Arus Dukungan Terhadap Prof Andalan Tak Terbendung

The Professor
Karya The Professor Kategori Politik
dipublikasikan 13 Desember 2017
Arus Dukungan Terhadap Prof Andalan Tak Terbendung

Keberhasilan Profesor Nurdin Abdullah membangun Bantaeng telah tersiar luas di masyarakat. Hal tersebut menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh daerah di Sulawesi Selatan untuk mendukungnya maju. Masyarakat berharap kesuksesannya di Bantaeng bisa meluas ke setiap daerah yang ada di Sulawesi Selatan. Mereka menitipkan harapan besar itu kepada Prof Andalan. Salah seorang warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengatakan: “Wah, sulit mencari tokoh Sulsel sekaliber Professor Andalan, karyanya sudah dinikmati masyarakatnya di Bantaeng, kita di daerah lain tentu merasa iri dan ingin seluruh Sulsel menjadi maju berkat sentuhan tangan dinginnya” (sulsel.pojoksatu.id).

Ungkapan itu adalah bentuk kecintaan rakyat yang tak terbendung. Siapa yang dapat membendung pilihan rakyat?

Ini adalah semangat yang mesti diapresiasi. Di era keterbukaan kini, kekuatan media menjadi corong dimana masyarakat dapat benar-benar mengungkapkan aspirasinya dan terutama – demi kepentingan mereka dan daerahnya di masa depan – pilihan politiknya tentang siapa yang layak menjadi pemimpin. Di Sulawesi Selatan (disingkat Sulsel), kekuatan rakyat yang besar dan dukungan yang terus mengalir dirasakan oleh pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel: Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Gerakan mereka terus lahir di berbagai daerah di Sulsel sebagai wujud dari kesadaran yang dalam tentang pentingnya pilihan politik kepada siapa mereka menyerahkan diri mereka untuk dipimpin dan dilayani. Media, selain menjadi corong mereka untuk mengekspresikan pilihan politik mereka, tetapi juga menyediakan ragam informasi yang penting tentang siapa yang benar-benar bekerja nyata dan tidak.

Dari Mengidolakan Menjadi Relawan Nurdin Abdullah

Ibrahim Abdullah adalah seorang simpatisan dari NA-ASS. Dia adalah sebuah wujud dari sebuah kesadaran bahwa memilih pemimpin adalah mengenali jejak rekam dari kerja nyatanya. Seperti diakuinya, dia mengenal sosok Nurdin Abdullah sudah sejak lama dan ia mengidolakannya. Berbekal pengetahuan dan kecintaannya, bersama teman-temannya dia kemudian menjatuhkan pilihan politiknya kepada Nurdin Abdullah untu maju sebagai calon gubernur Sulsel. Memilihnya adalah sebuah kesadaran politik – yang dalam terminologi ilmuwan politik, dia dan dikategorikan sebagai pemilih rasional.

Bersama kawan-kawannya, mereka kemudian bergerak secara swadaya memberi dukungan politik kepada Nurdin Abdullah dan pasangannya Andi Sudirman Sulaiman (ASS) dengan membuat posko NA-ASS di daerahnya. Posko tersebut mereka beri nama Teras NA-ASS. Berdiri di Jalan Sungai Rongkong, Kelurahan Penggoli Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo (sulsel.pojoksatu.id).

Teras NA-ASS lahir dari wujud kesadaran politik untuk memilih yang tempat. Dan demi kepentingan ini, mereka membiaya sendiri. “Kami sendiri yang membiayai segala macam pengadaan atribut dan spanduk atau baliho, jika malam anak-anak muda dan orang tua ramai berkumpul disini”, cerita Ibrahim. Dan relawan Teras NA-ASS terbentuk di beberapa titik di Kota Palopo (sulsel.pojoksatu.id).

Teras hanyalah salah satu yang ada di Kota Palopo. Di tempat lain, di Maros, relawan pendukung Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman juga terbentuk bernama Nassami pada Senin malam, 11 Desember 2017 dan akan dikukuhkan oleh tim pengarah pejuang Prof Andalan, Mirzah dan Izdian pada Rabu 13 Desember 2017. Komunitas ini merupakan gabungan dari lima lembaga: IMM, IPM, Kebidanan, STAI DDI dan YAPIP. Sebagaimana relawan Teras, relawan ini juga terbentuk sebagai wujud dukungan kepada Nurdin Abdullah dan pasangannya, Andi Sudirman Sulaiman (sulselsatu.com).

