Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 20 Januari 2018   11:28 WIB
Ketangguhan Tua Adat Kodi

 

KETANGGUHAN TUA ADAT KODI

Di wilayah Lamboya hidup seekor burung yaitu burung kangka yang biasanya memangsa manusia seperti balita. Karena burung kangka banyak memangsa balita, sehingga orang yang berada di kampung Lamboya  ingin membunuh burung tersebut.

Burung kangka hidup didekat pemukiman warga dikampung Lamboya sehingga dengan mudah burung itu memangsa balita yang lewat jika mereka pulang dari sekolah sendirian.Warga sekitar  sangat risau karena burung itu,  sehingga tua adat suku Ubbu Maleka memberitahukan kepada warga yang ada dikampung Lamboya agar melarang anak-anak mereka untuk tidak keluar rumah saat orang tua mereka  tidak  ada dirumah dan bahkan tua adat Ubbu Maleka juga menyarankan agar anak-anak dilarang bermain sendirian  di sekitar kampung Lamboya.

Burung kangka yang  sangat kejam akhirnya banyak anak-anak yang tidak diijinkan oleh orang tua mereka untuk pergi  mengikuti pendidikan pada tingkat taman kanak-kanak yang kebetulan tempat itu masih ada disebelah kampung Lamboya. Karena hal tersebut yang menghambat pendidikan anak-anak dikampung itu, sang Tua adat pun sangat marah  dan sang Tua adat ingin sekali membunuh burung kangka tersebut. Akhirnya sang tua adat  pergi dengan membawah panah  untuk membunuh burung kangka namun tidak berhasil. Akhirnya sang Tua adat pun pulang kembali Dikampung dengan sangat marah. Sesampainya dikampung sang Tua Adat pun memikirkan cara lain agar dapat membunuh bururng itu.

 Akhirnya sang tua Adat Ubbu Maleka membawah senapan untuk menembak burung itu.  sesampainya di sekitar pemukiman warga sang raja pun melihat burung itu bertengger diatas pohon yang sangat tinngi dan besar. Sang Tua adat pun membidik dan melepaskan tembakan namun saat itu pelurunya tidak dapat mencapai ketinggian  tempat burung itu berada. Sang tua adat pun menyesal karena gagal membunuh burung kangka untuk yang kedua kalinya.

Tua Adat Suku Ubbu Maleka, berusaha untuk membunuh burung itu dengan berbagai cara tapi tidak berhasil, karena dia sendiri tidak berhasil membunuh burung itu, dia menyuruh warga untuk membunuh burung itu, maka ia perintahkan warga di sekitar kampung itu.

 “ Kalian harus membunuh burung itu karena burung itu  sudah begitu banyak balita yang ia habiskan,” kata Tua adat tersebut.

“Iya kami akan berusaha untuk membunuh burung tersebut,” kata warga di sekitar.

warga yang hidup di tempat itu berusaha untuk membunuh burung tersebut dengan cara menembak, dan berbagai cara juga yang mereka lakukan tapi itupun juga mereka tidak dapat membunuh burung tersebut Tua Adatpun menyesal.

Ada Seorang Tua Adat yang datang dari Suku Kodi. Ia adalah penatang di Desa tersebut. Ia pun juga mendengar tentang burung kangka yang sulit dibunuh itu, maka ia meminta untuk membunuh burung tersebut tapi Tua Adat Ubbu Maleka tidak mau kalau dia yang akan membunuh burung tersebut. Karena dia hanya pendatang saja dari kampung lain.

“ Saya tidak setuju kalau dia yang membunuh burung itu, karena dia tidak berhak membunuh burung tersebut,” kata tua adat ubbu maleka.

“Kalau kamu tidak mau kalau saya yang membunuh burung itu tidak apa-apa,tetapi apakah dan kamu kasihan sudah begitu banyak balita yang ia habiskan,” kata tua adat kodi

            Amarah ketua Adat Ubbu maleka sudah mulai memuncak. Ia pun mengumpulkan kembali para  warga di sekitar untuk mencari cara untuk membunuh burung itu.

“ Sekali lagi saya katakan kalian harus berusaha untuk membunuh burung itu, dengan cara apa saja, dan ingat kalian harus kumpulkan pedang yang tajam dan bahkan tembak yang banyak untuk membunuh burung itu,” kata Tua Adat Ubbu Maleka.

“Iya kami akan berusaha lagi dengan kemampuan kami,” kata salah satu warga sekitar

            Mereka mulai bergegas untuk menyiapkan pedang dan juga tembak, untuk membunuh burung itu. Tiba saatnya mereka menembak burung itu dan menggunakan pedang mereka untuk melawan burung tersebut, namun mereka tetap juga kalah. Burung itu sangat kuat, karena begitu banyak warga yang ia lawan namun  burung itu tetap menang.

