MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Trovince  Wole
Karya Trovince  Wole Kategori Inspiratif
dipublikasikan 19 Januari 2018
MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

 

MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

TROVINCE WOLE

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG

SEMESTER VII

Abstrak

Sebagai seorang guru di sekolah dasar (SD), tentu Anda pernah mengamati siswa-siswi di kelas tiba-tiba kurang motivasi belajar.Hal ini sering ditandai dengan sikap negatif, seperti malas mengerjakan tugas, tidak merespons pertanyaan guru, tidak mau memberi pendapat, berperan sebagai pengikut saja atau tidak punya inisiatif, dan mengganggu teman atau berkomentar yang menarik perhatian orang lain. Jika Anda mengalami salah satu hal tersebut, bisa dipastikan suasana kelas menjadi tidak menyenangkan. Bimbingan bagi siswa yang kurang motivasi belajar,Dalam proses pembelajaran siswa setiap guru mempunyai keinginan agar semua siswanya dapat memperoleh hasil belajar yang baik dan memuaskan

Kata Kunci: Motivasi, Belajar, Siswa, Sekolah Dasar

 

Pendahuluan

Indonesia yang berfalsafah Pancasila, memiliki tujuan pendidikan nasional pada khususnya dan pembangunan pada umumnya yaitu ingin menciptakan manusia seutuhnya, sangatlah tepat. Konsep Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, telah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap individu untuk mengembangkan hubungan dengan Tuhan, dengan alam lingkungan, dengan manusia lain, bahkan juga untuk mengembangkan cipta, rasa dan karsanya, jasmani maupun rohaninya secara integral.

Berkaitan dengan usaha yang menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, pemerintah Republik Indonesia telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan dengan berusaha keras untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Langkah konkritnya adalah dengan disusunnya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab.

Tujuan pendidikan tersebut di atas dapat dicapai melalui tiga macam jalur pendidikan yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Sedangkan pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Melalui tiga macam pendidikan tersebut di atas, diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat dicapai sehingga akan tercipta sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas.

Salah satu yang menunjang tercapainya tujuan adalah terciptanya pembelajaran yang efektif, efisien serta menyenangkan bagi siswa, sehingga pembelajaran yang di berikan akan menjadi bermakna bagi siswa. Namun, jika peserta didik memiliki minat yang rendah terhadap proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan maksimal. Oleh karena itu di perlukan motivasi yang kuat bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Dalam proses belajar, motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak kesulitan. Motivasi juga ditunjukkan melalui intensitas unjuk kerja dalam melakukan suatu tugas. McClelland (Sutikno, 2007 :23)  “menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar.”

Pada saat ini kita melihat semangat siswa untuk belajar sungguh sangat rendah. hal itu di tandai dengan rendahnya hasil belajar yang di capai siswa pada semua mata pelajaran yang mereka pelajari. Sehingga pembelajaran yang di berikan guru tidak menunjukkan hasil yang maksimal terhadap tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan guru. Selain itu siswa sering bolos dalam belajar merupakan salah satu penyebab dari kurangnya minat mereka dalam belajar. Jika hal ini di biarkan terus menerus tentu saja akan berdampak buruk terhadap masa depan mereka. Jika hal ini terjadi maka tujuan Pendidikan Nasional tidak akan tercapai. Berdasarkan fenomena tersebut, maka penulis tertarik untuk memaparkan tulisan ini tentang upaya untuk memotivasi siswa dalam belajar, sehingga minat siswa dalam belajar dapat lebih meningkat.

BAGIAN INTI

  1. Pengertian Motivasi

Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald (Sondang, 2002 : 35) , “motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.”

Salah satu faktor kesulitan dalam belajar adalah kurangnya motivasi belajar dalam diri siswa Sebagai petanda bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar dapat diketahui dari berbagai jenis masalah sebagai berikut: (1)Hasil belajarnya rendah, dibawah rata-rata kelas,(2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukannya, (3)Menunjukkan sikap yang kurang wajar, suka menentang, dusta, tidak mau menyelesaikan tugas-tugas dan sebagainya, (4)Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti suka membolos, suka mengganggu teman dan sebagainya, (5)Kemampuan Rendah (slow learner), (6)Materi belajar terlalu rendah, (7)Bakat dan minat tidak sesuai sebab tejadinya masalah belajar yang dialami siswa disekolah dapat dideteksi antara lain Kurangnya Motivasi Belajar.

Motivasi merupakan unsur penting dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, tanpa adanya motivasi yang tinggi siswa akan mengalami kesulitan belajar karena sikap masa bodohnya. Maka, guru pembimbing (BK) harus memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa untuk belajar dengan baik dan efisien, menyajikan pelajaran dengan cara yang menyenangkan, serta merangsang motif belajar anak. Yang sebelumnya dilakukan pengumpulan data tentang diri siswa secara lengkap.

