Harga Sang Pendengar Emas

Triska Saragi
Karya Triska Saragi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Oktober 2016
Harga Sang Pendengar Emas

Jakarta, 13 Oktober 2016

Catatan Malam

Harga Sang Pendengar Emas

Sebesar apa pun tebing menghadang pasti bisa dihadapi, bukan karena kesombongan, hanya perlu kerendahan hati dan keyakinan kepada Allah Swt yang selalu memudahkan langkah dengan berbagai usaha dan doa.

Tentunya tiap-tiap kita mempunyai tantangan terhebat dalam hidup masing-masing, menyesali, sampai menangisi takdir, pasrah dan tak berdaya, bahkan mengalami titik terendah dalam hidup (Pernahkah?).

Jika ada seseorang mempercayakan kita untuk mendengarkan kisahnya, sebagai pendengar kita tidak boleh meremehkannya, menghinanya, menghakiminya atau berkomentar apa saja yang tidak diperlukannya, cukup menjadi pendengar yang baik (Coba saja) dan memberikan nasehat terbaik karena ada banyak manfaat dan makna yang bisa di ambil.

Seperti kisah sesorang petani tua di suatu pedesaan yang pernah saya kunjungi, (Jawa Tengah) pernah bercerita mengenai pengalaman hebat dan sulitnya hingga mampu menyekolahkan anak-anaknya dengan banyak prestasi, kalau dilihat dari perjuangannya itu bagaikan seseorang dengan skill berenang yang belum mumpuni bahkan tak punya media apa pun untuk menyebrangi lautan samudera, namun kegigihannya yang tak pernah berhenti lalu bisa sampai? Siapa yang percaya? Namun itulah yang dilakukannya dan hasilnya sudah tentu WOW!

Untuk cita-cita ia hampir menggapai langit dan untuk kesahajaan hidup, ia sudah menyentuh dasar laut. Terharu!

Maknanya saya bisa bercermin kalau saya belum sehebat itu, Ibadah saja masih belajar tepat waktu, Bekerja saja selalu memimpikan liburan, Membaca saja masih suka mengantuk, apalagi Menulis yang saya gemari saja masih malas-malasan, Menggambar saja masih menunggu good mood, berbuat baik juga masih mikir ini-itu. How Bad! Begitu besar cermin terpampang, bukan? Lalu kapan lagi saya bisa segigih itu kalau bukan segera?

Dan masih banyak kisah-kisah menarik lainnya disekitar kita, sebagai pendengar beberapa kisah perjalanan lika liku kehidupan orang lain itu seperti mendapatkan bongkahan-bongkahan Emas karena ada waktu yang tidak bisa diputar atas pengalaman orang, ada perjuangan yang materil dan non materil yang tak perlu di bayar/hadapi tetapi dengan singkat bisa didapatkan inilah mengapa disebut pengalaman adalah guru terbaik.

Sebagai pendengar Emas bayaran saya adalah pengalaman itu mampu mendewasakan dalam sekejap seperti melewati dimensi waktu dan seolah-olah kita yang menghadapi langsung (bagaimana jika aku?), membijakkan diri, melemaskan pemikiran yang kaku, meluluhkan hati yang keras, dan membaikkan diri dalam segi perilaku, dan hal positif lainnya.

Semoga yang kita dapat dari orang lain sangat menyerap baikknya, semoga bermanfaat dan semoga lagi yang dihaturkan untuk yang baik-baik, karena dengan Semoga...Semoga...apa pun bisa di Aamiinkan. Semoga ya....? :) :) :)

 

Terima kasih dan selamat malam

- Triska Putri Saragi -

  • view 244