BAPAK PRESIDEN SAYA JUGA (drama)

Netriani Sukmawati Ube Pama
Karya Netriani Sukmawati Ube Pama Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 Januari 2018
BAPAK PRESIDEN SAYA JUGA (drama)



Bapak Presiden Saya Juga
(Suatu siang Ibu ambu mengutarakan keinginannya kepada sang suami untuk berkunjung ke kabupaten Sumba Barat Daya agar dapat bertemu langsung dengan Pak Joko Widodo.)
Ibu Ambu : Pa…nanti kita pergi di Sumba Barat Daya pergi lihat Pak Jokowi e. (Menghampiri sang suami yang sedang duduk sambil mengisap rokok)
Suami : Iya Ma…tanggal berapa kita pergi? (Menatap istrinya)
Ibu Ambu : Tanggal 12 nanti, kita ajak mama Jeferson supaya sama-sama pergi di Sumba Barat Daya.
Suami : Mama pergi kasih tahu sudah sekarang.
(Sore harinya Ibu Ambu berkunjung ke rumah Ibu Dea, sang ipar. Kedatangannya tak lain untuk mengajak Ibu Dea dengan suami dan anaknya agar bersama-sama pergi ke kabupaten Sumba Barat Daya untuk menyaksikan acara festival tenun ikat se-Sumba dan penutupan parade 1001 kuda sandalwood yang dihadiri oleh Pak Joko Widodo.)
Ibu Ambu : Mama Jeferson…ada buat apa? ( tiba di rumah Ibu Dea)
Ibu Dea : Baru habis kasih mandi Umbu Jeferson. Ada perlu apa Rambu.
Ibu Ambu : Mari kita pergi di Sumba Barat Daya. Pergi nonton festival, Pak Jokowi ada datang.
Ibu Dea : Iya mari kita pergi, tapi saya kasih tahu Bapa Jeferson dulu pasti dia mau ikut.
Ibu Ambu : Betul e, kalau begitu saya pulang dulu.
(Pagi yang ditunggu telah tiba. Ibu Ambu berdandan dengan begitu cantik menunjukkan kekhasan perempuan Sumba.)
Ibu Ambu : Pa.. Mama sudah cantik ko? (Berdiri di depan cermin)
Suami : Mama cantik sekali papa jadi pangling hahahahaha. (Menatap istrinya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Tiba-tiba pintu rumah di ketok dari luar dan tamunya tak lain adalah Ibu Dea bersama suami dan anaknya. Ibu Ambu juga suaminya segera keluar dari kamar dan membukakan pintu.)
Ibu Dea : Kalian berdua sudah siap ko? (Berdiri di depan pintu)
Ibu Ambu : Sudah siaplah dari tadi malah.
(Setelah semuanya beres mereka langsung bergegas pergi ke lokasi festival. Didalam perjalanan ibu ambu tak henti-hentinya berguman.)
Ibu Ambu : Sebentar saya harus foto dengan Pak Jokowi. (Berkata dalam hati)
(Panggung ramai seperti suasana pameran pada umumnya dan terlihat banyak orang disana. Rombongan keluarga Ibu Ambu masuk dari sudut panggung). Siang harinya mereka tiba dilokasi festival itu.
Ibu Ambu : Dimana Pak Presiden Jokowi?
(Ia mencari dan terus mencari, Tanpa berpikir panjang Ibu Ambu memberanikan diri untuk menerobos orang-orang yang sudah ada di depannya. Namun naas, Ibu Ambu terjatuh karena didorong oleh salah seorang yang sudah terlebih dahulu menempati tempat tersebut.)
Ibu Ambu : Bapak presiden, saya juga…foto sama presiden. (Berteriak berkali-kali).
Pak Jokowi : Monggo berdiri di sebelah saya. (Melihat dan member isyarat agar Ibu Ambu diperkenankan foto bersama dirinya).
Ibu Ambu : Terimakasih Pak sudah memberi saya kesempatan foto sama Bapak. (Tersenyum dan Memberi salam).
Pak Jokowi : Iya sama-sama.
(Usai foto bersama Pak Jokowi Ibu Ambu dan suami beserta keluarganya segera bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya ia memuji sosok sang presiden.)
Ibu Ambu : Pak Jokowi ini sosok presiden yang mau membaur dengan rakyat kecil. Dia presiden yang mau merasakan bau keringat rakyatnya. Yang tangannya tak sungkan menyentuh kulit kasar rakyatnya. Hari ini sebagian anak bangsa tidak merasa disepelekan lagi dengan kunjungan seorang presiden. Apa yang dilakukan oleh presiden bukan pencitraan. Tapi ini yang dinamakan kerja, kerja dan kerja.
Ibu Dea : Mudah-mudahan kedatangan Pak Jokowi ke Sumba kali ini bisa menjadikan beliau sebagai duta merek untuk produk-produk unggulan lokal Sumba.
Para Suami : Semoga! (Kompak.)

  • view 37