ROHANI

Tubagus Hakim
Karya Tubagus Hakim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Juli 2017
ROHANI

 

Malam itu sunyi mulai melambai tiang alam semesta di tanah para jawara , atap kehidupan  yang berhias warna-warni kejora berlatar hitam tak menyurutkan rencana sekelompok manusia untuk melepas dahaga kepenatan aktivitas kota. Tujuan kumpulan makhluk pencari ketenangan ini akhirnya tertunjuk pada satu kolam pemandian dingin dicikaromoy. Mulailah mereka bergeriliya mencari sekutu untuk bersatu menuju satu tempat yang bermutu tersebut

Salah satu diantara mereka bernama rohani, karakter perempuan ini sangat santun dan pintar menggaet hati cucu adam dengan senyum malu-malu kecilnya banyak pria yang tergila-gila, mulai dari teman SMAnya sampai teman kuliahnya yang menjadi pejabat dijurusannya. Tak pelak dengan kepribadiannya tersebut rohani yang meminta kejelasan kepada ARGO yang katanya berminat untuk bergabung dalam acara jalan-jalannya ini mulai gamang

“ go besok ikut kan bareng ofal ke cikaromoy terus kerumah hafid?”

Chat rohani tersebut atau lebih akrab dipanggil roh membuat argo tak enak hati untuk mengatakan tidak, bahkan tangannya seperti di sihir ketika memandang Display Picture rohani untuk mengatakan 3 huruf ‘iya’ , dalam hatinya bergumam “entahlah apa yang membuat wajah dia istimewa,sampai-sampai pikiran ini tiba-tiba hanya ada gambaran tentang dia. Mungkinkah ini rasa cinta yang menurut orang dahulu bisa membuat bodoh, kalau iya mengapa hati ini saja yang terpatri apakah perasaan yang sama bisa dirasakan oleh dia, ah mungkin ini hanya sebelah pihak aku tak boleh gede rasa apalagi dia banyak yang suka, kalau aku mah apa kadang dianggep sama orang lain ga pernah serius, padahal kali ini aku mau serius karena ada gejala tak masuk logika menerpa diriku dan  itu merupakan pertanda.

Setelah cukup lama chat dari ROH hanya di read, ARGO pun mulai ba’da isya intensif untuk berkomunikasi menyampaikan kesanggupannya untuk bergabung pada acara ini

“oke roh aku mau ikut besok pagi”

“ya udah besok pagi jam 8” setelah chat ini mereka berdua terus menerus melakukan komunikasi dan terkadang diselingi gombal2an argo. Sikap aneh pria  ini tidak seperti biasanya, dia gampang sekali mengeluarkan kata-kata rayuan, bahkan pada satu momentum ini argo berikrar “aku harus terus jaga senyumnya, walaupun dengan cara  aku bertingkah konyol dengn mengeluarkan kata-kata aneh, pokoknya jangan sampai dia cemberut ketika aku chat dengannya.

Denting lonceng mendekati tengah malam mulai berbunyi, tetapi kedua insan ini masih saja sibuk saling berbalas kata-kata, sampai argo akhirnya mulai mengakhiri chat dengan kalimat ” udah malem nih semoga mimpi indah* gombal ala hafid haha”

Keesokan harinya Mentari menyapa pelupuk mata Argo dengan gencarnya seolah memberikan bantuan agar argo bangun dan berangkat mengejar tulang rusuk impiannya, tetapi dalam lubuk jiwanya tersiar kabut hitam bahwa rohani adalah sosok wanita impian banyak orang tak mungkin pria kurus seperti dirinya mampu berada di hati roh, dan hal itu pun membuat argo terus menutup matanya agar kabut buruk itu hilang dari pandangan mata jiwanya, seolah dia tidak ikhlas akan prasangka buruk itu.

Handphone disamping argo akhirnya berdering begitu hebatnya sampai pria itu terbangun dengan cepatnya.

Dengan sigap di angkat telepon “ yah halo dengan siapa ini”

“ofal bro, segera ke kampus C weh udah jam 11 nih anak-anak nungguin”

“ anak-anak mana bro?”

