Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Wisata 1 Agustus 2018   23:24 WIB
MY JOURNEY IN BELITUNG : ANTARA AKU, BULU BABI DAN KEINDAHAN BAWAH LAUT

Si Jok, kawan kuliah saya dulu di Bandung, setelah wisuda dia kembali ke kampung asalnya Belitong Nama aslinya bukan Jok tapi Sutrisno.

Dulu ada dosen yang bilang ke dia “kamu orang sumatra kok namanya sutrisno, kirain orang jawa”

Loh ? suka-suka orang tuanya dong, emangnya situ ikut donasi? Bantuin bikin akte? Kan engga !!!. Kata saya pada dosen itu yang tentunya dia nggak denger karena saya bilang di dalam hati.  Klo nanti anak saya diberi nama April tapi lahirnya Juli ya suka-suka saya juga.

“Jok, urang ke belitung ya !” urang itu artinya aku

“Oh, boleh Yo, segera pesen tiketnya nanti tenang kalo udah disinimah ada aku”

“Oke sip, Aku padamu ya kata St12 juga !”

“haha … Sama siapa kesininya ?” tanya Jok

“sendiri …sendiri ku diam, diam dan merenung”

“Rieut maneh yo?” kata jok menyindir saya pake bahasa sunda, ternyata ini mahluk sumatra masih bisa bahasa sunda.

Jok nggak paham, harusnya saya kirim dia voicenote trus suaranya diserak-serakin biar dia tahu kalau saya sedang jawab pertanyaan dia pake lagu chakrakhan

Skippp!

Berangkatlah saya sendiri ke belitung.

#belitung

Jok menemukan saya diantara kerumunan banyak orang, tadinya pengen sih nanya “kok bisa sih tau urang dimana ?”

Lalu jok jawab pake lagu Maudi Ayunda

“dan kau ada diantara miliaran manusia, dan ku bisa .. dengan radarku … menemukanmu”

Kami berdua segera pergi meninggalkan bandara, menuju rumah jok yang nan jauh dimato…

Tidur sebentar lalu kami segera pergi ke  dermaga tanjung kelayang, jok sih bilang kalo tempat ini helipad. “Yasudah nanti kalo saya sudah punya helikopter saya parkir disana”

Kami mengitari tepi pantai seakan-akan setiap langkah kami ada lagu caffeine.

  • Berjalan di tepi pantai, tertiup angin berhembus, , sejukkan hati, damaikan diri … tepung beras rosebrand …..

Jok mengajak saya panjat-panjat batu yang besar.

“Jok kamu ajak urang naik batu melulu, lain kali ajak urang naik haji”

“haha aamiin yo!”

Lalu, takjublah saya diatas bebatuan besar itu, di belai angin lembut lalu bersyukur. Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan wahai tiyo subastian, teruslah berpergian karena berpergian memang tidak menambah uang tapi menambah syukur. Uang yang kita pakai akan terganti, tapi waktu yang berlalu tidak bisa kembali.

Kita kemudian beranjak pergi ketempat selanjutnya.

Bakau labunaji.

Masuk ketempat ini nggak usah bayar karena ada Jok. Jok ngobrol dengan kawannya dengan bahasa yang tidak saya pahami dan tidak ada subtitlenya. Sampai kemudian jok memberikan instruksi “ayo yo !” oke fiks nggak usah bayar dan semua aman terkendali.

“Ayo Yo !” kata Jok dan saya ikut-ikut saja kemana dia pergi.

Dari labunaji kami naik lagi keatas. Sampai tiba diatas saya bisa merasakan hembusan angin lagi. Sekarang pemandangan indah kembali terhampar didepan saya. Take and deep breath and say “Masyaallah”.

Jok ajak kami pergi lagi. Menuju pantai tanjung tinggi . Tempat yang digunakan filem laskar pelangi untuk melihat pelangi. Kata Jok, sekolah laskar pelangi itu ada di belitung timur,sementara tanjung tinggi di belitung barat. Hoo… saya baru mengerti

Banyak banget manusia disini. Ada yang selfie-selfie untuk memenuhi hasrat pribadi, ada juga yang berenang dan main air sampai kulitnya pada kriput. Saya juga ikut foto-toto, motto traveler saya adalah

50 % menikmati dan 50% eksistensi.

