Cooking is Love

Tee
Karya Tee  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Januari 2016
Cooking is Love

Namaku Alya Zahra Humaira. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara. Aku punya dua kakak laki-laki yang salah satunya adalah kembaranku. Mereka memiliki sifat yang sngat berbeda. Kakak pertamaku Riski Hafiz Ramadhan aku sangat sayang denganya begitu pun sebaliknya. Sifatnya yang tenang, pendiam, kalem tapi jangan salah walaupun dia amat kalem dia juga punya sisi tegasnya, dan jika sifat tegasnya yang di ambil dari ayah muncul tidak ada yang bisa berargumen lagi dengannya. Dan aku sangat suka ketika melihat wajah kembaranku mati kutu di skamat mas Riski. Hahahah...itu hiburan tersendiri buatku.

?

Dan kakak ku yang ke dua sekaligus kembaranku namanya Elyas Zaqi Hakim. Dia amat berbeda dengan mas Riski, sifatnya yang sedikit brutal, berisik dan suka buat onar itu benar-benar kekanak-kanakkan. Aku tidak habis pikir memiliki kembaran seperti dia. Tapi walau pun begitu dia sangat menyayangiku dan aku pun menyayanginya. Saking sayangnya dia pernah menghajar teman laki-laki ku sampai babak belur hanya karena dia menarik tanganku dengan kasar.Oh.....astaga aku tidak tau harus berterima kasih atau marah sama mas El. Jujur aku suka dia melindungiku tapi aku tidak suka dengan caranya yang brutal itu. Dan akibatnya mas Elyas harus di hukum ayah karena berkelahi belum lagi harus mendengarkan ceramah yang begitu panjang dari Ibu. Hmm...kalian tau ayahku punya seribu satu cara buat anak-anaknya bisa mengerti kesalahannya. Dan itu selalu berhasil. Good Father.

?

Sekarang tentang Ibuku, bisa di bilang sifat mas Elyas sedikit mirip dengan Ibu yang selalu bicara apa yang dia pikirkan. Mungkin ini yang di bilang saling melengkapi secara Ayah yang sedikit kaku dan tenang dengan Ibu yang sedikit cerewet sekali lagi sedikit cerewet membuat hidup semakin berwarna bukan.?? Bisa dibayangkan kalau Ayah hidup sama orang yang sifatnya sama dengan Ayah pasti hidupnya kaya di kuburan sepi dan suram. Abaikan...

Ibu ku itu pintar masak dan ini jadi alasan aku punya hobi memasak. Awalnya mas Elyas selalu mengejekku apa aku bisa masak lah, masakanku tidak enak lah sampai melarangku untuk ke dapur. Tapi saat masakanku matang dia akan jadi orang pertama yang mencicipinya dan sia bilang

?

" Masakan Al gak enak jangan dimakan biar aku aja yang ngabisin, aku rela perutku sakit."

?

Hah....yang benar saja. Itu alasan paling bodoh yang pernah aku dengar, bilang saja kalau masakanku emang enak dan dia berencana menghabiskannya sendiri. Aku tidak berlebihan sungguh, dia bilang masakan ku tidak enak tapi saat mas Riski dan Ayah mencobanya mereka bilang masakanku enak kok. Jangan berpikir mas Riski dan Ayah hanya ingin menghiburku, karena meraka buakn tipe orang yang mau basa basi berbohong hanya untuk menghiburku Ok. Jadi sudah jelas siapa yang berbohong sekarang.

?

Biasanya acara masakku memang selalu rame kalau ada mas Elyas, tapi tidak dengan hari ini. Hari minggu ini semuanya ada di rumah, mas Riski dan mas Elyas di suruh ayah membersihkan halaman dan atap rumah yang penuh dengan daun kering dan aku seperti biasa memasak di dapur sedangkan Ayah dan Ibu istirahat di ruang keluarga sambil menonton tv. Kami melakukannya dengan senang hati, membiarkan Ayah dan Ibu bersantai satu hari dari seminggu yang melelahkan untuk mereka. Cukup adil bukan.??

?

Hari ini aku berencana membuat cemilan hari minggu. Tapi mengingat Ayah punya alergi terhadap tepung atau tepatnya zat gluten yang terdapat di tepung terigu membuat cemilan jadi hal yang sedikit sulit. Secara garis besar cemilan atau makanan ringan itu indentik dengan tepung. Aku merasa kasihan dengan Ayah, pasti tidak enak memilik alergi tepung ayah jadi tidak bisa makan mie, pizza,?fresh chicken, dan makanan lainnya yang mengandung tepung. Untung saja Ibu ku pintar masak jadi dia tidak akan membiarkan ayah makan makanan di luar karena Ibu selalu membawakan bekal makan siang untuk ayah dan tentunya masakan ibu lebih enak, lebih sehat dan yang pasti bebas tepung.

