Kenapa cuma 200 perak?

Turyono Ari wibowo
Karya Turyono Ari wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Februari 2016
Kenapa cuma 200 perak?

Kenpa cuma 200 perak? Kenapa gak 2000 rebu sekalian? Kalau emang mau berhentiin penggunaan kresek mah, coba deh dari 2000 minimal. Soalnya kalau cuman 200 perak, orang gak akan pikir panjang dan kalaupun ada yang nolak dengan 200 perak itu pasti alasannya karena tidak tahu 200 perak itu kemana. Saya juga masih gak tau sih 200 perak itu kemana.

?

Tapi kalau 200 perak bagi yang suka belanja ke mall, minimarket mereka akan bilang gak apa - apa lah 200 perak ini. Lagian dari dulu juga udah sering kan kalau sisa berapa perak gitu diminta buat didonasikan saja? Coba kalau 2000 pasti deh orang bakal mikir ulang buat pakai kresek atau nggak. Dan di pasar - pasar tradisional kalau belanja kayanya sih masih free juga tuh kresek. Ko gitu?

?

Nah semua kembali ke manusianya tapi kalau emang mau buat kebijakan kayanya jangan tanggung gitu biar gak cuman diet tapi berhenti sekalian, toh dampaknya sudah banyak, mulai dari banjir yang sudah musiman, longsor dan buang sampah sembarangan itu sendiri yang masih banyak yang belum sadar. Saya juga masih termasuk kayanya. Kadang kan gak sadar juga kalau beli jajan yang di plastik gitu, sampahnya maen lempar aja.

?

Hanya pendapat. Bisa salah dan sangat besar untuk salah. :D

?

Sumber gambar: https://gerakanantiplastik.files.wordpress.com/2012/06/1504493620x310.jpg

  • view 204