Cerita Pendidikan Dari Kalimantan Utara :

Ahmad Muthohar
Karya Ahmad Muthohar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 10 Februari 2018
Cerita Pendidikan Dari Kalimantan Utara :

Perjuangan  Untuk Setara Menghadapi Ujian Nasional

Disdikbud - Malinau, (9/2/2018).  Provinsi perbatasan negara memang menyisakan banyak cerita perjuangan, termasuk perjuangan pendidikan. Perjuangan untuk setara sebagai sesama anak negeri. Ketangguhan, kesungguhan, kerja keras dan kecintaan pada NKRI lah motivasi terbesar mereka. 

Gambar  diatas adalah  alur perjalanan anak negeri, siswa-siswi SMA 11 di Kecamatan Long Berang Kabupaten Malinau Kalimantan utara untuk dapat mengikuti simulasi ujian Nasional berbasis komputer. Mereka harus menyusuri sungai Malinau dan menempuh perjalanan lebih 6 jam untuk dapat sampai di Malinau Kota. Waktu tempuh tersebut jika keadaan air sungai pasang dengan resiko jeram yang cukup deras, Namun jika keadaan air sedang surut bisa mencapai 8 hingga 9 jam karena air sungai menjadi dangkal sehingga seluruh penumpang perahu harus turun membantu sang motoris mengangkat perahunya.

Hal ini terpaksa dilakukan, karena keterbatasan akses transportasi, sinyal internet serta keterbatasan sarana komputer di sekolahnya. Hal serupa banyak diamali oleh sekolah-sekolah lain di Provinsi Kalimantan Utara.

Sebagaimana diketahui, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2018 ini, secara nasional pemerintah menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan integritas kejujuran pelaksanaan Ujian. Untuk tingkat SMA, SMK dan SLB ditargetkan dapat terlaksana 100% dengan sistem UNBK. Dengan kebijakan dan target tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara telah mengambil langkah-langkah sejak dini dan lebih awal guna memastikan bahwa pelaksanaan UNBK yang digelar April 2018.

Dr. H. Sigit Muryono, M.Pd.Kons sebagai Kepala Disdikbud Provinsi Kaltara mengatakan, Bahwa Kebijakan Nasional UNBK harus dapat maksimal dapat dilaksanakan di Provinsi Kaltara. Bahwa ada kendala infrastruktur seperti akses transportasi, sinyal internet, perangkat komputer dan kendala teknis lainnya, harus bisa diantisipasi sedini mungkin dengan langkah-langkah strategis dan taktis yang jitu. Untuk itu, diintruksikan kepada jajarannya untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Hanya dengan kerja bersama, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntaslah, provinsi Kaltara bisa secara cepat setara dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, paparnya dalam sambutan Rapat koordinasi UNBK SMA, SMK dan SLB yang digelar di Kota Tarakan 1 Februari 2018 yang lalu.  

 Menurut Kepala Bidang Pembinaan SMA, selaku koordinator UNBK Prov. Kaltara, Amat, M.Pd. selain koordinasi dan konsolidasi yang intens dengan berbagai stakeholders, langkah-langkah taktis strategis diambil antara lain dengan menggabungkan sekolah-sekolah minim sarana sinyal internet dan perangkat komputer dengan sekolah yang dinilai lebih memadai. 

Ke depan, dia sangat berharap pemerintah baik pusat maupun provinsi bisa memenuhi beberapa kekurangan tersebut khususnya dalam pemenuhan fasilitas internet, ketersediaan sinyal, listrik dan perangkat komputer di area-area sekolah tersebut, tambahnya.  

Sekolah-sekolah di Kalimantan Utara saat ini mengalami banyak kendala sebab mayoritas berada di wilayah perbatasan dan masuk dalam wilayah kategori daerah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal). Hal ini memerlukan perhatian khusus pemerintah. Sebab,  Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi termuda di Indonesia dan langsung berbatasan dengan negara Malaysia.  

Meski penuh dengan berbagai kendala dan keterbatasan, semangat dan komitmen untuk yang tinggi untuk setara lah dalam upaya pemenuhan daya saing dari pemangku kepentingan pendidikan khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta seluruh komponen sekolah,  diputuskan bahwa seluruh SMA/MA dan SMK pada tahun 2018 ini akan berbasis UNBK termasuk untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan, pedalaman dan pedesaan.  

Selain langkah penggabungan beberapa sekolah pedalaman dalam satu kelompok yang wilayahnya saling berdekatan, mengikutsertakan peserta UN dari pedalaman bergabung dengan sekolah di kota, disdikbud juga mengoptimalkan bantuan V-Sat bantuan dari Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Utara.

Menurut Pak Marthen,S.Pd,  Kepala SMA 1 Malinau, Kesepakatan antar kepala sekolah di wilayah 3T dalam sistem UNBK kali ini adalah dilandasi semangat bahwa perjuangan untuk mengikuti simulasi ini harus dilakukan agar siswanya yang notabene selama ini tinggal dan belajar di daerah pedalaman dapat melakukan adaptasi dan berlatih dengan media ujian yang selama ini jarang sekali mereka gunakan karena memang di sekolah mereka tidak tersedia sarana tersebut. “Sekali lagi, ini adalah perjuangan untuk setara sebagai sesama anak negeri, Kami harus menjadi terdepan”, Ujarnya bersemangat.

Nanti, menjelang pelaksanaan 9 s.d. 12 April 2018,  kami berencana akan milir lagi sekitar 2 minggu sebelum ujian nasional. Para siswa akan kami titipkan belajar bersama siswa SMA 4 Malinau sampai tiba saat Ujian. Siswanya juga sangat senang dan bangga bisa mengikuti UNBK ini.

Soal tempat tinggal siswanya tidak mempermasalahkan karena Rumah Keluarga Kepala Sekolah mereka yang ada di Kecamatan Malinau Kota cukup luas. Konsumsi siswa pun ditanggung oleh pihak sekolah melalui dana BOS dan BOP. Harapan kami semoga dimasa yang akan datang sekolah kami bisa memiliki komputer dan bantuan jaringan v-sat serta genset agar siswa kami dan guru-guru tidak terlalu kesulitan lagi menghadapi UNBK”,  Imbuh Marthen berkaca-kaca. (thr)

Salut. Bravo ! Pendidikan Kaltara, Jayalah Pendidikan Kaltara untuk Indonesia !

 

  • view 328