Teguran Kecil

Tifanie Rishar liea
Karya Tifanie Rishar liea Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Februari 2016
Teguran Kecil

Pagi seperti biasanya, sebelum berangkat ke kantor aku selalu disibukkan dengan "ini itu" dirumah. Dari urusan dapur, bersih-bersih, sampai keperluan suami dan anak. Kadang aku harus bergerak melebihi pahlawan super supaya semua pekerjaan rumah bisa tuntas. Dan seperti biasa, ibuku datang untuk menjaga anakku. Rumah kami berdekatan, setiap aku dan suamiku bekerja ibuku lah yang selalu menjaga anakku. Ini cucu pertama baginya, jadi rasa sayang beliau ke anakku melebihi rasa sayangnya ke aku. Hehe...

Sebelum berangkat aku selalu berpamitan kepada anakku, menciumnya, memeluk dan mengatakan padanya untuk jadi anak yang baik lalu kemudian mengucapkan salam. Tapi ada pagi ini aku seperti mendapat teguran darinya. Walaupun dia belum lancar berbicara, tapi aku tahu teguran ini sebuah pelajaran berarti buatku. Sebelum aku beranjak dari tempat duduknya dia berkata "miii, iyang, iyang" (baca: mii, eyang, eyang) sambil tangannya mengisyaratkan untuk bersalaman. Dia seakan memberi tahu bahwa aku juga harus bersalaman dengan eyangnya, ibuku. Akhirnya aku juga melakukan hal sama sperti aku berpamitan dengannya. Aku menyalami ibuku, mencium dan memeluknya...anakku menatap lalu tersenyum, matanya seperti berkata "nah gitu donk".

Selama ini aku memang sering melupakan hal itu, aku berpamitan dengan anakku tapi sering aku berpamitan dengan ibuku ala kadarnya saja. Seperti hanya berkata "dah ya maaa". Pagi ini anakku sendiri yang seolah memberikan aku teguran bahwa seharusnya aku juga bisa memberikan contoh yang baik dengan berpamitan sebelum pergi, mencium tangan ibuku sebagai tanda hormatku padanya, memeluknya sebagai tanda sayangku padanya...

Terimakasih untuk anakku atas teguran kecilnya yang sangat berharga...terimakasih ya ma atas keikhlasannya menjaga anakku. Love you both !

  • view 186