Hal paling berat di dunia adalah TIDAK MEMILIKI BEBAN

Tee
Karya Tee  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 Februari 2016
Hal paling berat di dunia adalah TIDAK MEMILIKI BEBAN

Semua pasti ada ibaratnya, seperti judul yang saya posting kali ini. Yaa...Hal yang paling berat di dunia adalah TIDAK MEMILIKI BEBAN. Kenapa.?? Bukan kah tidak memiliki beban akan menjadi ringan.?? Memang benar begitu, tapi tidak dengan ibarat yang satu ini.

?
Ibarat kan ada dua pendaki yang terjebak badai salju di jalan yang juram. Saat di tepian jurang mereka melihat ada seseorang yang tergelinjir orang itu tidak bisa berdiri karena kakinya patah. Di cuaca seperti itu, kondisi dan situasi seperti itu pendaki pertama ingin membantu orang yang tergelinjir tadi. Namun tidak dengan pendaki kedua, ia bahkan menyuruh teman nya untuk melajutkan perjalanan dengan alasan cuaca semakin buruk dan dingin yang menusuk tulang.
?
"Sudah kita lanjutkan perjalanan jika kita menolong orang itu kita semua akan mati." Ucap pendaki kedua.
?
Namun pendaki pertama tetap kukeh menolong orang yang tergelincir itu. Dan pendaki kedua pun melanjutkan perjalanan meninggalkan teman dan orang yang butuh pertolongan itu. Sedangkan pendaki pertama menolong orang itu dan menggendongnya di pugungnya lalu melanjutkan perjalannan dengan susah payah. Saat di tengah jalan ia tersandung sesuatu yang ternyata adalah teman pendakinya yang telah tewas tertimbun salju.
?
Di sini kita bisa menilai pendaki pertama selamat dari badai salju karena ia menggendong seseorang yang membuatnya berkeringat, belum lagi suhu badan yang bersentuhan dengan orang yang di gendongnya memberikan kehangatan lebih. Sedangkan pendaki kedua yang tidak memikul beban di punggungnya tidak bisa bertahan dengan dinginnya salju.
?
Tidak kah kalian pikir Tidak memiliki beban adalah hal paling berat di dunia.??
?
Ibarat lagi ada tiga orang berjalan di gurun pasir yang panas sedangkan persediaan air mereka tidak lah banyak. Di antara tiga orang itu ada yang mengusulkan untuk menggendongnya nanti akan bergantian jika sudah lelah. Satu orang tidak setuju karena ia mengira itu ide bodoh, mana ada yang lebih bodoh dari berjalan di gurun pasir yang panas sambil menggendong orang berjalan sendiri saja sudah kesulitan apa lagi di tambah beban.
?
Akhirnya satu memutuskan berjalan sendiri tanpa beban sedangkan yang satunya berjalan dengan menggendong temannya. Di tengah perjalanan mereka beristirahat makan dan minum bekal masing" namun tidak dengan orang yang di gendong temannya tadi. Karena ia di gendong ia tidak kelelahan dan tidak merasa haus sehingga ia tidak minum bekal airnya. Setelah istirahat mereka pun melanjutkan perjalannan nya, tetap dengan satu orang berjalan sendiri sedangkan orang yang di gendong pertama bergantian dengan temannya. Di rasa terlalu lambat orang yang berjalan sendiri itu berjalan mendahuli dan meninggalkan temannya.
?
"Kalian terlalu lambat sudah ku bilang itu ide bodoh, aku duluan yaa." orang yang berjalan sendiri itu pergi meninggalkan temannya.
?
Dengan susah payah mereka berjalan menyusuri gurun pasir. Di tengah jalan mereka melihat temannya yang mendahului tadi sedang duduk lesu, mereka pun menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi. Ternyata bekal air miliknya telah habis sedangkan ia sangat kehausan. Namun tidak dengan temannya yang di gendong karena tidak kelelahan ia pun tidak merasa begitu haus sehingga sisa bekal airnya di bagilah pada temannya yang kehausan.
?
Di sini kita juga bisa melihat dengan memikul beban kita bisa saling membantu bukan.??
?
Dalam hidup bukankah memang harus begitu.?? Setidaknya kita memiliki satu beban untuk kita tanggung entah itu orang tua, istri, atau anak. Namun jangan melihat beban itu sebagai beban jika kalian tidak mau bernasib seperti pendaki kedua dan orang yang berjalan sendiri.^^

  • view 676