Untuk Ibuku, Ibumu, dan Ibu kalian

Triska Saragi
Karya Triska Saragi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Desember 2016
Untuk Ibuku, Ibumu, dan Ibu kalian

Jakarta, 22 Desember 2016

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيْرًا 

Aamiin..

Hari untuk Ibu adalah setiap hari sejak aku, kamu dan kalian dilahirkan karena pada saat itu Ibu resmi menjadi Ibu, begitu juga untuk Bapak.

Ibu juga bisa disematkan kepada Ibu yang bukan melahirkan aku, kamu dan kalian, karena Ibu ini mencurahkan kasih sayang tulusnya 'yang sejak saat itu' menganggap aku, kamu, dan kalian sebagai anaknya. (Ibu Guru, Ibu Angkat, Ibu Mertua, dsb).

Hari ini adalah hari 'Reminder' untuk Ibu bagi semua anak di dunia dengan beragam kesibukan, jarak dan waktu terbatas yang masih terlewat bahkan lupa kalau Sang Ibu juga membutuhkan perhatian. 

Perhatian, Ya Perhatian! Tampaknya kata ini sederhana tetapi tidak semua mampu melakukannya, bahkan Allah Swt tak mengizinkan sang anak memberikan perhatian, karena tanpa di sadari ini adalah salah satu kenikmatan di dunia yang sudah dicabut. (Birrul walidain, salah satu amalan utama) padahal bisa terhindar dari malapetaka jika tetap berbakti kepada orang tua. Jika telah menyadari tak pernah memperhatikan orang tua sendiri, segera minta maaf dan mendekatkan diri, karena ridho orang tua adalah ridho Allah Swt.

Dan perhatian itu sendiri beragam, bisa disampaikan kepada Allah Swt langsung (Doa), bersedekah/berkurban atas nama Ibu dan bisa kepada Ibu langsung dengan menanyakan kabar, memberikan hadiah (benda/cash/transfer), mendengarkan keluh kesah, mengajaknya bercerita, bercanda, berdebat manja, makan bersama, berlaku romantis dan terkadang perhatian itu juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan Ibu. Harus ditanyakan, aktif itu karena peduli, jangan pasif ya? (Kalau Ibu pasif mungkin aku, kamu dan kalian tak akan pernah tumbuh sebaik ini).

Misalnya, Kalau menanyakan Ibu butuh apa? Lalu Ibu butuh harta benda, mungkin bagi anaknya yang belum berkecukupan bisa memberikan pengertian, atau berikan yang mampu terlebih dahulu. Kalau Ibu butuh Mantu, walau kadang sulit, masih bisa kok meminta balik kepada Ibu untuk didoakan olehnya, paling ampuh dan aman (boleh dicoba). Kalau Ibu butuh pulsa, dan No.HP nya berbeda, dipastikan itu Ibu aku, kamu dan kalian atau Ibu jadi-jadian? hehehe (Kidding).

Satu hal lagi yang harus dimengerti, tidak membuat Ibu susah pun salah satu perhatian yang sangat teramat dibutuhkan, ingat sekali lagi, jangan membuat Ibu susah! Jika tak sanggup membahagiakan! 

Misalnya, Ibu disusahkan dengan anak yang sangat suka membangkang. Ada juga Ibu yang masih disusahkan oleh rumah tangga anaknya bahkan harus merawat cucunya lalu sang anak menghilang dengan rumah tangga barunya, dsb. Apakah pantas? Bagi anak yang bijak, tidak akan mampu melakukannya, semoga bukan aku, kamu dan kalian ya? Kalau pernah membuat Ibu susah, segera sadari dan berubahlah.

Ingat kapan terakhir Ibu tersenyum dan tertawa karena aku, kamu dan kalian? Dan kapan terakhir mengatakan sayang kepadanya? Bagi yang belum pernah dan sekali lagi jangan malu. Bisa diusahakan, karena bisa saja aku, kamu dan kalian tak lama didunia dan sebaliknya, waktu ini sangat singkat.

Bahagia menurut Ibuku "asal Kalian bagus-bagus yang bersaudara dan bisa jadi orang (Sukses) itu sudah buat bahagia". Itu memang, tetapi sebenarnya ada hal lain, Mohon Ibu jangan sampai dilupakan, karena Ibu tak ingin kehilangan 1 hari pun kabar anaknya dan tak akan pernah bosan untuk diperhatikan.

Kalau masih ada yang menelantarkan orang tua atau menempatkan orang tuanya di Panti (sah-sah saja bagi yang sependapat) tetapi mohon dipikirkan kembali, seandainya aku, kamu dan kalian tua nanti apakah sanggup hati? Semoga tidak! Jangan keras hati dan coba pandangilah wajah tua lelahnya, itu pun disebabkan karena telah berusaha maksimal untuk anaknya hidup layak. Untuk Ibuku, Ibumu dan Ibu kalian hanya ingin diperhatikan! Mulailah dari sekarang.

Semoga aku, kamu dan kalian bisa selalu berbakti kepada Orang Tua. Apa pun bentuknya!  

  • view 464