Ukhti, Masa Kamu Kalah Sama Makanan yang di Bungkus

Toni Al-Munawwar
Karya Toni Al-Munawwar Kategori Motivasi
dipublikasikan 2 bulan lalu
Ukhti, Masa Kamu Kalah Sama Makanan yang di Bungkus

Pernah lihat makanan yang terbungkus dan enggak? Apa yang kamu pikirkan ketika melihatnya? Makanan, yang terbungkus lebih higienis, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan, yang tidak terbungkus, banyak dihinggapi kuman maupun lalat yang bertebangan. Bukan, begitu? Sehingga rentan mengandung berbagai penyakit.
Sama halnya dengan wanita yang berhijab dengan tidak berhijab. Lebih aman mana? Wanita yang menutup auratnya akan lebih aman dari godaan lalat-lalat hidung belang yang nggak punya kerjaan selain godain cewek. Sebab, dia membungkus dirinya (baca; menutup aurat), agar terlindung dari lalat-lalat jahat yang berkeliaran.
Sebaliknya, wanita yang tidak menutup aurat cenderung mempertontonkan bentuk tubuhnya sehingga mengumbar nafsu. Jadi, jangan heran bila banyak lelaki yang menggodanya. Sebab, dia sendiri yang mengundang lelaki itu untuk datang. Seperti halnya makanan yang tidak terbungkus akan mengundang serangga untuk menghampirinya lalu menjamahnya. Alhasil, makanan ini tidak bersih dan aman lagi untuk dikonsumsi. Karena banyak penyakit.
Begitu juga wanita yang tidak menutup tubuhnya akan mudah dijamah oleh lalat-lalat hidung belang. Sampai akhirnya, dia disetubuhi secara bergiliran. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi. Pemicunya ialah sang perempuan senang bila tubuhnya itu dilirik oleh lelaki hidung belang. Jika, sudah kotor siapa yang rugi?
Banyak pihak yang dirugikan. Orangtua, keluarga bahkan diri sendiri harus menanggung malu tak terperikan akibat ulah si lalat. Seandainya, wanita itu mau menjaga diri dan kehormatannya sendiri dengan menutup auratnya mungkin kasus seperti ini bisa diminimalisir. Bagian tubuh yang boleh dilihat hanya muka dan telapak tangan. Selebihnya, harus dibungkus (ditutupi) agar tidak mengundang nafsu untuk menghampiri.
Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [an-Nûr/24:31]
 
Sumber Gambar : Klik  di sini

Dilihat 89