Tes Kemampuan : Bagian Ryan Usman

Tee
Karya Tee  Kategori Project
dipublikasikan 04 November 2017
Pendekar Bumi

Pendekar Bumi


Cerita gak jelas yang ada di otak saya. Apa bila menemukan kejadian, lokasi ataupun nama sama itu merupakan sedikit kesengajaan dan lebihnya ngarang sendiri tanpa mengambil ide orang lain secara keseluruhan. Mungkin akan ada pergantian judul disesuaikan dengan alur cerita.

Kategori Petualangan

140 Hak Cipta Terlindungi
Tes Kemampuan : Bagian Ryan Usman

Setiap peserta akan di tes kemampuan dasarnya dengan bertarung melawan senior tingkat kedua. Satu persatu peserta di panggil dan melakukan tes kemampuan. Dari tim Sofyan telah memilih 22 siswa, tim Zulfikar memilih 14 siswa sedangkan tim Zaki belum memilih satu peserta pun.

" Mas Zaki belum memilih satu peserta pun." Komentar beberapa peserta yang tersisa.

" Buat apa memilih kalau pesertanya sendiri akan menolaknya." Ucap Bima, peserta yang dengan sombongnya bilang tidak akan memilih Zaki sebagai tim pelatihnya.

" Tch." Ryan tampak mencibir.

" Ryan Usman no urut 111." Panggil Zulfikar. Ryan pun maju untuk menunjukan kemampuannya.

Ryan melawan senior tingkat kedua dari tim sufyan. Dia cukup kesulitan untuk melakukan penyerangan karena senior nya selalu dapat menghindari serangan Ryan. Begitu juga dengan senior itu mengalami kesulitan yang sama. Meski beberapa kali serangan Ryan mengenai lawannya namun dia juga kewalahan menerima serangan dari senior itu. 

" Dia hebat juga ya. Kalau tidak salah dia itu adik dari mas Zaki kan?" Tanya salah satu peserta kepada Rudy. 

" Iya benar." Jawab Rudy. 

" Apa dia akan memilih kakaknya sendiri?" 

" Aku tidak tau." 

Senior itu berhasil mengunci pergerakan Ryan yang menandakan bahwa pertarungan selesai. Ryan tampak kelelahan berdiri menghadap ketiga tim yang akan menilai dan memilihnya sedangkan senior yang menjadi lawannya tadi telah meninggalkan lapangan. 

" Kau cukup berbakat tinggal meningkatkan staminamu." Sofyan memberikan komentar nya. 

" Sepertinya ini saatnya kau memilih karena kami semua menginginkanmu untuk bergabung dalam tim kami." Ujar Zulfikar melihat kedua temannya juga mengangkat tangan tanda bahwa mereka juga memilih Ryan untuk di jadikan muridnya. 

" Woow semua memilihnya bahkan mas Zaki yang dari tadi belum memilih sama sekali juga ikut angkat tangan. " Bisik bisik dari baris peserta. Berspekulasi siapa yang akan di pilih Ryan untuk menjadi tim pelatihnya nanti. 

" Saya ingin bergabung dengan Mas Zulfikar. " Ryan telah menentukan pilihannya. 

" Pilihan yang bagus." Timpal Zulfikar sambil tersenyum lebar. Ryan pun bergabung dengan barisan yang ada di belakang Zulfikar. 

" Sayang sekali, Ki. Aku mendapatkan adikmu. " Ucapnya pada Zaki sambil menyeringai. 

" Tch. Aku sudah tau ini akan terjadi. Aku hanya ingin membesarkan hatinya, Zul. Tugas seorang kakak." Jawabnya enteng. 

" Pembelaan yang bagus." Timpal Zulfikar mangut-manggut sambil melirik Sofyan yang juga terkekeh melihat dua temannya itu. 

Sementara di barisan peserta ribut tak percaya dengan pilihan Ryan. 

" Bahkan adiknya sendiri pun tidak mau memilihnya. Kasihan sekali. " Ucap Bima yang lagi lagi meremehkan Zaki. 

" Bung, bicaralah seperti itu jika kau sudah terpilih." Rudy tampak kesal mendengar ucapan Bima. 

Setelah Ryan ada dua peserta yang bernama Riski dan Ardi yang terpilih menjadi tim Sofyan. Dan satu peserta yang dinyatakan gagal. Jadi kini tinggal enam peserta lagi yang belum menunjukan kemampuannya. Zulfikar memanggil satu nama lagi.

" Putra Sanjaya no urut 115."

Peserta bernama Putra Sanjaya maju dan besiap menunjukkan kemampuannya.

" Wajahnya seperti tidak asing." Komentar Sofyan yang diamini kedua temannya. 

  • view 26