Tentang Permintaan Maaf

Tentang Permintaan Maaf

Trias Abdullah
Karya Trias Abdullah Kategori Project
dipublikasikan 03 Maret 2018
Terima Kasih

Terima Kasih


Awalnya, buku ini berbentuk cetak. Tapi karena hanya tersedia sepuluh eksemplar, banyak kawan-kawan lain yang tak bisa membaca dengan bebas. Jadilah buku ini saya publish dalam bentuk buku daring. Semoga tetap bisa dinikmati dengan baik.

Kategori Cerita Pendek

2.1 K Hak Cipta Terlindungi
Tentang Permintaan Maaf

Jika kamu bertanya tentang maaf. Barangkali hujan sangat mengerti apa maknanya:

Beberapa manusia gemar memaki hujan, menyayangkan kehadirannya, bahkan beberapa yang lain mengutuknya. Tapi hujan tak pernah marah, ia memaafkan. Hujan terus saja turun, menyirami tumbuhan, menjadi sesuatu yang bisa diminum manusia dan hewan.

Atau, mari tanyakan arti kata maaf pada anak SD yang memecahkan mainan kaca milik temannya:

Saat ia memecahkan mainan, barangkali ia tidak meminta maaf. Bibirnya kelu, matanya berkaca-kaca, tangannya kaku, kemudian lari dan pergi. Satu hari, dua hari ia tak mau menemani temannya lagi. Satu pekan kemudian, ia datang membawa mainan kaca yang ia beli dari hasil tabungannya selama seminggu. Lebih tepatnya bukan menabung, tapi tak jajan selama berhari-hari. Ia kemudian datang pada temannya membawa mainan kaca, menyerahkannya dengan malu-malu. “ini, aku ganti mainanmu.”.

Ia telah meminta maaf dengan caranya sendiri. Dengan perut yang lapar menahan rasa bersalah berhari-hari.

Tentang kata “maaf”, kini kisahnya tiba pada kita.

Kamu menempelkan banyak kata “maaf” di keningku. Bahkan aku tak ingat berapa kali kamu mengatakannya dalam satu periode, dan kata maaf untuk hal apa saja.

Kamu selalu meminta maaf. Sesuatu yang selalu aku beri sambil mengusap dada.

kang maaf saya ada agenda lain...” begitulah kira-kira kamu sering mengatakannya. Aku membacanya dalam huruf-huruf yang kaku dalam layar yang juga beku.

ya tidak apa-apa.” Aku bersembunyi dalam huruf-huruf kaku itu juga. Menganggap semua tak masalah, tak apa-apa.

Tidak semua kata maaf harus diucapkan, beberapa di antaranya harus ditunjukkan melalui perbuatan. Tak semua kata maaf juga sempat ditunjukkan, karena banyak orang bahkan memaafkan semua keburukan yang belum menimpa dirinya.

Yang terpenting dalam ungkapan maaf barangkali adalah perubahan perilaku dan perbaikan atas kesalahan. Bukan sekedar mengucapkan kata yang disusun dari dua huruf vokal dan dua huruf konsonan.

Ada banyak kata maaf untuk banyak kesalahan. Kesalahan yang sebenarnya adalah sebuah keniscayaan bagi manusia. Selama ada kesalahan, selama itu pula kata maaf akan digunakan.

Namun nampaknya tidak ada yang keliru soal banyak permintaan maaf. Karena hal itu membuatku berpikir barangkali aku yang seharusnya banyak meminta maaf; untuk banyak kesalahan yang kuingat, dan lebih banyak lagi kesalahan yang tidak kuingat

Layaknya kamu yang banyak meminta maaf, aku ingin pun mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya. Terima kasih untuk banyak kebaikan yang kuingat dan lebih banyak lagi terima kasih untuk kebaikan yang tidak kuingat.

  • view 144