Puisi Mabuk

tedy ndarung
Karya tedy ndarung Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Desember 2017
Puisi Mabuk

Rembulan
cahaya temaram lampu malam
telah tercatat sebagai hakim
di gubuk yang reot
ada kita yang ribut
sedang angin tetap mengajak daun menari
dan gelas-gelas kaca tetap sepi
menunggu seorang penyair
terhuyung huyung
sambil berbagi
mengairkan rindu dari
botol-botol pencinta sajak
satu teguk...
kita sudah bertanya
lagi dan lagi
bertanya...
mengapa kita terus bertanya?
Seorang malaikat berbisik, kau sedang mabuk
Aku tetap bertanya
Apa yang kau tanya?
Malaikat itu ikutan mabuk

Akhir Desemder 2017

  • view 243