Saya Belum Merdeka

Toni Al-Munawwar
Karya Toni Al-Munawwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Agustus 2017
Saya Belum Merdeka

Tepat tanggal 17 Agustus kemarin, negeri tercinta ini berulang tahun yang ke 72 tahun. Tentu ini bukan sebuah angka yang kecil, ini merupakan angka yang sudah cukup matang bagi bangsa ini mengingat perjuangan para pendahulu yang tiada pernah lekang tergerus zaman. Banyak orang yang berbondong-bondong sekaligus bersuka ria menyambut dan merayakan ulang tahun ke 72 ini dengan berbagai lomba yang diadakan oleh berbagai daerah. Ya, suatu bentuk rasa syukur sekaligus mengingat, mengenang, pun menghargai jasa para pejuang kita dahulu yang rela bertumpah darah jiwa dan raga. Bukan, begitu?

Namun, ditengah hiruk-pikuk kemeriahan perayaan ulang tahun bangsa ini, ternyata diri ini masih jauh dari kata merdeka. Bahkan, sangat jauh. Apakah ini benar? Ya, ini benar bahwa diri ini masih terlampau jauh untuk merenggut kata merdeka.
Kenapa?

Sebab, diri ini masih dijajah dan dibelenggu oleh kemalasan sehingga kebodohan pun berkuasa tanpa pernah berkesudahan. Sungguh menyedihkan! Di saat bangsa ini bersuka cita, diri ini masih terbenggu dan dikekang kebodohan. Betapa ini sangat mengerikan. Sebab, kita tak bisa bangkit menyong masa depan karena dijajah terus oleh kemalasan. Tiada yang bisa dilakukan bila rasa malas masih terus mengikat diri. Kesuksesan pun akan sulit diraih.

Ya, negeri ini memang sudah merdeka 72 tahun lalu. Namun, tidak dengan diri ini yang hingga detik ini masih saja begitu bodoh akibat dijajah rasa malas. Bila terus seperti ini, maka yang akan terjadi adalah sebuah kehancuran masa depan. Padahal, kita semua tahu, semua orang ingin melihat masa depannya jauh lebih ceria. Bukan, begitu?

Tetapi, bila kita sampai saat ini masih dijajah oleh kebodohan, bagaimana masa depan akan cerah? Sungguh, kebodohan yang menggerogoti diri diri akan ikut juga mengerogoti negeri ini. Sehingga negara kita tercinta ini tak bisa maju untuk selamanya. Nah, sebelum kita berpikir terlalu jauh tentang majunya bangsa ini, jauh lebih baik kita majukan diri ini terlebih dahulu. Caranya? Bebaskan diri kita dari kebodohan. membebaskan diri dari kebodohan merupakan makna merdeka bagi diri ini pribadi.

  • view 26