Ketika Raja Salman Jauh-jauh Datang

Trias Abdullah
Karya Trias Abdullah Kategori Lainnya
dipublikasikan 01 Maret 2017
Ketika Raja Salman Jauh-jauh Datang

Ilyas,  apakah kamu tahu kalau Raja Salman akan singgah ke Indonesia?

Ia akan mengunjungi negara kita, setelah beliau mengunjungi beberapa Asia sebelumnya.

Untuk apa?

Barangkali sekarang kamu menanyakan itu.

Akhir-akhir ini harga minyak dunia memang sedang tidak baik. Tahun 2014 lalu, harga minyak dunia masih 114 dolar per barel. Namun, di tengah tahun 2016, harganya merosot ke angka 44 dolar per barel.

Apa yang menjadikan harga minyak dunia merosot?

Konon, akibatnya karena inovasi pengeboran minyak di Dakota Utara dan Texas mengalami lonjakan produksi. Jumlah produksi minyak bumi ‘cukup banyak’ untuk menutupi kebutuhan minyak bumi di dunia.

Kamu tahu artinya?

Negara-negara yang mengandalkan sektor minyak sebagai pemasukan negara tak mendapatkan keuntungan seperti biasanya. Termasuk Arab Saudi. Artinya, mereka harus  melakukan sesuatu untuk menjaga negaranya tetap stabil.

Karenanya, Raja Arab mulai sibuk dan membuat sejumlah rencana. Mungkin salah satunya beliau mencetuskan sebuah program yang kita sebut sebagai ‘Visi Arab Saudi 2030’. Singkatnya, ‘Visi Arab Saudi 2030’ adalah program pemerintah Arab Saudi untuk menurunkan tingkat ketergantungan negara pada produksi minyak.

Mereka punya website khusus tentang ini. Alamatnya vision2030.gov.sa, di sana disebutkan tentang tiga arah program Visi Arab 2030;

  1. Vibrant Society (masyarakat yang bersemangat)
  2. A Thriving economy (Ekonomi yang berkembang pesat)
  3. An Ambitious Nation (Bangsa yang ambisius)

Dari semua paparan Visi Arab 2030, aku tak tahu bagaimana cara mereka menjalankan program ini. Namun, aku tahu kalau mereka sedang berusaha bekerja untuk menjaga negara mereka. Negara di mana dua kota suci bagi umat Islam berada.

Karenanya, mereka mendatangi banyak Negara. Untuk menjalin kerja sama, untuk mengumpulkan banyak peluang di dalamnya.

Bukan hanya peluang bisnis sebenarnya. Arab Saudi dan Negara kita rencananya akan menyepakati 10 nota kesepahaman di bidang kerja sama Islam, keamanan, kesehatan, budaya, pendidikan, investasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pertanian, penerbangan sipil dan perikanan.

Barangkali kini yang bisa kita lakukan adalah mendoakan agar proses kerja sama antar dua negara berjalan baik. Simbiosis Mutualisme. Mungkin itu bahasamu. Keadaan di mana dua pihak sama sama merasa diuntungkan, keadilan dihadirkan, saling curiga dihindarkan.

Agar ke depan dua kepentingan dari masing-masing negara bisa tercapai. Karena bukan saja Arab Saudi yang punya rencana besar tahun 2030 nanti. Indonesia pun punya visi besar. Kita sedang menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana pada saat yang sama negara kita tepat 100 tahun merdeka.

Karenanya, teruslah berdoa. Untuk kebaikan dua negara, untuk kebaikan kita semua.

Semoga Indonesia—negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan Arab Saudi yang di dalamnya ada dua kota suci yang mereka jaga, bisa mencapai kesepakatan yang maslahat untuk dua negara.

 

sumber gambar : http://cdn.c.photoshelter.com