“rohani, lepi dll”

Mendengar jawaban itu dia tertegun sejenak lalu mengangkat dagu dan wajahnya seraya dia menyumpahi alam dengan kata-kata

“ alam jika dia mempunyai rasa yang sama denganku berikanlah dukunganmu dengan sepenuh hati”

Dengan rasa pesimis argo mengendarai motornya sembari berucap di tengah perjalanan “ hay jok belakang sudah lama kau berdebu tak diduduki oleh orang special, tapi hari ini jika takdir dewi cinta merestui sang tulang rusuk pengokoh jiwa hadir dibelakangku maka aku yakin kau akan kedatangan tuan putri baru sambutlah dia dengan engkau membersihkan debu tersebut”.

Sesampainya di ciwaru ofal yang sudah lama menunggu langsung mengajak argo pergi menuju pandeglang untuk menjemput temannya bernama fahri untuk ikut dalam acara ini. Sesampainya di rumah fahri naufal langsung memberikan pilihan pada fahri untuk ikut argo atau ofal. Seketika bisik dalam hati argo mulai berisik dengan menyatakan “ wah kalau dewi cinta merestui fahri yang duduk dibelakang jok ini aku akan hujat dewi habis-habissan”

Tetapi rasa gugup tersebut mulai sirna ketika fahri lebih memilih duduk di belakang jok motor ofal. Seketika argo menghela nafas sambil berucap

“ wah makin misteri deh siapa yah yang bakal duduk di jok belakang ini” lalu dia melanjutkan perjalanan.

Perjalanan mereka bertiga diringi oleh gerimis manja yang mampu membasahi baju walaupun tidak sampai kuyup, tetapi cukup untuk menghilangkan debu yang melekat di motor argo begitu lama terutama debu yang berada di jok belakang tersebut. Peristiwa alam ini membuat argo berpikir tentang sumpah serapahnya kepada alam untuk mendukung dia dalam menunjukan bahwa rohani memiliki rasa yang sama, dengan gerimis yang turun dari langit lalu ia berpikir.

“wah alam ngebantu aku ngebersihin jok belakang buat nyambut siapapun itu yang bakal jadi tuannya pake gerimis manja, widih jangan-jangan ini pertanda hehe”

sesampainya ia dan temannya di cikaromoy rohani dll sudah menunggu didalam, begitu masuk kawasan pemandian asri nan sejuk ini terlihat dari kejauhan sesosok wanita sedang memegangi badannya yang kedinginan sunggguh rupanya tak asing bagi argo.

“ wah itu rohani lagi kedinginan, ah aku ga tega ngeliat dia kaya gitu aku pengen kasih ini jaket biar dia agak hangat, eh tapi kalau aku kasih ini jaket temen-temen pasti pada curiga yah” gerutunya dikejauhan.

Ketika argo dan teman2nya mulai dekat dengan lepi, rohani dll, argo mengucapkan sesuatu dalam relung jiwanya ketika melihat rohani dari dekat dan berada di tepi kolam, “ balutan kerudungnya tetap melekat untuk menutupi kehormatannya, pucat putih pasih wajahnya menyiratkan ketulusan murni di setiap tindak laku perbuatannya, gemetar mulut kecilnya menandakan dia sosok yang santun dengan perkataannya”, renungan tersebut membuat argo terdiam beberapa waktu sampai temannya menegur dia dari belakang

“bro hayu mandi”

“ ah dingin bro”, kata-kata itu terucap demi alibi argo untuk menjaga agar jaket yang dikenakannya tetap dalam kondisi hangat dan itu merupakan reflek alam bawah sadar argo untuk menyiapkan jaket ini untuk seseorang dalam perjalanan pulang nanti.

Ketika senja mulai menyeruak di atap kehidupan ini kelompok anak muda tersebut mulai bergegas pergi ke rumah hafid untuk persipan pulang ke kota, sesampainya disana kelompok ini mulai mempersiapkan banyak hal dengan terburu-buru karena waktu pada saat itu menunjukan jam shalat isya, ketika semuanya sudah rampung anggota kelompok yang pulang ke kota mulai berbabgi strategi siapa yang mau naik umum dan naik motor, fase ini membuat argo berkata dalam hati “waduh penentuan nih, kalau diliat dari gejala alam tadi sih udah ngedukung tinggal nunggu takdir dewi cinta nih”.

