? Kenapa dan kenapa? Terlalu banyak kenapa dari pagi hingga malam. Sangat jarang kita mensyukuri hari ini. Kebanyakan dari kita hanya mengeluhkan masa lalu atau mengharapnya kembali. Bahkan kita juga terlalu mengharapkan masa depan segera menghampiri. Padahal kenyataannya kita baru berada di hari ini. Bukan kemarin atau besok. Bukankah masa lalu itu tidak dapat kembali? Dan bukankan kita belum pasti dapat menyentuh esok hari? Sadarilah, kita hidup di hari ini.

Yang perlu kita lakukan di awal hari adalah merenungkan, meminta, dan mensyukuri. Awal hari adalah awal hadiah itu kita dapatkan. Oleh karena itu, lengkapilah fajarmu dengan:

Merenungkan. Renungkanlah bahwa hari ini adalah hadiah. Hari ini kita tidak sama dengan lainnya. Hari ini kita sehat di rumah yang nyaman dimana di rumah sakit jutaan orang yang dirawat dan menderita kesakitan karena luka parahnya, karena penyakit berkepanjangannya, karena ketidaksadarannya, bahkan dengan kematiannya. Hari ini kita masih kuliah dan menuntut ilmu, dimana masih terlalu banyak orang yang menjadi pengangguran, tidak dapat kuliah karena keterbatasan ekonomi, harus menjadi buruh di usia muda, bahkan harus mengakhiri diri mereka sendiri karena kesusahan hidupnya. Hari ini kita bisa melihat matahari, bisa melihat langit biru, bisa melihat keindahan alam jagad raya. Dimana banyak orang di dunia ini yang dicabut atau tidak diberi indra penglihatan. Begitupun dengan alat indra lainnya. Kita masih memilikinya hari ini. Hari ini kita masih bisa makan yang enak, dimana banyak orang yang bahkan mendapatkan satu bungkus nasi pun susah, bahkan banyak yang harus rela makan nasi basi, hingga memakan makanan sisa. Dan masih banyak hal yang patut kita renungkan. Sungguh manusia tak mampu untuk merenungkan nikmat Allah yang tak terhingga itu.

Namun sekalipun hari ini kita sakit, yakinlah kita masih beruntung. Kita masih diberi hidup. Allah memberikan hadiah berupa detakan jantung, nafas, darah yang mengalir dan banyak hadiah lainnya. Dan sadarilah bahwa semua itu gratis. Walaupun hari ini kita tidak kuliah tetapi bekerja, yakinlah apa yang kita kerjakan adalah ibadah (asal ikhlas). Walaupun hari ini kita tidak makan, yakinlah lebih banyak orang yang lebih lapar daripada kita. Walaupun salah satu indra kita tak berfungsi, yakinlah ada indra lain yang fungsinya lebih tajam dibanding orang yang normal. Dan walaupun kita hidup namun tetap dalam kesusahan, yakinlah dalam keadaan apapun kita beruntung (Dr. Aidh al-Qarni). Dengan kesabaran dalam kesusahan, sesungguhnya kita telah dipersiapkan pahala yang besar dan nikmat yang kekal (Surga) oleh Allah Swt. di akhirat kelak. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Huud : 11) Jadi, merenunglah di awal hari. Yakinlah kita selalu dalam keadaan yang beruntung.

Mintalah. Setelah kita merenung. Cobalah duduk dengan konsentrasi penuh setelah shalat subuh. Menghadaplah kiblat selama sepuluh menit atau seperempat jam. Berzikir dan berdo’alah. Mohonlah kepada Allah akan hari yang indah, hari baik yang penuh berkah, hari yang bahagia, hari yang penuh keberhasilan, peningkatan dan kemenangan. Hari tanpa noda, tekanan dan problem-problem lainnya. Hari di mana rezki mengalir deras, rezki yang penuh kebaikan. Hari yang bebas dari permasalahan hidup, kesedihan, dan kebingungan. Dari Allah lah kebahagiaan dipinta. Dari Allah lah rezki diharapkan. Dari Allah lah kebaikan didamba. Duduk ini akan menjadi jaminan bagimu dalam menghadapi hari yang penuh berkah dan bermanfaat (Dr. Aidh al-Qarni, ‘Menjadi Wanita Paling Bahagia’). Hari ini mintalah segala kebaikan dari segala penjuru. Mintalah dengan sepenuh hati dan yakinlah Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan do’a. Allah selalu bersama kita dalam susah maupun senang.

