Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 16 Januari 2018   19:18 WIB
ARTIKEL KONSEPTUAL (DASAR PEMILIHAN METODE PEMBELAJARAN BAGI GURU)

DASAR PEMILIHAN METODE PEMBELAJARAN BAGI SEORANG GURU

Netriani Sukmawati Ube Pama

 

Mahasiswa Semester VII Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadyah Kupang

 

 

Abstrak

Guru perlu memperhatikan metode pembelajaran karena metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak dibenarkan sembarangan memilih metode pengajaran tanpa melalui pertimbangan yang matang. Adapun beberapa pertimbangan yang harus dilakukan oleh guru dalam rangka pemilihan metode pengajaran yaitu materi pembelajaran, kemampuan peserta didik, besar kelas, fasilitas, dan waktu.

 

Kata Kunci : dasar pemilihan, metode, pembelajaran, guru

 

Pendahuluan

Metode pembelajaran adalah teknik atau cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik di dalam kelas. Teknik atau cara yang digunakan guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak dibenarkan sembarangan memilih metode pengajaran tanpa melalui pertimbangan yang matang. Adapun beberapa pertimbangan yang harus dilakukan oleh guru dalam rangka pemilihan metode pengajaran diuraikan berikut ini.

Ahmadi (1997:53) mengemukakan Seorang guru harus memperhatikan syarat-syarat dalam penggunaan metode mengajar diantaranya adalah (1) Metode mengajar harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar peserta didik, (2) Metode mengajar harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian peserta didik, (3) Metode mengajar haru dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mewujudkan hasil karya, (4) Metode mengajar harus dapat merangsang keinginan peserta didik untuk belajar lebih lanjut serta melakukan eksplorasi dan inovasi (pembaharuan), (5) Metode mengajar harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi, (6) Metode mengajar harus dapat meniadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantikannya dengan pengalaman atau situasi yang nyata dan bertujuan, (7) Metode mengajar harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan

  1. Tujuan Pembelajaran

Setiap pelaksanaan pembelajaran tentu memiliki tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Tujuan pembelajaran adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat memengaruhi pemilihan metode yang akan digunakan oleh guru. Metode yang dipilih harus sesuai dengan taraf kemampuan yang akan dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian metode harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mampu menjadikan peserta didik meraih tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Secara hirearki tujuan itu bergerak dari yang rendah ke tinggi, yaitu tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran, kurikulum, institusional, dan pendidikan nasional. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran.

Metode yang dipilih guru harus sejalan dengan taraf kemampuan yang hendak diisi ke dalam diri setiap peserta didik. Artinya, metodelah yang harus tunduk pada kehendak tujuan dan bukan sebaliknya. Karena itu metode harus berupaya mencapai kemampuan yang dikehendaki oleh tujuan.

  1. Pengetahuan Awal Peserta Didik

Sebelum guru memberi materi pengajaran kepada peserta didik, guru dituntut untuk memahami pengetahuan awal peserta didik. Untuk memperoleh pengetahuan awal peserta didik, guru dapat melakukan pretes tertulis atau tanya jawab di awal pelajaran. Dengan demikian guru dapat menyusun strategi dan memilih metode pembelajaran yang tepat pada peserta didik.

  1. Bidang Studi atau Pokok Bahasan

Metode yang digunakan harus berorientasi pada masing-masing ranah (kognitif, afektif, psikomotor) yang terdapat dalam pokok bahasan. Misalnya, ranah psikomotorik lebih dominan dalam pokok bahasan tertentu sehingga metode demonstrasi dibutuhkan. Karena itu, peserta didik berkesempatan mendemonstrasikan materi secara bergiliran di dalam kelas atau lapangan. Dengan demikian, metode yang kita pergunakan tidak terlepas dari bentuk dan muatan materi dalam pokok bahasan yang disampaikan kepada peserta didik.

  1. Alokasi Waktu

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga harus memperhitungkan ketersediaan waktu. Salah satu rancangan belajar yang baik adalah penggunaan alokasi waktu yang dihitung secara terperinci. Hal ini bertujuan agar pembelajaran berjalan dengan dinamis dan tidak ada waktu terbuang tanpa arti. Untuk materi yang banyak dan disajikan dalam waktu yang singkat memerlukan metode yang berbeda dengan bahan penyajian yang relatif sedikit, tetapi waktu penyajian yang relatif cukup banyak.

  1. Faktor Materi Pelajaran

Materi pelajaran dapat berupa fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Setiap jenis materi yang dimaksud tentu memerlukan metode yang tidak sama. Materi pembelajaran yang berbentuk fakta tentu berbeda dengan materi pembelajaran yang berbentuk prosedur. Pada bagian ini hal yang perlu diperhatikan dalam materi pembelajaran adalah apa materinya, seberapa banyak, dan bagaimana tingkat kesulitan materi yang hendak dipelajari.

  1. Jumlah Peserta Didik dan Karakteristiknya

Idealnya metode yang hendak diterapkan di dalam kelas harus melalui pertimbangan jumlah peserta didik yang hadir, memang ada rasio guru dan peserta didik agar proses pembelajaran efektif. Ukuran kelas menentukan keberhasilan pengelolaan kelas dan penyampaian materi.

  1. Pengalaman Pengajar

Memilih suatu metode pembelajaran pun harus menimbang kesanggupan guru. Latar belakang pendidikan guru diakui memengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Selain itu pemilihan metode pengajaran ini juga dipengaruhi oleh seberapa besar kompetensi guru dalam menguasai materi ajar yang akan disajikan kepada peserta didik.

  1. Fasilitas

Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar peserta didik di sekolah. Fasilitas ini dapat berupa alat, sarana, dan media yang tersedia di suatu sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan memengaruhi pemilihan metode mengajar. Manakala sekolah mengalami keterbatasan dalam penyediaan fasilitas pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran merupakan jalan keluar yang paling relevan agar pembelajaran tetap menarik, menyenangkan, dan dapat member goal yang ingin dicapai.

  1. Situasi

Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan situasi belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Situasi kegiatan pembelajaran yang diciptakan guru harus berbeda dalam setiap waktu. Hal ini untuk menghindari tingkat kejenuhan peserta didik dalam menerima materi pelajaran. Untuk itu guru harus pandai dalam memilih metode pengajaran yang sesuai dengan situasi yang diciptakannya itu. Di suatu waktu dengan situasi yang ramai, bising, guru tidak tepat jika menggunakan metode ceramah, namun pada situasi yang lain, guru memerlukan ceramah.

  1. Karakteristik Metode yang Dipilih

Metode yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sangat banyak macamnya atau bervariasi dan setiap metode itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam menetapkan metode adalah mengetahui kebaikan dan kelemahan metode yang digunakan dan cara penerapannya. Hal ini dapat diketahui dari ciri-ciri umum, peranan dan manfaat yang ada pada setiap metode, yang membedakan antara metode yang satu dengan yang lainnya.

 

Penutup

Dasar pemilihan metode pembelajaran bagi seorang guru harus mempertimbangkan kriteria pemilihan metode (Slameto 2003:98) dan syarat-syarat penggunaan metode mengajar. Karena pemilihan metode pembelajaran akan sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

 

Ahmadi dan Prasetyo. 1997.   Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Murtadlo dan Aqib.  2016. Kumpulan Metode Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Bandung:  Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Karya : Netriani Sukmawati Ube Pama