Pantai Tanjung tinggi memang mengesankan. Jok mengajak saya beranjak tidak jauh dari tempat itu untuk berenang. Karena disini banyak orang dan dia punya tempat yang bagus untuk saya berenang seperti ubur-ubur

#hari kedua

Hujan turun dengan lebatnya. Dari pagi sampai pukul 9 hujan tidak berhentinya turun. Kami pergi menuju dermaga tanjung kelayang untuk pergi ke pulau lengkuas. Saat itu masih gerimis. Saya dan jok sudah berada di dermaga tanjung kelayar untuk mencari tumpangan perahu. Sampai pukul 10 ternyata tidak ada perahu yang bisa angkut kami ke pulau lengkuas.

Kalo harus sewa maka kita perlu mengeluarkan 700k. ngeri …. Ongkos pesawat aja nggak segitu. Itulah konsekwensi jika kita traveling sendiri. Makanya saya saranin kalian kalo kesini ikut aja Open Trip, Join sama orang lain, enak juga kan bisa dapat kenalan untung-untung dapet jodoh juga. Tapi ruginya, waktu kita diatur.

“nggak masalah Jok !” kata saya.

sementara itu jok masih berusaha menghubungi orang-orang yang dikenalnya.

Saya memberikan saran untuk join dengan salah satu keluarga yang pergi kepulau lengkuas juga, mereka hanya berempat.  

“Janganlah yo, orang lainnya juga belum tentu berkenan jika kita ikut”

Pukul 11, hari masih agak mendung.” Yasudah kita pergi ke belitung timur,. Tempat sekolah laskar pelangi”   kata saya.

“ide bagus, soalnya kalo kita pergi sekarang juga nggak bagus snorkling cuaca kaya gini”

“ya, semoga besok cerah, dan ada kapal yang mau angkut, kalo pun nggak ada ya nggak apa-apa”

Berangkatlah kita menuju belitung timur. Ditengah perjalanan, kami mampir ke danau kaolin

cuman begini aja? Oke kita langsung melesat pergi menuju belitung timur yang adu mama sayang eeeeeeeeee.. jauh banget.

setelah berada di depan sekolah laskar pelangi kemudian saya berfikir. Oh ini loh sekolah yang waktu tahun ajaran pertama dimulai sudah mau dibubarkan karena kekurangan siswa. Hmm… ditempat ini juga ada seorang anak luar biasa semangat sekolahnya, mengayuh berkilo meter untuk mendapatkan ilmu dari bu Muslimah yang baik hati itu. Lalu sayapun berfikir bahwa apakah benar dulu andrea hirata bersekolah disini ? dan benarkah jika andrea hirata itu adalah Ikal di filem laskar pelangi ? sekarang saya hanya ingin bertemu dengan bu Mus untuk bertanya tentang kenyataan sebenarnya dari filem laskar pelangi itu. Lalu saya berharap akan dapat nasihat dari beliau kepada saya sebagai pendidik.

Tidak jauh dari tempat ini ada danau dan conch house belitung. Lebih tepatnya sih Rumah keong. Banyak yang foto-foto disini. Saya sebenarnya nggak tertarik tapi mumpung ada disini mengapa tidak.

Jok ajak saya untuk pergi menemui bu mus. Kami berkeliling mencari rumahnya bertanya pada setiap orang yang ada dijalan meski kebanyakan ibu-ibu. Saya jadi heran, kemana pergi nya para gadis desa belitung ya ? hmm….

Setelah sampai di rumah Bu Mus yang asli itu ternyata rumahnya kosong, tidak ada respon dari kami yang ucapkan asslamualaikum.

Kemudian kami pulang. Hujan turun ditengah perjalanan. Kami berteduh di sodara jok di belitung timur. Setelah reda kami melanjutkan perjalanan. Pokoknya hari itu, dari pagi sampai sore hujan sedang ingin turun.

#hari ketiga

Benar saja, dihari ketiga hari cerah. Berharap bahwa hari ini akan ada kapal yang membawa kami ke pulau lengkuas. aamiin

Pagi harinya, jok ajak saya ke Pantai Batu banyak untuk lari pagi dan gladi snorkling. Saya yang minta gladiresik, minta diajarin takut nanti tenggelam atau di culik para ikan.

