Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 14 Juni 2018   19:22 WIB
Tentang Kehilangan; Bagian Sebelas

Aku tak pernah mengira hari ini akan tiba. Ketika harapan harus ditarik dari langit-langit perasaan. Untuk direlakan, ditinggalkan kemudian dilupakan. Aku tak mengira Tuhan mengabulkan doa kita dengan cara ini. Maksudku, dengan cara yang tak pernah kita sangka.

Pagi sekali, aku mengantri di rumah sakit. Mengambilkan nomor antrian untukmu siang nanti. Hari ini, kita akan memeriksakan kandunganmu sekali lagi.

Sepanjang nomor antrian, aku tak bisa menjaga nafasku. Mamamu terus memberikan doa agar diberi yang terbaik. Aku menggenggam tanganmu ketika antrean jatuh pada nomor kita berdua.

Mohon maaf” kata dokter, “hasilnya negatif bu.”

Di ruang dokter poli kandungan, kita berdua masih berusaha menerima bahwa hasil lab yang diserahkan perawat adalah benar-benar nyata. Tidak ada dua garis merah. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di dalam perutmu.

“Tapi saya perlu memastikan” kata dokter lagi.

Tepat dua langkah di depanku, kamu terbaring di ranjang. Seorang perawat membantumu memasangkan alat. Dokter masih memeriksa sebuah monitor kecil didekatmu.

Dokter bilang beberapa jaringan dalam rahimmu sudah keluar. Aku tak begitu memahaminya. Namun itu nampaknya berhubungan dengan hasil negatif dari lab.

 “Apa sebabnya saya bisa keguguran dok?” tanyamu, seperti menyesali sesuatu, “apa karena saya bekerja?”

Dokter menggelengkan kepala.

“Ada banyak hal yang memengaruhi” Jawab dokter, “tapi bukan karena ibu bekerja.”

Kamu mengangguk-ngangguk dengan lambat. Aku memutuskan untuk tak bicara apa-apa.

Tiba-tiba aku ingat doaku malam itu. Doa agar diberikan yang terbaik untukmu. Keselamatan, keturunan, kelancaran dan semua kebaikan. Dan tentu, jawaban Tuhan untuk semua doa doa kita adalah “Ya.”

***

Baca lanjutannya di sini

Karya : Trias Abdullah