Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 4 September 2017   16:06 WIB
Manusia-Manusia Bedil

Akhir-akhir ini dunia sedang dihebohkan dengan peristiwa saudara kita yang nun jauh di sana. Betapa tidak, hampir setiap orang di belahan dunia ini menjadikannya buah bibir. Ada yang geram, mengecam, sedih dan juga miris melihat saudara kita yang diperlakukan bagaikan bangkai busuk yang dibiarkan berceceran di tengah jalan.

Sungguh, tak kuasa hati membaca, mendengar, pun melihat tragedi yang menimpa mereka semua wara-wiri di jagat maya. Setiap dari kita, pasti akan menitikan air mata, sebab begitu tak pantasnya saudara-saudara kita diperlakukan demikian. Salah apa seorang bayi yang baru lahir, sampai-sampai ia juga harus direnggut kehidupannya? Bayi tetaplah bayi, ia tak mampu berbuat apa-apa, belum mengerti apa-apa, hanya mampu tersenyum dan tertawa. Tetapi, mengapa hidupnya sudah harus diambil kembali? Hidup dan mati bukan ada ditangan manusia, lalu mengapa ada manusia yang bertindak seakan-akan dia punya kuasa menghidupkan dan mematikan seseorang dengan menghujani mereka dengan bedil tak berkesudahan?

Dear saudaraku nun jauh di sana,

Kita memang berbeda negara, tetapi kau adalah saudaraku dalam agama. Meski jauh, diri ini pun bisa ikut mendengar setiap rintihanmu, ikut menangis melihat segala penderitaan yang kau terima. Percayalah saudaraku, kepulanganmu ini akan dihadiahi oleh-Nya dengan surga sebab kamu membawa iman di dada.

Dear saudaraku nun jauh di sana,

Maafkanlah diri ini, yang tak bisa hadir menemani, ada disampingmu, saat bedil-bedil itu menggerogoti denyut nadi ayah, ibu, anak, bahkan juga dirimu sendiri.

Dear saudaraku nun jauh di sana,

Yakinlah, bahwa pertolongan-Nya akan segera tiba. Tak perlu engkau takut lagi. Sebab, tak ada satupun tentara yang mampu mengalahkan tentaranya Allah. Kita semua berdoa unmtukmu.

Dear saudaraku nun jauh di sana,

Tetaplah kuat dan bersabar, karena Allah ada bersama kamu, aku, dan kita semua

Karya : Toni Al-Munawwar