"Sepotong hati yang tersakiti"

"Sepotong hati yang tersakiti"

Siti Nofiah
Karya Siti Nofiah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016

"yang lalu biarlah berlalu,sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu" begitulah mamaz berbicara

"tapi maz,semua itu masih terasa begitu menyakitkan.Sulit rasanya menghapus semua yang membuat hatiku terluka" aku menimpali argumen mamazku yang satu itu.

Sepenggal percakapan sore itu membuat air mataku tak henti--hentinya menetes.Beberapa tahun silam semua itu terjadi.Marah,benci dan kecewa itulah yang aku rasakan.Sebuah pengalaman hidup yang sulit untuk dilupakan.Bukan aku tak mau melupakan,bukan aku tak mau menghapus semua kenangan pahit itu,tapi sulit rasanya membuang jauh-jauh semua hal buruk itu.Kini aku sudah menjadi seorang istri dan ibu,aku selalu bertekad untuk menjadikan masa laluku sebagai pelajaran dimasa depan agar hati ini tak tergores lagi.Agar hati ini utuh kembali.

Aku tak ingin menyalahkan cinta,aku tak ingin menyalahkan sayang dan aku tak ingin menyalahkan suka.Aku menyalahkan diriku sendiri yang terlalu menyukainya,menyayanginya dan mencintainya.Andai aku lebih pintar saat itu,mungkin aku tidak akan bertemu dengan penyesalan.Tak pernah terfikirkan olehku betapa sakitnya hati ini,betapa kacaunya pikiran ini,dan betapa rapuhnya tubuh ini saat semua itu terjadi.Aku hanyalah aku yang lugu,yang hanya diam membisu saat ada yang menggoreskan luka di hatiku.

Kini semua sudah berlalu,tapi luka itu belum kering seutuhnya.Kini semua sudah berlalu,tapi luka ini masih terasa begitu menyakitkan.Dan aku berusaha bangkit dengan keterpurukanku.Berusaha tersenyum dibalik bayang-bayang masa laluku.Berusaha tertawa agar tidak ada yang tau bahwa hatiku terluka.Luka itu terlalu dalam,sehingga sulit untuk aku sembuhkan.

Dan aku berharap luka ini benar-benar mengering.aku selalu berharap tak ada lagi yang akan menggoreskan luka yang sama.Aku berharap semua akan baik-baik saja.Dan aku berharap tak ada dendam yang membara.Setiap orang berhak berubah menjadi lebih baik.Dan setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik.

"udah-udah jangan nangis mulu.insyaalloh maz akan selalu ada disamping dhe.maz akan selalu berusaha buat dhe tersenyum...cup..cup..cuppp" ucap si mamaz memecah keheningan diantara kita

"ya..ya..yaa...dhe pasti bisaaa.dhe pasti kuat.insyaalloh dhe akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.maksih ya maz" jawabku

Dan kami pun beranjak pergi,meninggalkan senja sore itu.

 

 

 

 

 

 

  • view 218