Gara-Gara Pacaran Kesucian Melayang

Toni Al-Munawwar
Karya Toni Al-Munawwar Kategori Renungan
dipublikasikan 11 September 2017
Gara-Gara Pacaran Kesucian Melayang

Pacaran, memang masih sangat digandrungi oleh remaja masa kini. Seolah sudah menjadi gaya hidup yang tak dipisahkan. Mereka berdalih, bahwa pacaran adalah salah satu cara dalam mengekspresikan cinta. Benarkah, demikian? Jika kita menilik kisah cinta remaja, maka sudah bisa dipastikan bahwa cinta yang mereka miliki hanyalah sekadar dari "Cinta Monyet" belaka.

Sering kali anak-anak yang sudah kepincut pacaran, lupa akan pelajaran juga masa depannya sendiri.  Hal ini tentu akan merugikan generasi-generasi muda kita. Tak jarang pula, pacaran hanya dijadikan ajang untuk mengumbar kemesraan. Bahkan, tak tanggung-tanggung diumbar ditengah keramaian. Jika dibiarkan terus, maka kita akan kehilangan penerus bangsa yang mampu untuk memajukan negeri ini.

Lebih parahnya lagi, pacaran ini memicu sekaligus menjadi cikal bakal maraknya perzinahan dikalangan remaja. Padahal, dengan tegas Allah telah melarang untuk mendekati hal ini. Sebab, ia adalah perbuatan yang kotor sekaligus menjijikan. Imbasnya sangat di rasakan oleh perempuan. Sebab, mereka tidak bisa menyembunyikan perutnya yang terus membesar. Belum lagi menanggung beban malu keluarga dan terkadang harus putus sekolah lantaran malu. 

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' [17]: 32)

  • view 93