  1. B. Macam-macam Motivasi Belajar 

(1)Motivas Intrinsik, Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau motivasi yang sebenarnya, yang timbul dari siswa, misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, mengembangkan sikap untuk berhasil,(2)Motivasi Ekstrinsik,Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik diperlukan di sekolah sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Kalau keadaan ini, siswa bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar. Guru berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.

  1. Faktor Penyebab Kurangnya Motivasi Belajar

 Pertama Faktor diri-sendiri, (1)Tidak punya cita-cita yang jelas. Tanpa cita-cita, tak akan ada mimpi yang ingin diwujudkan. Cita-cita adalah target yang harus dicapai dan arah yang harus dituju. Untuk apa belajar jika tak ada cita yang didamba. Itulah yang sering dialami sebagian orang. (2)Tidak percaya diri. Orang yang merasa dirinya tidak pintar, telat mikir, dan sejenisnya akan segan ketika harus belajar. Mereka tidak percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Apalagi ketika mereka membanding-bandingkan dengan kemampuan teman-temannya yang dianggap lebih pintar. Perasaan minder itu akan semakin berkembang dan membuat mereka semakin malas belajar.

Kedua Faktor Lingkungan, Pergaulan yang tidak mendukung. Dengan siapa kita bergaul menentukan akan menjadi apa diri kita nanti. Jika kita bergaul dengan orang yang lebih suka menghabiskan waktu untuk nongkrong, bermain-main, hura-hura dan sebagainya maka kita akan terbawa. Belajar akan menjadi hal terakhir yang akan dilakukan .

Ketiga Faktor Keluarga Keluarga yang tidak harmonis akan mengganggu konsentrasi belajar. Permasalahan keluarga akan “merusak suasana” dan membuat kondisi tidak nyaman. Dukungan dan bimbingan yang diharapkan dari keluarga pun tak ada. Mereka lebih sibuk memikirikan permasalahannya sendiri. Harapan orang tua yang terlalu tinggi atau rendah. Setiap orang tua pasti punya harapan kepada anak-anaknya. Bila harapan orang tua terlalu tinggi maka akan menjadi beban berat untuk anaknya.

Akhirnya si anak akan merasa terbebani dengan target dari orang tuanya. Adapun hal-hal yang diberikan agar anak memiliki motif belajar antara lain:  (1) Pemberian informasi tentang arti belajar bagi anak dengan menjelaskan tentang manfaat ilmu pengetahuan, (2) Pertemuan dengan orang tua, guru dan konselor yang membahas perlunya motivasi dan pengulangan kembali pelajaran (belajar dirumah), (3) Menempatkan murid dalam kelompok belajar agar anak ikut aktif dan menyesuaikan diri dalam proses belajar sehingga ada peningkatan prestasi belajar,(4) Pemberian tugas dan tanggung jawab di kelas agar anak terdorong menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tidak bermalas-malasan, (5) Konseling, dengan cara mengarahkan anak secara individual, tentang cara-cara mengisi waktu luang, seperti rekreasi menyalurkan hobi, kegiatan ekstra kurikuler yang bermanfaat, membangkitkan gairah belajar, disiplin pribadi dalam belajar, dan menanamkan kepercayaan pada diri sendiri. Hal ini diperlukan kerjasama dengan anak, orang tua, guru, dan guru pembimbing, (6) Saingan/Kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya, (7) Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

Penutup

Kesimpulan

Motivasi merupakan keadaan internal organisme yang mendorong untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan kedalam motivasi intrinsic dan ekstrinsik. Motivasi intrinsic merupakan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk belajar,misalnya perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut,apakah untuk kehidupannya masa depan siswa yang bersangkutan atau untuk yang lain. motivasi ekstrinsik merupakan keadaan yang dating dari individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah,peraturan atau tata tertib sekolah, keteladanan orangtua, guru merupakan contoh-contoh kongkret motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar.

Saran

Kita tanamkan disiplin diri dan mentalitas kerja keras kepada siswa. Kita yakinkan mereka bahwa sesuatu yang besar harus dimulai dengan usaha dan pengorbanan yang besar pula. Guru dalam pembelajaran hendaknya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa dalam mengikuti pelajaran akan tidak merasa bosan Dalam suasan pembelajaran guru hendaknya tidak pelit dalam memberikan penghargaan kepada siswa dalam rangka meningkatkanminat mereka dalam belajarGuru hendaknya selalu meningkatkan keterampilannya dalam mengajar dengan menyerap informasi baik secara formal maupun informal. Orangtua hendaknya selalu memperhatikan anaknya dalam belajar serta siap untuk membantu anak yang mengalami kesulitan belajar. Di harapkan kepada pemerintah untuk selalu melengkapi sarana pembelajaran yang secara tidak langsung akan menambah semangat siswa dalam belajar

Daftar Rujuk

Feriko. Prayogo . Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Moh. Surya. 1997. Motivasi dan Pembelajaran

Joni. Hendra.Peningkatan Belajar Siswa Sekolah Dasar

 

 

 

 

  • view 229