Hari demi hari mereka habiskan untuk melawan burung itu, namun  mereka tetap kalah karena burung itu sangat kuat. karena tidak bisa melawan burung itu lagi, mereka sudah  mulai menyerah. Akhirnya warga tersebut merasa, segera melaporkan kepada tua adat mereka. Ketika tua adat mendengar berita itu, dia sangat menyasal dan juga kecewa dengan mereka.

“Kita tidak punya cara lain lagi untuk membunuh burung tersebut, selain meminta tolong dari ketua adat Kodi ia bisa membunuh burung itu,” kata salah satu warga itu.

“Tidak, saya lagi yang akan turun tangan sendiri untuk membunuh burung itu,” kata si tua adat Maleka

Iapun turun tangan sendiri lagi untuk membunuh burung tersebut, dengan berbagai cara juga yang ia pakai namun burung itu tetap juga menang. Warga mulai memohon kepada tua adat Ubbu Maleka untuk meminta tua adat Kodi, untuk membunuh burung itu.

“Kami mohon pak,minta bantuan dari ketua adat kodi untuk membunuh burung itu, mungkin dia bisa membunuh burung itu. Kasihan anak kami tidak keluar dari rumah untuk bermain hanya karena burung itu,” kata seorang ibu dengan mengelu

“Ia pak, kami setuju dengan permintaan ibu ini,” kata warga yang lain.

Akhirnya tua adat pun menerima permintaan warga tersebut, dengan berkata

“Iya tapi harus ada syaratnya kalau dia yang membunuh burung itu,” kata tua adat lagi.

Wargapun mulai penasaran persyaratan apa yang ia ajukan supaya tua adat Kodi yang akan membunuh burung itu. Berhari-hari ia memikirkan caranya, akhirnya ia menyuruh salah satu warga untuk memanggil si Tua adat Kodi itu. Si tua adat Kodipun datang.Tua adat Ubbu Maleka sudah menyiapkan rencana agar tua adat menyanggupi tawaran itu, tua adat Kodi bertemu dengan tua adat dari kadengara  untuk saling beradu kekuatan.

“Kalau kamu memang punya kekuatan yang sangat ajaib, silakan kamu lawan dulu tua adat dari Kadengara,” kata si tua adat Lamboya

“Dengan kemampuan yang saya miliki, saya akan melawan  dia,” kata si tua adat Kodi

Keesokan harinya pergilah mereka ke tepi pantai Kerewei untuk menguji kekuatan mereka dengan membawa barang-barang keramat mereka untuk di uji. Akhirnya si Tua Adat Dari Kodi yang menang, terbukti bahwa tua adat kodi ini masih jauh lebih kuat dari kekuatan mereka.

Tidak ada seorang pun yang berani mengganggu tua adat Kodi dan juga menantangnya lagi. Warga di kampung Lamboya tersebut takut dengan dia.  Kekuatan yang ia miliki melebihi dari semua tua-tua adat yang ia lawan. Biarpun demikian, ia tetap menjalin hubungan yang baik dengan warga sekitar, dan warga asli Lamboya tersebut.

Melihat kekuatan si tua adat kodi tersebut, tua adat Maleka memerintahkan untuk membunuh burung itu karena tidak ada cara lain yang ia pakai untuk membunuh burung tersebut. Akhirnya ia menerima tawaran dari Tua Adat kodi tersebut.

“Kami tidak mampu membunuh burung itu, maka saya memberimu kesempatan untuk membunuh burung itu,” kata tua ada Ubbu Maleka

“Jika saya dapat membunuh burung itu apa imbalannya,” kata tua adat Kodi

“Kami akan memberimu tana, baik sawa, kebun maupun lahan yang banyak kelapanya,” jawab tua adat Ubbu Maleka

“Kalau begitu saya akan mencoba untuk membunu burung itu,” kata tua adat kodi

Tua adat Suku Kodi berhasil membunuh burung tersebut, dengan cara menunjuknya saat ia lewat. Burung itu langsung mati seketika. Wargapun tercengang melihat ia membunuh burung itu dengan sekejap.

“Ia memang sakti , dia dapat membunuh burung yang tidak di bunuh oleh tua adat lainnya,” kata warga setempat.

Tua Adat  Suku Kabba dari kodi berhasil membunuh burung itu. Akhirnya dia di berikan tanah tempat rumah, sawah, kebun, lahan yang banyak kelapanya. Atas perjanjiannya kepada tua adat Kodi. dia dapat hidup bahagia, senang di kampung Lamboya. Juga hidup rukun dengan warga lamboya dan juga tua-tua adat lainya.

 

 

 

Karya : Trovunce Wk