Tak ada Syarat harus bersama untuk jadi Sahabat

Trias Abdullah
Karya Trias Abdullah Kategori Project
dipublikasikan 27 September 2017
Terima Kasih

Terima Kasih


Awalnya, buku ini berbentuk cetak. Tapi karena hanya tersedia sepuluh eksemplar, banyak kawan-kawan lain yang tak bisa membaca dengan bebas. Jadilah buku ini saya publish dalam bentuk buku daring. Semoga tetap bisa dinikmati dengan baik.

Kategori Cerita Pendek

1.9 K Hak Cipta Terlindungi
Tak ada Syarat harus bersama untuk jadi Sahabat

Barangkali ada banyak definisi tentang sahabat. Aku pun berpendapat begitu. Tapi setidaknya kubuat satu definisi sahabat untuk kalian.

Tidak seperti kebanyakan definisi sahabat. Kita tidak selalu bersama, lebih tepatnya nyaris selalu berpisah. Kita terpisah menjadi empat arah mata angin; utara, timur laut, tenggara, barat daya, atau apa saja.

Sahabat memang bukan tentang jarak yang memisahkan, atau tentang waktu yang punya persamaan irisan. Sama sekali bukan tentang itu. Persahabatan bagiku adalah saling mendukung, menyemangati dan saling mendoakan.

Aku nyaman dengan jenis persahabatan yang seperti ini. Sesekali berpapasan dan mengucapkan salam atau sekedar “hai!”. Persahabatan yang menghabiskan banyak waktu untuk saling memperbaharui kualitas diri masing-masing, bukan aktivitas yang dilakukan bersama-sama kemudian mengisinya dengan banyak canda dan tawa. Dengannya aku terus berkaca pada kalian semua. Sejauh mana jarak yang sudah kutempuh, dan sejauh mana kalian semua berlari dan akhirnya samar tak terlihat dari jauh.

Dengan cara seperti ini, bersahabat dengan kalian artinya menatap punggung-punggung yang tengah berlari kencang, menjauh meninggalkan banyak kebodohan di masa lalu.

Barangkali suatu ketika kita semua akan bertemu di satu tempat dalam acara yang mungkin saja sederhana. Mengenakan pakaian terbaik yang kita semua punya. Kemudian saling bertanya kabar satu sama lain, beberapa waktu di sela-selanya sambil bertukar gagasan dan kerinduan.

Kemudian barangkali kita nanti di masa depan akan rindu beberapa detik saja di awal kita semua bertemu; sebuah pertemuan yang biasa-biasa saja tanpa hal istimewa di dalamnya. Hanya mengucapkan salam, berkenalan, saling tersenyum, bertukar gagasan kemudian pulang seperti biasanya.

Namun barangkali bagiku persahabatan kita yang biasa-biasa, momen yang kita lewati dengan sederhana, adalah persahabatan yang istimewa.

Kita tak perlu menerbangkan lampion bersama-sama di malam yang spesial agar senyum kebahagiaan bisa selalu ada. Pun kita tak perlu naik balon udara mengelilingi kota kemudian menunjuk banyak tempat tempat di bawah kita dengan antusias; untuk mengingat kalau kita pernah merayakan kebahagiaan bersama. Dan tentu saja kita tak perlu naik roller coaster untuk meluapkan semua beban pikiran agar menguap larut dalam oksigen dan karbon dioksida yang melayang-layang di udara.

Bagiku, kalian adalah sahabat yang nyaris tak banyak melewati kejaran waktu bersama-sama, namun jika bertemu perasaan kita satu sama lain tak pernah berubah, apa adanya.

  • view 139