Dan akhirnya diputuskan bersama bahwa deni yang tinggal di pakupatan bareng argo karena satu arah pulangnya, sontak mata argo mulai melabar kepalanya geleng-geleng tak percaya dan tak menerima takdir ini, argo mulai terlihat lesu tak berdaya melihat keputusan teman-temannya  dan dia pun marah kepada dewi cinta seraya berkata “dewi cinta harus pensiun soalnya dia jahat  udah ga bisa bedain rasa tulus kepada rohani ini” mungkin dewi cinta yang berada di langit mendengar dan mengkaji perasaan argo kepada rohani sehingga dia memutuskan untuk mengganti alur takdir argo. Dan Seketika itu lepi berceloteh: “eh kasian rohani dia pulang ke cilegon nanti dia sendirian mending dia sama argo aja”. Usulan tersebut diterima oleh semua pihak

Tak menyangka hal tersebut akan terjadi senyum mulai menjalar di bibir argo sembari dia berpikir dalam diam bahagia tiada taranya “ wah alhamdullilah dari awal alam udah ngedukung make gerimis manjanya buat bersihin jok belakang, abis itu jok belakang diisi sama tulang rusuk penegak impian, lengkap sudah pertanda ini mudah-mudahhan dia punya rasa yang sama hehe”.

Perjalanan pulang pun dimulai untuk menyusuri daerah pandeglang yang sunyi dan asri ini, ketika mencapai daerah baros lagi-lagi alam memberi dukungannya dengan memberikan rintik-rintik hujan penambah sahdu 2 insan yang asik mengobrol di perjalanan ini, ketika sampai di daerah kebon jahe rohani meminta argo untuk menurunkannya disitu.

“udah ar, roh turun disini aja kasian ngerepotin argo”

argo dengan sigap menjawab ” tenang roh, bakal argo anterin roh sampai cilegon kalau perlu sampai kweni”

dengan malu-malu roh menjawab” ya udah geh”

di tengah perjalanan menuju cilegon argo sempat terpikir dalam benaknya untuk mengajak roh makan di suatu tempat “ wah aku pengen ngajak makan roh dimana yah diakan orang kota yang suka makan di tempat mahal aku mana sanggup bayarin  kalau aku kan orang kampung makan di pinggir jalan pun jadi  tapi kalau dia waduhh” akhirnya rencana itu urung dilakukan.

Tetapi sesampainya ia di perempatan menuju JLS dan kota cilegon, terlihat dari jauh pedagang martabak manis special menjajahkan makanannya. Seketika itu terpikir dalam benaknya tentang filosofis martabak manis special “ martabak ini perpaduan dari susu, ceres dan kacang mereka jenis makanan yang berbeda tetapi ketika disatukan jadi makanan special yang disukai banyak orang dan banyak juga sih yang benci, nah itu sama kaya cinta yang terdiri dari 2 individu berbeda dia pendiam dan cenderung menutup diri aku agresif dan apa adanya mengungkapkan sesuatu wah itulah perpaduan yang saling melengkapi hubungan jadi special kalau sifatnya sama aja jadi martabak murahan yang bahan topingnya Cuma satu jadi cinta murahan dong hihi, walaupun demikian dalam penyatuan perbedaan ini pasti ada saja yang tak suka,  karena saking special manisnya hubungan ini kita diiriiin soalnya harga kita lebih mahal”. Pemikirann tersebut akhirnya memberhentikan argo di penjual martabak manis special.

“ bang beli martabak special satu”

“oke de” seraya menjawab argo

Setelah pesanan selesai argo memberikan martabak ini kepada roh.

“ini buat roh, maaf baru bisa beliin segini”

“ ga apa-apa kok makasih banyak yah argo”, ditambah dengan senyum kecilnya.

Argo pun belum menyampaikan filosofis kenapa dia memberikan martabak ini, lalu dia melanjutkan perjalanan ke arah seruni untuk mengambil motor roh yang di parkir disana. Ketika sampai disana roh bergegas sambil mengucapkan terima kasih kepada argo

“ makasih argo maaf udah ngerepotin”

“ ga apa2 roh, bahkan argo skrg pun siap kawal roh sampai depan kweni”

Perjalanan 2 insanpun dimulai kembali menuju JLS yang sepi dan sendu, setibanya di satu gang roh mulai memberikan sen kiri tanda dia akan menuju rumahnya, dan argo mengawasi dari dekat. Sampai roh dan bayangannya melebur masuk kedalam jalan gelap tersebut.

 

 

 

 

  • view 42