Melumat Sang Tuan Rumah

Toni Al-Munawwar
Karya Toni Al-Munawwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 September 2017
Melumat Sang Tuan Rumah

Kemarin, kita telah berjuang mati-matian. Namun sayang, lawan kita memiliki tembok baja yang sulit ditembus. Berulang kali, pasukan kita membombardir dari segala penjuru, tapi tak kunjung bertemu hasil. Justru pasukan kita harus mengakui dan bertekuk lutut pada kegarangan lawan saat duel satu lawan satu. Memang, banyak diantara kita yang masih gugup pun belum lihai dalam menembak. Alhasil, setiap peluru yang dilontarkan tidak tepat sasaran. Sungguh keadaan yang merugikan, sehingga kita harus kehilangan banyak korban.

Tapi aku selalu percaya, sangat percaya, bahwa kekalahan kita kemarin bukanlah akhir dari segalanya. Yakinlah, bahwa esok seulas senyum akan merekah bak bunga yang indah. Iya, bukan? Hari itu telah tiba, hari di mana air mata berganti tawa. Saat kita melawat ke tuan rumah, kita yakin bahwa perang ini akan kita menangkan. membawa pulang secerca harapan. Bukan, begitu? Lalu apa yang terjadi? Pasukan kita begiu berapi-api, semangat berkobar membakar dan melumat habis lawan hingga terbirit-birit. Sang Tuan Rumah, yang awalnya akan sulit ditaklukan mengingat mereka memiliki pasukan andalan dan tak mudah dikalahkan, akhirnya mampu bertekuk lutut hanya dengan modal semangat dan keyakinan.

Congratulain for you!

  • view 35