Padepokan Bumi Malang

Tee
Karya Tee  Kategori Project
dipublikasikan 04 November 2017
Pendekar Bumi

Pendekar Bumi


Cerita gak jelas yang ada di otak saya. Apa bila menemukan kejadian, lokasi ataupun nama sama itu merupakan sedikit kesengajaan dan lebihnya ngarang sendiri tanpa mengambil ide orang lain secara keseluruhan. Mungkin akan ada pergantian judul disesuaikan dengan alur cerita.

Kategori Petualangan

137 Hak Cipta Terlindungi
Padepokan Bumi Malang

Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran siswa baru seluruh cabang padepokan elemen yang ada di Indonesia. Di Padepokan Bumi Malang  sudah tercatat sebanyak 512 calon siswa yang mendaftar. Setelah melakukan verifikasi kelengkapan dokumen tercatat ada 308 calon siswa yang lolos sisanya dinyatakan gagal karena syarat dokumennya kurang lengkap. Kebanyakan dari mereka yang gagal karena tidak melampirkan surat izin dari orang tua atau wali murid. Setelah seminggu dari pengumuman verifikasi dokumen, calon siswa yang lolos melakukan serangkaian tes. Mulai dari tes kesehatan, tes fisik dan tes akademik tercatat ada 120 calon siswa yang lolos dan akan melanjutkan ketahap selanjutnya. Tahap penentuan diterima tidaknya calon siswa baru di cabang padepokan bumi malang ini. Semua peserta akan menunjukan kemapuannya satu satu di depan tim pelatih dan peserta lainnya. Sistem menilaian nya sangat tergantung pada ketua tim pelatih. Di mana ketiga tim pelatih akan memilih calon siswanya sendiri setelah melihat kemampuan dasar dari para peserta. Dan jika ada peserta yang di pilih lebih dari satu tim, ia akan mendapatkan kesempatan untuk memilih tim mana yang dia inginkan.

Semua peserta berkumpul di halaman utama padepokan bumi malang. Padepokan Bumi Malang terletak di desa terpencil pinggir hutan. Halaman nya luas dan di kelilingi tiga bangunan utama yang merupakan asrama dari para siswa padepokan bumi malang. Setiap tim memiliki satu asrama berlantai tiga yang di tempati para siswa sesuai tingkat tahunan. Lantai satu untuk tingkat tahun pertama, lantai dua untuk tingakat tahun kedua dan lantai tiga untuk siswa tingkat tahun ketiga, tahun terakhir sebelum dinyatakan lulus. Selain tiga bangunan utama padepokan bumi Malang memiliki fasilitas lainnya. Gedung olahraga serba guna yang bisa digunakan untuk aktivitas olahraga seperti basket, futsal, batminton, voly dan lain lain. Di sebelah gedung olahraga terdapat gedung latihan dengan fasilitas yang lengkap. Gedung latihan ini juga sering di gunakan untuk pertandingan antar tim untuk menilai sejauh mana kemampuan setiap tim nya. Selain itu padepokan bumi malang juga menyediakan masjid dan juga ruang ibadah untuk agama lainnya meski tidak sebesar masjid karena memang kebanyakan siswa di sini memeluk agama islam. Namun demikian diharapkan setiap siswa tetap bisa melakukan ibadahnya sesuai keyakinan dan kepercayaan nya masing masing. 

Para peserta berbaris di halaman utama dan di depan mereka sudah ada tiga ketua tim yang akan menilai kemampuan dasar masing masing peserta.

" Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokhatu dan salam sejahtera untuk semuanya." Salah satu ketua tim pelatih memberi salam yang langsung di jawab oleh semua yang ada di sana. 

" Perkenalkan nama saya Zulfikar Khomarudin. Saya salah satu dari tim pelatih yang akan menilai kemampuan kalian semua. " Ucapnya dengan suara keras dan tegas. 