Mantap Jiwa, disini seperti pantai pribadi yang rasanya saya ingin berlama-lama

Setelah melakukan joging sebentar, saya bersiap-siap untuk snorkling. Ini kali pertama saya melakukan hal ini. Awalnya sih deg-degan, berenanglah saya mengikuti jok tapi ternyata tidak seperti yang dibayangkan, tanpa pelampung saya tenggelam. Saya memutuskan untuk memakai pelampung yang saya simpan di atas batu. Dengan tanpa alas kaki saya berlari naik batu tempat saya menyimpan pelampung tanpa sadar ternyata dibebatuan itu banyak cangkang kerang yang menempel pda batu yang tentunya tajam sekali. Saya lupa jika sebelumnya naik keatas batu itu pakai sendal sementara sekarang tanpa alas. Akhirnya kaki kanan saya robek sepanjang 5 cm dan lumayan agak dalam dan darah yang keluarpun banyak sekali. Saya segera cuci dengan air laut dan sakitnya nggak bisa di bayangin deh, tapi cuman sementara. setelah darahnya berhenti saya segera menyusul jok yang sedang rekam keadaan terumbu karang dengan kamera underwater.

Meskipun sudah pake pelampung, saya merasa lemas. Jok bilang geraknya santai aja. Oke akhirnya saya mulai relax. Awal-awal pake kacamata snorkling nggak nyaman banget. Sering banget kemasukan air. Nafas juga nggak teratur. Pokoknya kacau banget. Jarak terumbu karang dengan kita disini deket banget. Yang bikin saya kaget waktu itu adalah saat berenang mendekati terumbu karang dan saat mendekat ternyata disana banyak sarang bulu babi. Hampir tertusuklah saya namun ditarik pelampung saya oleh Jok. Haha untung saja Jok sudah seperti Deni manusia ikan.

Tapi serius deh… spot batu banyak indah banget, kata Jok di lengkuas lebih keren karena banyak ikannya. Kalau disini sudah banyak di ambil dan memang saja ketika saya ekplore daerah sana, ada beberapa jebakan ikan. Hmm.. sangat disayangkan. Dulu ketika anak-anak kata jok disini ikan nemo banyak banget, kami mencari ikan nemo kesetiap penjuru ikan karang akhirnya dapat juga 1.

Sebenarnya masih banyak hal menakjubkan yang saya rasa tidak dapat saya bagi disini. Kamu bisa liat di Instagram saya @tiyo_subastian dan jangan lupa follow ya …

Setelah mulai terbiasa, kami pulang dan melaksanakan solat jumat. Betapa beruntungnya saya setelah solat jumat di telepon oleh saudara Jok dan kamipun segera berangkat dengan tumpangannya.

Yes… pulau lengkuas

Saya ingin naik keatas, hanya saja di tutup karena ada perawatan di bilangnya begitu, saya tidak memaksa karena saya juga tidak begitu tertarik melihat dari ketinggian

Sampailah kami ditempat menakjubkan ini. Sebenarnya ingin sekali langsung berenang, tapi jangan. Nanti saja.

Setelah merasa puas kami pun pergi karena sudah tidak sabar ingin snorkling di pulau lengkuas.

ternyata benar. Ikan-ikan banyak banget dan seakan mereka nggak takut sama manusia. Saya bawa kue di tangan habis dengan cepat oleh mereka para ikan.

Disini ikannya lebih beragam dan buanyak banget

terumbu karangnya juga keren. Sayangnya saya nggak bisa berlama-lama disini.

Dan tidak banyak juga yang saya rekam disini karena saya begitu menikmati alam bawah laut pulau lengkuas yang ternyata disini juga ada bulu babi. Tapi beda dengan di batu banyak yang jaraktubuh kita dengan terumbu karang amat dekat. Disini untuk mencapai terumbu karang harus menyelam. Hmm… mengesankan. Saya menyesal tidak mencoba untuk melepaskan pelampung karena sebenarnya saya bisa berenang kok.

Kami juga mengunjungi beberapa pulau setelah dari lengkuas.

melihat dari dekat batu garuda yang di hari pertama saya lihat dari jauh.

Untuk lebih banyak melihat denasti yang saya kunjungi bisa cek di Instagram @tiyo_subastian.

 

Besok harinya, saya pulang dengan perasaan senang, riang dan kenyang. Makanan belitung juga enak-enak ternyata, saya pikir makanan pantai sama aja dengan pelabuhan ratunyatanya tidak.

Termakasih jok dan keluarga yang baik banget dan kadang saya bingung kalo mereka sudah pada ngobrol dengan bahasa belitung saya cuman bisa diem. Oh inilah mungkin yang dirasakan jok saat pertama kali ke bandung dan kami sering ngobrol bahasa sunda di depannya.

saat saya buka facebook ternyata 3 taun lalu saya ingin pergi ke belitung. dann Juli 2017 akhirnya semua dapat terkabul. terimakasih Allah Atas kesempatannya. kadang memang Allag mengabulkan keinginan kita di waktu yang tepat. bukan cepat dan tidak juga lambat

Karya : tiyo subastian