Perjalanan di atas Awan

Tias Mafazatu
Karya Tias Mafazatu Kategori Renungan
dipublikasikan 13 Agustus 2016
Perjalanan di atas Awan

Langit Nya nampak begitu indah. Membuat ku tergoda untuk membuka jendela. Namun jelas itu perbuatan terlarang. Andai saja bisa, batin ku. Perjalanan ini, entah kapan akan berakhir. Angkasa ini, begitu menyimpan banyak makna. Makna yang aku pun tak begitu mengerti jawaban pastinya.

Hai, kumpulan awan. Apakah kalian benar – benar pasrah pada angin yang entah membawa kalian kemana? Apakah kalian sungguh – sungguh rela berarak kesana kemari tanpa arah yang pasti? Apakah kalian tidak kesal tiap kali halilintar memainkan cahaya dan gemuruhnya? Sungguh kalian tak pernah iri pada langit biru yang selalu diam dan menetap?

Angin, aku selalu ingin tahu tentang mu. Untuk ku, kau begitu istimewa. Bagaimana bisa kehadiran mu tetap terasa meski tak terlihat secara kasat mata. Kekuatan mu begitu terasa, sampai – sampai dapat mengacak – acak apa saja. Bagaimana cara mu menentukan arah pada tiap benda di langit maupun di bumi. Bagaimana kau dapat membuat para Nahkoda kapal memutuskan untuk tak berlayar sementara?

Bagaimana rasanya dapat menatap langit dari bawah sana, hai lautan biru? Tidakkah kau ingin bertukar tempat dengannya? Terkadang aku kagum dengan luas mu. Bagaimana bisa luas mu dapat melegakan bagi mereka yang sedang merasa tak karuan. Mengapa kau begitu rela menjadi tempat pelarian? Tetapi tenang saja, bagi ku kau adalah tujuan.

Angakasa biru, bagaimana cara mu untuk tetap tak tinggi hati? Bagaimana rasanya selalu menatap lautan biru dari tempat mu? Tidakkah kau ingin tahu, bagaimana perasaan dirinya saat menatap mu dari bawah sana? Tidakkah kau bertanya, mengapa kalian yang selalu bertatapan tak pernah dapat bersatu? Tidakkah jarak begitu mengerikan buat mu?

Perjalanan ini telah sampai pada tujuannya. Suara pemberitahuan menyadarkan ku. Ah, kau selalu banyak tanya batinku. Sampai bertemu minggu – minggu berikutnya wahai langit biru. Semoga aku dapat kembali menyapa mu.

 

  • view 168