Cameo, Waktu, dan Perasaan

Tias Mafazatu
Karya Tias Mafazatu Kategori Motivasi
dipublikasikan 24 Januari 2016
Cameo, Waktu, dan Perasaan

Melihatmu dari kejauhan pun rasanya sudah cukup. Membaca pesan - pesan singkatmu saja sudah merubah hariku menjadi begitu menyenangkan. Bukankah tak ada yang dapat menentukan kita akan menyukai siapa. Menyukaimu mungkin fitrah bagiku dan bagi siapapun yang mengalaminya. Bukankah tak masalah jika aku merayakan 'suka' ku dengan sewajarnya. Tentu Tuhan menciptakan rasa sejenis ini memang untuk dialami dan dinikmati oleh tiap manusia. Tetapi, bukankah Tuhan pun telah menciptakan penawarnya ketika kau sedang mengalaminya. Kau dan aku mungkin sadar bahwa saat ini memang belum waktunya.

Tak salah kan kalau kita cukup merayakannya dalam diam. Toh, dikatakan atau tidak, ditinjukkan atau tidak, tak ada yang dapat mengurangi kadar perasaan suka kita. Itu tetap saja dinamakan cinta. Cukuplah masing - masing dari kita menjadi?cameo?sementara. Bukankah untuk menjadi lakon utama terkadang perlu menjadi?cameo terlebih dahulu. Kalau hidup merupakan sebuah 'perjalanan', mungkin itu sama halnya dengan 'perasaan'. Biarlah perasaan ini berjalan setiap waktu setiap hari. Tak perlu diutarakan dengan terburu - buru. Waktu sepertinya akan memainkan perannya dalam perjalan sebuah perasaan. Waktu akan memberikan jawaban pada saatnya tiba. Apakah memang perasaan itu sama besarnya dengan perasaan sebelumnya.

  • view 255