5 agustus

Tb hakim
Karya Tb hakim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 Agustus 2017
5 agustus

Sikap diam penuh kedinginan terpapar jelas pada raut wajah datarnya, seolah tak peduli pada dunia fana sekelilingnya. Hanya tutur halusnya tersemai diudara, tak ada pertanda bahwa dia adalah makhluk empati pada sesama, relung hatinya tak pernah murah terumbar . tatap matanya tajam bagai belati bertuan, senyum kecilnya bagai virus kronis nan manis. Kurus tubuhnya menunjuk pada rasa tulus, tak pelak bayang sosok tersebut bagai kabut yang tak pernah berlalu dalam imajinasi IRUL.

 Lalu pertanyaan yang terbersit dalam benaknya hanya terdiri dari 2 kalimat “ Siapakah dia?” ...... mungkin pertanyaan itulah membuat irul tiba-tiba  terdiam lama dan celoteh dalam hatinya

“iya betul tulang rusuk tak bertuan ini bernama iyah, dia mahasiswi yang tangguh dan ulet hal itu bisa dilihat dari kesehariannya membantu ibunya dengan berjualan uduk di kampus, rasa gengsi  dan malu dihadapan teman-temannya tak pernah ia risaukan, betapa terlihat sifat cucu hawa ini siap menemani kehidupan orang tersayang dengan segala keadaan baik susah maupun senang.”

Tiba-tiba dalam renung buai indahnya dia terkaget dengan suara alarm tahajudnya  “ wah semakin ku merenungi tingkah lakunya, semakin terjerembab dalam kekaguman akhlaknya nih. Sampe-sampe aku bengong 3 jam Cuma buat panjangin durasi mozaik perilaku iyah, yang aku jadiin film bisu dalam imajinasi ini, ya udah deh daripada terjebak terus sama khayalan limitid edition ini aku sholat tahajud + shubuh dulu deh”

Sesudah menjalankan ibadahnya irul bergegas mengambil handphonenya untuk menghubungi staf jurusan berkenaan dengan sebuah urusan pengurusan berkas.

“ pak jam 8 saya mau ke ciwaru yah” tulis dia dalam chatnya.

“ oke bapak tunggu” jawab staf  tersebut.

Mendapat balasan dari staf tersebut irul langsung memanaskan motornya sambil asik sedikit membersihkan jok belakangnya, tetapi ketika irul akan mengelap bagian belakang motornya tetiba dia tertegun diam seraya dia bergumam “ wah kapan yah jok belakang keramat ini diisi lagi oleh sang penghibur hati”.

Selesai membrsihkan motornya irul langsung tancap gas menuju ciwaru, selang 20 menit kemudian dia sampai di tempat dan langsung menuju staf untuk menanyakkan perihal berkas yang ingin dia ambil.

“ pak berkas saya taro dimana?”

“itu cari aja dibelakang meja”

Mulai lah tangan cekatan irul memilah dokumen-dokumen tersebut, ketika sedang asik dengan pencariannya irul terkejut melihat satu file lengkap berisi biodata seorang temannya.

“waduh ini kan punya iyah, coba ah sedikit aku baca-baca, nama iyah, lahir 5 agustuss”. tiba-tiba staf tersebut datang dan menegur irul yang sedang baca dokumen iyah.

“hayo  jangan kepoin dokumen orang yah”

Irul terkaget dengan nada gagappnya“iiiiiyyyya  pak iya”. Dalam hatinya dia berbicara “aku jujur ga pernah mau tahu dan kepo sama tanggal  lahir iyah, tempat tinggalnya, ataupun tentang orang tuanya tapi dengan kejadian tidak disengaja ini seolah-olah tuhan memberi petunjuk pada hambanya lewat hal-hal yang tidak diduga untuk mengenalkan sosok pembuai hati yang selama  ini dinanti”.

Setelah mendapat berkasnya irul langsung bergegas pulang, dalam perjalanan menuju rumah tersebut irul berceloteh sendiri “pokoknya tanggal 5 agustus nanti aku harus ucapin perayaan hari lahirnya pada jam 12 malam tepat, dan selesai itu aku siapin sesuatu buat hadiah dia”.

Selang beberapa hari irul bersiap dengan matanya yang selalu terjaga padahal waktu pada saat itu menunjukan pukul 11 malam tapi dia terus bertahan demi tercapainya rencana awal dari rangkaian perayaan ulang tahun iyah. Setelah jam dinding berdetak di angka 12 malam irull langsung memberikan ucapan via chat kepada iyah.

“ selamat ulang tahun iyah” kata-kata ini memang sangat sederhana tetapi dibalik nya ada perjuangan irul yang sebenarnya sedang di infus dan sakit tetapi memaksakan diri untuk mengetik kalimat tersebut sampai-sampai jarum yang menancap didalam tangan irul yang berfungsi sebagai sarana pengalir cairan infus berubah menjadi merah merona karena darah irul tetiba mengalir karena gerakan tangan irul yang banyak mengetik hp demi ucapan tersebut. Irul yang merasa perih tak kuasa akirnya meronta dengan lirihnya.

“ ahhh sakit banget nih tangan keluar darah, tapi udah puas deh yang penting aku udah berhasil di rencana awal ini. Biarin aja darah ini jadi saksi pengorbanan, walaupun iyah ga tau apa-apa tentang hal ini, yang penting dia senang aku ga apa-apa deh begini”. Lirih curhatannya ini membuat mamah irul terbangun dan terkejut dan berteriak karena panik melihat tangan anaknya bersimbah darah.

“irullllll kamu kenapa tengah malam begini keluar banyak darahhhh” tetiba mata mamah irul melihat hp disamping irul dan berteriak lagi. “ jangan-jangan hp ini akibatnya, mamah mau tanya malam-malam begini kamu hubungi siapa sih, apa dia orang penting bagi hidup kamu, sampai-sampai kamu berdarah banyak begini karena bela-belain main hp demi hubungi dia ?” irul hanya terdiam dan menjawab dalam hatinya “ iya mah dia orang special, aku ga tau sampe-sampe aku mau bertindak bodoh kaya tadi” . ketika fajar menyambut kalimat yang dilontarkan irul kepada iyah melalui chatnya dibales oleh iyah, seketika itu irul hanya mampu me readnya tanpa kuasa membalas chat tersebut.

 

  • view 52