Pentingkah Imunisasi bagi Bayi dan Balita?

tekno life
Karya tekno life Kategori Kesehatan
dipublikasikan 25 Oktober 2017
Pentingkah Imunisasi bagi Bayi dan Balita?

Imunisasi merupakan suatu metode untuk memasukkan virus atau bakteri yang telah dilemahkan kedalam tubuh dengan media suntik. Meskipun terdengar menakutkan, namun imunisasi atau vaksinasi tidak membahayakan bagi tubuh karena virus atau bakteri yang digunakan sebagai vaksin telah dilemahkan. Di Indonesia, ada beberapa jenis vaksinasi yang wajib diberikan pada bayi dan balita diusia tertentu. Pemerintah mencanangkan dan memantau pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah kecacatan, kesakitan, wabah penyakit, hingga kematian pada anak utamanya bayi dan balita. Lalu, bagaimana Parenting Club melihat seberapa penting vaksinasi bagi bayi dan balita? Simak ulasan berikut ini.

Manfaat imunisasi

Manfaat yang utama dari program vaksinasi adalah untuk mencegah anak tertular penyakit tertentu. Bila tidak diberikan vaksinasi, anak berpotensi tertular penyakit yang bisa menyebabkan sakit, cacat, hingga kematian. Vaksinasi merupakan usaha preventiv yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga buah hati tetap sehat dan kebal dari berbagai penyakit. Pemberian vaksinasi bisa merangsang tubuh untuk membuat sistem kekebalan sehingga ketika ada bakteri atau virus penyakit yang masuk, tubuh akan otomatis melawan.

Waktu yang tepat untuk imunisasi

Pemberian vaksin penting bagi anak hingga usia 5 tahun. Selama rentang usia ini, anak akan menerima 12 jenis vaksin yang berbeda dengan jadwal yang sudah ditentukan. Jadwal vaksinasi setiap anak bisa berbeda-beda tergantung dengan kondisi kesehatan. Hal ini karena anak tidak boleh diberikan vaksin ketika dalam keadaan sakit. Jadi, bunda harus fokus terlebih dahulu untuk penyembuhan penyakit tersebut sebelum pemberian vaksin. Bunda bisa berkonsultasi pada dokter atau bidan mengenai jadwal vaksinasi buah hati.

Jenis-jenis imunisasi untuk bayi

Ada beberapa jenis vaksin yang perlu diberikan pada anak seperti polio, DPT, Hib, dan lain sebagainya hingga total ada 12 jenis vaksin. Saat ini, pemberian vaksin pada anak sudah semakin mudah dengan adanya vaksin kombo atau kombinasi. Dengan vaksin kombinasi, beberapa jenis vaksin yang telah digabung bisa diberikan dalam waktu yang bersamaan. Pemberian vaksin ini sangat praktis terlebih bila anak tidak mendapat vaksin sesuai jadwal.

Efek samping yang mungkin timbul

Vaksin merupakan pemberian virus atau bakteri yang dilemahkan kedalam tubuh. Oleh karena itu pemberian vaksin ini dimungkinkan menimbulkan beberapa efek samping seperti demam ringan serta bengkak pada bekas suntikan. Meskipun begitu bunda tidak perlu khawatir karena reaksi vaksin akan berkurang dengan sendirinya setelah minum obat penurun panas dan gejala efek samping akan hilang dengan sendirinya.

Cara mencegah bayi agar tidak trauma pada jarum suntik

Bagi bayi atau balita, disuntik saat vaksinasi merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun, bunda bisa mengakalinya dengan memberikan ASI sebelum dan sesudah vaksin agar anak tidak trauma dengan jarum suntil. Pelukan dan hisapan serta rasa manis ASI bisa menjadi penawar untuk menenangkan rasa sakit karena jarum suntik.

  • view 29