Di Toraja, antusias dukungan juga mengalir untuk NA-ASS juga mengalir. Kali ini datang dari Asosiasi Petani Kopi Toraja. Benyamin, Sekretaris asosiasi tersebut, mengaku sangat tertarik dengan Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng dua periode. Mereka telah mengenal sosok Nurdin Abdullah dan segala jejak rekam dan prestasinya selama memimpin Bantaeng. Mereka optimis bahwa dengan dipimpin olehnya, petani kian baik dan kopi kian dikenal oleh dunia (news.rakyatku.com).

Mengalirnya dukungan relawan-relawan ini (Teras NA-ASS, NASSAMI, APKT, dan relawan lainny) menunjukkan fakta politik penting: apabila rakyat merasa menemukan sosok yang tepat untuk dijatuhi pilihan sebagai pemimpin, maka mereka akan menunjukkan totalitasnya berjuang memberi dukungan. Mereka bergotong-royong dan bergerak secara suka rela. Mereka punya harapan pada Nurdin Abdullah. Mereka meyakini – dengan telah melihat dan mempertimbangkan jejak rekam sang profesor di Bantaeng selama dua periode – bahwa Nurdin Abdullah adalah pemimpin yang tepat. Nurdin Abdullah adalah sosok yang lengkap: punya kemampuan sekelas profesor dan punya integritas yang tinggi. Perpaduan itulah yang membuat relawan Teras NA-ASS menunjukkan totalitas yang tinggi.

Isu PKS dan Gerindra Menarik Dukungan dari NA?

Sebagai sebuah isu, dalam politik adalah perihal biasa. Isu tersebut tidak bakal mengurangi kemantapan Nurdin Abdullah untuk melangkah. Terlebih lagi, isu-isu tersebut telah diklarifikasi oleh petinggi masing-masing kedua partai. Ketua DPW PKS Sulsel mengatakan tidak semudah itu untuk mengubah keputusan partai. Terlebih lagi pasangan NA-ASS sudah mengantongi surat keputusan dari dari DPP (sulselsatu.com).

Demikian pula isu yang menerpa Gerindra. Melalui juru bicaranya, Gerindra tetap menyatakan solid mendukung Nurdin Abdullah. Syawaluddin Arief, sang juru bicara, menegaskan bahwa partainya tetap berada di barisan pasangan NA-ASS (pilkada.rakyatku.com).

Dan bagi penulis, isu-isu tersebut selamanya hanya akan jadi isu. Setidaknya beberapa alasan yang kuat. Pertama, dukungan dari rakyat begitu kuat kepada Profesor Nurdin Abdullah. Sosok profesor adalah icon tersendiri yang memiliki kekuatan kharismatik yang kuat. Kharisma politiknya lahir dari kesungguhan dia untuk memimpin dan melayani masyarakat. Bantaeng, dalam dua periode di bawah kepemimpinannya, adalah wujud nyata pengabdian politiknya.

Kedua, partai-partai politik juga mempertimbangkan suara-suara dukungan dari rakyat. Partai politik memiliki kepentingan untuk mengusung calon yang mampu mendongkrak suaranya. Popularitas dan tingkat elektabilitas (dalam beberapa survey terakhir dari indobarometer dan poltracking) Nurdin Abdullah cukup tinggi mengalahkan calon-calon potensial lainnya. Ini menjadi alasan bahwa partai politik seperti PKS dan Gerindra kecil kemungkinan menarik diri dukungannya.

Dengan demikian, tidak ada alasan yang kuat bahwa Nurdin Abdullah akan ditinggalkan oleh partai pendukungnya. Kekuatan rakyat yang mendukungnya adalah wujud kesadaran politik yang tinggi. Bagaimana mungkin partai-partai politik berpaling dari kekuatan dukungan rakyat?

  • view 111