Sekalipun hari ini kita tidak mendapatkan apa-apa, yakinlah kita masih beruntung. Karena do’a yang tak terkabulkan akan menjadi investasi akhirat, dan berdo’a kepada Allah adalah ibadah yang berbuah pahala, dan keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Kaya adalah hal yang jarang disadari oleh kebanyakan orang, serta kesabaran tanpa keluh kesah di hari ini adalah bukti bahwa Allah bersama kita. Innallaaha ma’ashshaabiriin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Syukurilah. Hari ini kita hidup. Hari ini kita sehat wal afiat, makan dan minum, tidak dipenjara, tidur yang nyenyak, melihat keindahan alam dan mendengar nyanyian burung-burung yang menyambut hari. Kita tersentuh angin yang sejuk, merasakan hangatnya sinar matahari, dan kita diberi banyak nikmat yang tidak dapat kita hitung. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. An-Nahl : 18 ).

Sekalipun hingga malam hari kita merasa kesulitan dan kesedihan tak kunjung hilang, tetaplah merasa beruntung. Tetaplah bersyukur kepada Allah. Karena tak ada satu hari pun yang luput dari kasih sayang Allah. Tak ada hari yang luput dari nikmat Allah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman : 13) Yakinlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Allah selalu mengawasi kita. Allah bukanlah Tuhan yang menginginkan keburukan untuk hamba-Nya. Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah adalah Tuhan yang menginginkan kebaikan untuk hamba-hamba-Nya. Hanya saja kita perlu banyak bersabar, merenung, berdo’a dan berikhtiar. Dan yakin saja ketika kita bersyukur adalah jaminan Allah kepada kita untuk mendapatkan nikmat lainnya. Yakinlah setiap syukur kita berarti tambahan nikmat bagi kita. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memakumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim : 7).

Jadi, sadarilah bahwa hari ini adalah hadiah. Hadiah yang indah dari Allah Yang Maha Kaya, yang tak pernah berhenti memberikan kita kebahagiaan bukan hanya di dunia tapi di akhirat pula. Yang perlu kita lakukan setiap hari adalah ibadah yang tekun, sabar dalam kesusahan dan kesenangan, berdo’a meminta kebaikan, bersedekah dengan ramah, jalin silaturrahmi, perbanyak syukur, meminta ampun dan menjauhi segala hal yang tidak diridhoi Allah dan ikhlas menghadapi hidup. Insya Allah kita akan selalu diberi rahmat oleh Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia yang tidak akan dirasakan oleh orang-orang kafir di hari kemudian.

Dan yakinlah bahwa Allah Maha Pengatur yang sempurna. Allah Maha Adil dalam urusan memberi rahmat. Allah menciptakan kesenangan dan kesusahan, bukan kesenangan atau kesusahan saja. Allah menciptakan keberhasilan dan kegagalan, bukan hanya kebehasilan atau kegagalan saja sebagaimana Allah menciptakan siang dan malam, bukan hanya siang ataupun malam saja. Percayalah, setelah hujan pasti ada matahari yang bermanfaat bahkan disertai pelangi yang indah. Setelah kegagalan ada kesuksesan yang menunggu bahkan nikmat yang bertambah. Dan seperti itulah tanda-tanda kebesaran Allah untuk orang-orang yang berpikir. Dan orang-orang yang selalu bersyukur tidak akan pernah merasa putus asa dan kecewa atas hari-harinya karena yakin pada keadilan Allah SWT. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (Q.S. Al-A’raaf : 58 ).

Nah, setelah membaca ini, jika anda masih merasa hari ini bukan hadiah, mungkin anda perlu merenung sekali lagi. Mungkin anda belum merenung hari ini, atau mungkin anda malas meminta (berdo’a), atau mungkin anda saja yang tidak pernah mensyukuri hidup anda. Jika anda merenungkan kebaikan-kebaikan dan mencoba menghitung segala nikmat dan rahmat yang telah diberikan Allah pada anda selama ini, saya yakin seketika anda akan bersujud syukur dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Allah yang selama ini menjaga anda dan melindungi anda.

 

-Memotivasi diri sendiri-

  • view 117