Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 7 Juni 2016   21:31 WIB
Dosa

Sayang, aku mencintaimu seperti Sapardi mencintai puisi, dengan sederhana
Aku memujamu layaknya Mozzart memuja musik, sepenuh jiwa
Aku mendambamu mirip Mussolini mendamba fasisme, membabi buta

Kau yang peragu bikin rindu
Kau yang punya mata sayu buatku mendayu
Tanpamu aku tak mau

Bertahun dulu aku selalu bertanya
Mengapa kau berlutut
Sedangkan aku bersujud
Mengapa aku tak bisa mengunjungi altarmu sedang tasbih tetap kugengam

Aku tak sengaja mencintaimu
Meski salibmu tak muat masuk masjidku
Meski sabitku terhalang cemaramu
Akankah ada saat gerejamu melantunkan adzan dan masjidku merayakan natal?
Akankah ada kala ketika salibmu dan sabitku saling memaku?

Apakah aku masih punya waktu untuk mencari tahu atau sekadar membuka buku
untuk tahu apa cinta itu?
Sampai-sampai aku tak takut dosa mencintaimu

-tikaprimandari
Semarang, 1 November 2015

Karya : Tika Primandari