Tujuh

Fany Trisfianti
Karya Fany Trisfianti Kategori Puisi
dipublikasikan 16 Februari 2016
Tujuh

Cuma tujuh,
Cuma sampai tujuh,
Untungnya cuma sampai tujuh,
Tak sampai berpuluh-puluh.

Kaku,
menunggui lidah yang kelu
untuk sekadar bilang setuju.

Tergugu,
mengupas lelucon tak lucu,
menontoni mimik yang seolah ngilu,
seolah digesek-gesek sembilu.

Terpaku,
merunuti rona yang memerah dadu,
tapi seketika mengelabu,
seperti digelayuti segumpal ragu,
lalu pura-pura bisu.


Sudah?

Belum?

Tunggu, katamu
Masih butuh tujuh.
Lagi-lagi tujuh.

Kali ini aku yang membisu, memerah dadu, sedikit ngilu, karena ini tak lucu.

Cukup tujuh,
cukup sampai tujuh,
jangan sampai berpuluh-puluh.