?

Kata ibu cinta bisa datang lewat masakan. Pernah sekali saat menjelang hari Raya Idul Fitri selepas tarawih aku dan ibu membuat bermacam-macam kue kering dan saat itu ayah mencicipi kue yang baru keluar dari oven hanya satu potong dia langsung masuk kamar tanpa bilang apa-apa. Ibu yang baru sadar apa yang ayah lakukan langsung panik masuk kamar. Dan di dapati ayah dengan wajahnya yang memerah sambil terbatuk-batuk nafasnya pun terasa semakin sesak. Saat iitu ibu langsung memeluk ayah mengusap keringat di dahi ayah dan bilang

?

" Apa yang kau lakukan bodoh.??kau membuatku khawatir." Sambil memberi obat pada ayah, Ibu tak hentinya menangis. Suhu badan ayah juga tinggi meski telah di kompres ibu. Sungguh aku, mas Riski dan mas Elyas juga merasakan ketakutan yang sama dengan Ibu. Tapi ayah malah tersenyum dan bilang

?

"Aku tidak tahan melihat kue-kue buatan istri dan anakku, aku juga ingin mencicipinya dan rasanya benar-benar enak."

?

Oh....astaga semua menangis mendengar ucapan ayah. Dan sejak saat itu ibu tidak pernah lagi membuat kue, sampai ayah yang meminta ibu membuat kue bukan untuknya tapi untuk kami anak-anaknya dan ayah juga berjanji tidak akan memakannya lagi.Setelah sekian lama akhirnya ibu membuat kue lagi dan kali ini ibu meminta ayah untuk memakannya. Semua kaget tapi ibu bilang tidak apa-apa dan benar saja saat ayah memakannya tidak terjadi apa-apa. Kau harus lihat bagaimana ayah memakannya dengan lahap.

Saat ku tanya bagaimana ibu membuat kue untuk ayah dia bilang

?

" Itu resep rahasia ibu dan ada saatnya kamu yang akan membuatnya untuk ayah. Untuk saat ini biar ibu yang membuatnya." Senyumannya tak kan pernah hilang dari ibu jika membicarakan resep rahasia itu.

?

Dari kejadian itu aku percaya bahwa cinta ayah datang karena masakan ibu. :)

Sekarang aku pun mau membuktikan cintaku untuk keluarga dari masakan. Ibu belum memberitahu resep rahasianya padaku. Dan cemilan apa yang bisa aku buat dan dinikmati semuanya yaa..??Aha...aku punya ide.

?

***

?

" Wah...kelihatannya enak Al." Ucap mas Elyas tumben sekali dia memuji makananku.

?

" Benarkah.??" tanyaku memastikan.

?

" Tapi tidak tau dengan rasanya." jawabnya enteng, sudah ku duga.

?

" Kamu buat apa Al.?" tanya mas Riski yang baru masuk dari pintu belakang.

?

" Cemilan hari minggu mas hehehhe.." Jawabku ceria, bisa ku lihat mas Elyas mencibir cemburu mungkin melihat perbedaan sikapku.Hehehehe maaf mas El.

Tapi dia tetap membantuku membawakan jus yang sudah ku siapkan juga ke ruang keluarga.

?

"Lihat Al bikin camilan hari minggu nih." Ucap mas lebay saat masuk ruang keluarga dan duduk di karpet sambil meletakan cemilan yang ku buat di atas meja.

?

"Kalo di lihat dari bentuknya sih enak biar aku cicipi dulu yaa." Ucap mas Elyas mengambil pisau siap mempotong.

?

"Tidak boleh...kali ini aku dulu yang cicipi." Mas Riski tidak terima menepis tangan mas Elyas.

?

"Sudah...sudah...kamu buat apa Al.?"Ibu melerai mereka berdua sambil turun dari sofa melihat cemilan buatanku.

?

"Tada....cemilan minggu ini adalah punging coklat stowbery dengan vla vanila." Ucapku bangga sambil memotong puding buatanku dan membaginya untuk Ayah, Ibu, Mas Riski dan kemudian baru mas Elyas.

?

" Kenapa jadi aku yang terakhir." Ucap mas Elyas sambil menyuapkan potongan besar ke mulutnya.

?

"Hahhahahah..."Semuanya tertawa melihat tingkah mas Elyas.

?

" Kamu ini El." Ucap ayah sambil memegang kepala mas Elyas dan mengusapnya pelan.

?

Hari minggu yang sangat gembira. Tamat

  • view 143