Masa yang Akan Datang, Kewajiban Siapa?

Thurneysen Simanjuntak
Karya Thurneysen Simanjuntak Kategori Motivasi
dipublikasikan 31 Oktober 2016
Masa yang Akan Datang, Kewajiban Siapa?

 

Siapa diantara pembaca yang belum pernah mendengar nama Merry Riana? Saya rasa kecil kemungkinan Anda tidak mengenalnya. Dengan mudahnya kita menemukan buku-buku kisah hidupnya yang penuh inspirasi dan motivasi di rak-rak buku toko kesayangan Anda.

Atau jangan-jangan Anda adalah salah seorang penikmat sejati dari tayangan acara I'm Possible-nya disebuah stasiun televisi swasta yang ditayangkan setiap minggunya.

Menurut saya, sosok Merry Riana adalah sosok yang perlu dijadikan sebagai panutan bagi generasi muda bangsa ini. Apalagi bulan ini adalah bulan yang penting bagi anak muda. Sebab berdasarkan catatan historis, 88 tahun lalu pemuda berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam mambangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui Sumpah Pemuda.

Spirit Sumpah Pemuda tersebut diharapkan tidak pudar bagi pemuda masa kini. Tidak sekedar mengaku berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu saja. Tapi lebih dari itu. Ikut berkontribusi bagi bangsa ini melalui tindakan nyata di masa muda. Sebab umur tidak menjadi pembatas untuk berkarya bagi bangsa ini.

Merry Riana adalah sosok muda yang pernah menunjukkan spirit tersebut dan bahkan berhasil mencapai impiannya di masa mudanya. Bukan semata berhasil meraih penghasilan 1 juta dollar di usia 26 tahun. Tapi lebih dari itu. Dia menunjukkan kepada bangsa lain, bahwa anak muda bangsa kita ternyata berkualitas dan mampu mengharumkan nama bangsa. Untuk itu patut kita bangga.

Sewajarnya anak muda harus banyak belajar dari sosok yang demikian. Tidak hanya belajar pada kesuksesannya, tapi belajar pada proses mencapai kesuksesannya. Sebab untuk sukses baginya tidak diperoleh dengan kemudahan, tapi dengan berbagai kesulitan.

Jadi teringat dengan sebuah pernyataan penting pada bukunya yang berjudul 'Mimpi Sejuta Dolar'. Pernyataan tersebut kira-kira demikian, "Dalam hidup, manusia bisa tiba-tiba dibenturkan pada keadaan sulit yang tidak pernah tergambar dalam benaknya. Disaat tak ada cara lain untuk bertahan itulah, kita dikenalkan pada kekuatan diri yang tersembunyi. Kepergianku ke Singapura adalah awal dari keberanian yang mengubah hidupku."

Mungkin bagi yang menyaksikan film layar lebar dari Merry Riana, tentu akan mudah merekonstruksi bagaimana cara dan situasi ke berangkatannya ke Singapura. Bukan dalam kebahagiaan, tapi dengan air mata harus meninggalkan keluarga yanb dicintai. Sebab saat itu Indonesia dalam situasi rusuh dan penjarahan dimana-mana.

Bahkan untuk memulai kuliah dan menjalani hari-hari itu bukan perkara mudah baginya. Ketiadaan dana memaksanya mencari biaya hidup disela-sela perkuliahannya. Sebab untuk berharap dari kedua orang tuanya tidak memungkinkan waktu itu.

Tapi keteguhan hatinya, semangat dan kemampuannya merubah tantangan dan kesulitan menjadi peluang jauh lebih besar daripada meratapi keadaan. Meminjam istilah dari Paul G. Stalz, bahwa hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan Adversity Quotien (AQ)-lah yang mampu melewati setiap kesulitan dan merubahnya menjadi sebuah peluang. Itulah Merry Riana.

Bagaimana dengan Anda sebagai pemuda? Apa komitmen Anda untuk negeri ini? Apa yang akan kamu persembahkan untuk negeri ini? Tentu masing-masing memiliki potensi. Kerahkan semua potensi untuk berkontribusi bagi bangsa. Sebagai kaum muda tetaplah bangun, mari singgingkan tangan bajumu untuk negara, sebab masa yang akan datang adalah kewajibanmu. Seperti pada lirik lagu berikut,

Bangun Pemudi Pemuda
Indonesia
Tangan Bajumu Singgingkan
Untuk Negara
Masa yang Akan Datang
Kewajibanmulah
Menjadi Tanggunganmu
Terhadap Nusa

Biarkan lirik lagu tersebut menjadi spirit bagimu. Bahkan, jangan pernah bertanya apa yang diberikan negara kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang kamu berikan kepada negara kata seorang negarawan. Sebab dengan berbakti dan mengabdi bagi bangsa ini pun, adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa sebagai anak bangsa. Apalagi kita sebagai anak muda bahwa #MudaBikinBangga adalah sebuah keniscayaan.

Untuk mencapai hal tersebut, jangan hanya bermodal semangat saja, kembangkanlah pengetahuan dan ketrampilan diri dan karakter yang kuat. Serta perluaslah wawasan dengan berbagai bacaan, salah satunya seperti Kurio yang mencerahkan pikiran melalui berita-berita positif dan yang mampu membangun generasi muda Indonesia.

Kalau Merry Riana bisa, tentu Anda juga.  Semoga Anda menjadi harapan nusa dan bangsa.

Salam Sukses

  • view 295