Mengambil Pelajaran dari Hujan

Tri
Karya Tri  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2016
Mengambil Pelajaran dari Hujan

Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke luar kota dengan berkendara motor. Ditengah perjalanan, hujan turun dengan lebat, kemudian reda, lalu lebat lagi. Begitu terus, hingga beberapa kali. Saya pun berhenti beberapa kali untuk berteduh. Disitu saya berbincang dengan salah seorang yang juga senasib dengan saya. "Malah hujan ya mas, repot kalo begini terus, awet ujannya," salah seorang mereka?berkata. Kemudian seorang lainnya menyauti "iya, susah kalo ujan gini mah, susah mau kemana-mana", dan saya pun hanya tersenyum.

Saya hanya membayangkan, apa komentar orang-orang ini beberapa bulan yang lalu? Saat sulit air di mana-mana, belum lagi asap menyiksa pernapasan.

Yah, begitulah nasib sang hujan.?Mungkin ialah yang paling merasa dilema. Bagaimana tidak, ia jatuh atau tidak, ia tetap saja dikutuki.

Tapi hujan tetaplah hujan. Ia begitu romantis. Bagaimanapun itu, ia tetap saja turun sesuai dengan takdirnya, menumpahkan segenap rizki dari Yang Maha Mengatur, membawa kesuburan, membawa penghidupan, membawa kesejukan. Belum lagi kenangan-kenangan yang kembali bersama rintiknya hujan. Ah,?romantisnya Ia.

Bayangkan saat ia tak turun. Kekeringan di mana-mana, pohon-pohon kehilangan hijaunya, atau pak tani yang menangis karna sawahnya yang tak dapat ditanami. Belum lagi asap yang seolah menyergap berbagai daerah di penjuru negeri. Dan disitulah semua orang mulai berkata "kapan ya turun hujan?", kemudian ada yang mulai?mengeluh, ada pula yang mulai berusaha membuat hujan buatan, dan mulai berdoa. Yang pada akhirnya meluluhkannya untuk kembali turun bersama takdirNya.

Ah, begitulah hujan, ia teramat romantis. Dan darinya lah kita bisa belajar.?

Bahwa hidup itu bukan sekedar apa yang orang kata, tapi soal kebermanfaatan, hal baik apa yang?dapat kita suguhkan.

Bahwa hidup itu tentang memberi, tanpa perlu tau bagaimana akan kembali.

Dan hidup itu bagai hujan, yang mempercayakan segalanya pada Yang Maha Berencana, dan tetap hidup selaras dengan fitrahnya. Seperti hujan, yang tetap turun tanpa tapi.

  • view 281