" Saya yakin semuanya sudah tau sistem penilaiannya jadi tidak perlu saya jelaskan lagi. Yang berhasil lolos akan bertahan dan yang gagal kalian bisa mencobanya tahun depan. " Lanjutnya. 

" Baiklah selanjutnya perkenalkan rekan saya sebelah kanan." Zul mengerakan tangannya ke sebelah kanan mempersilahkan temannya memperkenalkan diri. 

" Ya perkenalkan nama saya Sufyan Yusuf. Bisa di panggil Sufyan atau Yusuf terserah kalian. " Ucapnya memperkenalkan diri dengan tersenyum. 

" Dan rekan saya selanjutnya - Zul mempersilahkan temannya yang berdiri di sebelah kiri untuk memperkenalkan diri. 

" Zaki Usman." Ucapnya singkat terkesan acuh. 

" Kami telah memegang daftar nama dan no urut kalian. " Zul mengangkat kertas yang ada di tangannya. 

" Kami akan memanggil kalian satu persatu untuk itu persiapkam diri kalian." Lanjutnya kemudian ketiga tim pelatih duduk di mejanya masing-masing. 

Dari barisan peserta mulai riuh dengan bisik bisik. Beberapa peserta terlihat gugup dan beberapa terlihat begitu percaya diri. 

" Memang tesnya seperti apa sih? " Tanya salah satu peserta. 

" Kita akan bertanding melawan senior tingkat kedua." Jawab peserta lainnya. 

" Kalu begitu sudah pasti kita yang akan kalah kan?" Peserta lain ikut menimpali. 

" Tch. Mereka menilai bukan dari menang atau kalah tapi mereka menilai kemampuan dasar kita." Peserta dengan name tag Ryan dan no urut 111 di punggungnya menjawab. 

Dari barisan belakang ada beberapa peserta bisik bisik mengomentari ketua tim pelatih. 

" Kudengar pelatih yang bernama Zaki itu sduah dua tahun tidak memiliki murid. " Ucap salah satu peserta. 

" Eh kenapa bisa begitu?" Tanya lainnya penasaran. 

" Ya karena tidak ada peserta yang memilihnya. Bahkan saat hanya dia yang memilih salah satu peserta tahun lalu, peserta itu memilih mengundurkan diri. "

" Tidak ada yang mau jadi muridnya karena dua tidak memiliki kemapuan dibandingkan dua tim lainnya." Lanjut peserta itu. 

" Kalau begitu aku tidak akan memilih Zaki. " Ucap salah satu peserta yang ikut mendengar obrolan itu dengan sombongnya. 

" Seperti kau akan terpilih saja. " Cibir peserta lainnya. Dan di ikuti dengan komentar komentar peserta lainnya yang ingin masuk dalam tim yang mereka inginkan. Tentu saja tidak ada yang berkomentar ingin masuk tim Zaki. 

" Ryan mereka membicarakan kakakmu seperti itu. " Ucap peserta dengan name tag Rudy yang berdiri di samping Ryan. 

" Biarkan saja Rud. Mereka tidak tau apa apa sama seperti sampah tidak berguna." Jawabnya acuh. 

Satu persatu peserta telah di panggil dan melakukan tes kemampuan ini. Sudah lebih dari setengah peserta yang gagal dan terpaksa harus pulang. Dari tim Sufyan ada 22 peserta yang lolos dan resmi menjadi siswa padepokan bumi malang. Tim Zulfikar ada 14 siswa sedangkan tim Zaki belum ada satu pun peserta yang menjadi tim tersebut. Peserta yang belum melakukan tes kemampuan hanya tinggal 10 orang lagi. 

" Mas Zaki belum memilih satu peserta pun." Komentar beberapa peserta yang tersisa. 

" Ingat Ki tahun ini kau harus memiliki murid." Bisik Zulfikar pada Zaki yang duduk di sebelah kirinya. 

" Hm." Jawab Zaki acuh. 

 

  • view 22