Di Beranda Rumah Kau dan Si Kecil Tidak Ada

tedy ndarung
Karya tedy ndarung Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Desember 2017
Di Beranda Rumah Kau dan Si Kecil Tidak Ada

Di beranda rumah tempat kita sering berbincang, tersenyum, mengajak si kecil untuk berdebat. Kau memaksa si kecil untuk tersenyum, bertepuk tangan, seolah-olah si kecil kita sudah mengerti tentang hidup. Masih biasa rasanya. Tiba-tiba malam melepaskan jangkar, kamu berlayar kencang tanpa pamit, tanpa lambaian tangan dan aku tertinggal.

***

Sayang, aku di beranda rumah, kau dan si kecil tidak ada. Namun, masih sempurna wangi badan si kecil dan kau di sini, meskipun rumah ini telah menjadi abu. Masih jelas terdengar suaramu dan teriak kecil anak kita di sini, meskipun kau dan si kecil sudah jauh dari tatapku.

***

Sayang, aku di beranda rumah, kau dan si kecil tidak ada. Apakah waktu menjahit sedikit bola mataku? aku tidak bisa menatapmu dan si kecil. Satu cemasku yang mengapung pada kalian, akankah si kecil masih ingat tentang aku, ayahnya? Aku mohon ajarilah dia untuk tersenyum di sana. Ajarilah dia untuk melukis, tentang alam, tentang surga dan tentang kau dan aku, ayahnya. Jangan sekali-kali kau biarkan dia bertanya tentang aku. Karena tanganku tak akan mampu meraih air mata lagi kala ia menangis dan pipinya basah.

***

Di beranda ini, aku sendiri bersama tumpukan waktu yang membatu, sedikit kupungut setiap jejakmu dan si kecil di beranda rumah, ruang makan, kamar tidur, ruang tamu, kasur, dapur, bahkan di kamar mandi. Aku pungut satu per satu dan menyimpannya di ujung laut biru. Suatu saat akan ku tumpah dan susun lagi menjadi sebuah sejarah yang tak lekang sirna dari ingatanku.

***

Sayang,,,
sekali lagi aku ke beranda rumah kau dan si kecil tetap tidak ada. Apa benar kalian sudah pergi?
aku masih belum percaya…
masih belum…
belummm…

2017 masehi

  • view 102