Lalu Apa?

Fany Trisfianti
Karya Fany Trisfianti Kategori Puisi
dipublikasikan 15 Februari 2016
Lalu Apa?

Pernahkah kau membisu,

saat mulutmu sebenarnya bisa kapan saja terbuka, bahkan menganga?

Memilih tak bergeming

Meredam bunyi dari rongga, pita, napas, gigi, dan lidah yang beradu

?

Mungkin ada kalanya diam cukup mewakili semua esensi

Mungkin memang diam lebih mudah dimengerti,

Bagi mereka yang tak pernah mau mengerti.

?

Pernahkah kau berdiri di satu titik,

dengan tapak yang tegak berpijak,

bahkan hampir tak bisa beranjak,

tetapi tatap sibuk melacak??

?

Sepasang bola dalam kelopakmu terus mencari titik lain

Secercah itu, yang walau dari kejauhan pun tetap terlihat berbinar

Setitik itu, yang biarpun tak berdimensi tapi mampu menularkan pendar

Meredakan buncah di titik terdalammu.

?

Lalu apa?

?

Haruskah menjaga senyap? Sedang karsa makin mengakar.

Haruskah tetap mematung? Ketika tunas asa kian menjulang.

Atau mengimani bahwa bergerak menjanjikan perubahan,

Dan perubahan menjanjikan kebaikan?

?

Walau harus mengangsur langkah

Meski rentan membentur cibir yang sering terasa getir.

  • view 90