Naskah Drama

Naskah Drama

Trovince  Wole
Karya Trovince  Wole Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Januari 2018
Naskah Drama

 

KETANGGUHAN TUA ADAT KODI

(Tua adat suku Ubbu Maleka, berusaha untuk membunuh burung itu dengan berbagai cara tapi tidak berhasil, karena dia tidak berhasil membunuh bunuh burung itu, dia menyuruh warga untuk membuhuh burung tersebut, maka ia perintahkan warga di sekitar kampung itu.)

Ubbu Maleka              :Kalian harus membunuh burung itu karena burung itu sudah begitu    banyak balita yang ia habiskan.

Warga 1                       :Iya kami akan berusaha untuk membunuh burung itu.

(Tiba-tiba munculah seorang Tua adat Kodi.)

Tua Adat kodi             :Bisakah saya bantu untuk membunuh burung itu.

Ubbu Maleka              :Saya tidak setuju kalau kamu yang membunuh burung itu, karena kamu tidak berhak membunuh burung tersebut

Tua Adat Kodi            :Kalau kamu tidak mau kalau saya yang membunuh burung itu tidak apa-apa,tetapi apakah kamu kasihan sudah begitu banyak balita yang ia habiskan.

(Amarah ketua Adat Ubbu Maleka sudah mulai memuncak. Ia pun mengumpulkan kembali para  warga di sekitar untuk mencari cara untuk membunuh burung itu.)

Ubbu Maleka              :Sekali lagi saya katakan kalian harus berusaha untuk membunuh burung itu, dengan cara apa saja, dan ingat kalian harus kumpulkan pedang yang tajam dan bahkan tembak yang banyak untuk membunuh burung itu.

Warga 2                       :Iya kami akan berusaha lagi dengan kemampuan kami.

( Hari demi hari mereka habiskan untuk melawan burung itu,namun  mereka tetap kalah karena burung itu sangat kuat. karena tidak bisa melawan burung itu lagi, mereka sudah  mulai menyerah.Akhirnya warga tersebut merasa, segera melaporkan kepada tua adat mereka.Ketika tua adat mendengar berita itu, dia sangat menyasal dan juga kecewa dengan mereka.)

Warga 3                       :Kita tidak punya cara lain lagi untuk membunuh burung tersebut, selain meminta tolong dari ketua adat Kodi ia bisa membunuh burung itu.

Ubbu Maleka              :Tidak, saya lagi yang akan turun tangan sendiri untuk membunuh burung itu

(Iapun turun tangan sendiri lagi untuk membunuh burung tersebut, dengan berbagai cara juga yang ia pakai namun burung itu tetap juga menang. Warga mulai memohon kepada tua adat Ubbu Maleka untuk meminta tua adat Kodi, untuk membunuh burung itu.)

Ibu 1                            :Kami mohon Pak,minta bantuan dari ketua adat kodi untuk membunuh burung itu, mungkin dia bisa membunuh burung itu. Kasihan anak kami tidak keluar dari rumah untuk bermain hanya karena burung itu. (dengan mengeluh)

Ibu 2                            :Ia pak, kami setuju dengan permintaan ibu ini.

Ubbu maleka               :Iya tapi harus ada syaratnya kalau dia yang membunuh burung itu.

  (akhirnya tua adat menyetujui)

(Warga pun mulai penasaran persyaratan apa yang ia ajukan supayatua adat Kodi yang akan membunuh burung itu. Berhari-hari ia memikirkan caranya, akhirnya ia menyuruh salah satu warga untuk memanggil si Tua adat Kodi itu. Si tua adat Kodipun datang.Tua adat Ubbu Maleka sudah menyiapkan rencana agar tua adat menyanggupi tawaran itu, tua adat Kodi bertemu dengan tua adat dari kadengara  untuk saling beradu kekuatan. )

Ubbu Maleka              :Kalau kamu memang punya kekuatan yang sangat ajaib, silakan kamu lawan dulu tua adat dari Kadengara.

Tua Adat Kodi            :Dengan kemampuan yang saya miliki, saya akan melawan  dia.

(Keesokan harinya pergilah mereka ke tepi pantai Kerewei untuk menguji kekuatan merekadengan membawa barang-barang keramat mereka untuk di uji. Akhirnya si Tua Adat Dari Kodi yang menang, terbukti bahwa tua adat kodi ini masih jauh lebih kuat dari kekuatan mereka.)

 

(Melihat kekuatan si tua adat kodi tersebut, tua adat Maleka memerintahkan untuk membunuh burung itu karena tidak ada cara lain yang ia pakai untuk membunuh burung tersebut. Akhirnya ia menerima tawaran dari Tua Adat kodi.)

Ubbu Maleka              :Kami tidak mampu membunuh burung itu, maka saya memberimu kesempatan untuk membunuh burung itu.

Tua Adat Kodi            :Jika saya dapat membunuh burung itu apa imbalannya.

Ubbu Maleka              :Kami akan memberimu tana, baik sawa, kebun maupun lahan yang banyak kelapanya

Tua Adat Kodi            : Kalau begitu saya akan mencoba untuk membunu burung itu

(Tua adat Suku Kodi berhasil membunuh burung tersebut, dengan cara menunjuknya saat ia lewat. Burung itu langsung mati seketika. Wargapun tercengang melihat ia membunuh burung itu dengan sekejap.)

Warga                          :Ia memang sakti , dia dapat membunuh burung yang tidak di bunuh oleh tua adat lainnya

(Tua Adat  Suku Kabba dari kodi berhasil membunuh burung itu. Akhirnya dia di berikan tanah tempat rumah, sawah, kebun, lahan yang banyak kelapanya. Atas perjanjiannya kepada tua adat Kodi. dia dapat hidup bahagia, senang di kampung Lamboya. Juga hidup rukun dengan warga lamboya dan juga tua-tua adat lainya.)

 

 

 

 

  • view 75