Selamat Datang

Tari Akbar
Karya Tari Akbar Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 Agustus 2016
Selamat Datang

“Selamat Datang”

Kita akan selalu memulai sesuatu yang berganti. Dalam artian kecil, setiap waktu ‘perpindahan’ akan menuntut kita untuk melakukan hal yang berbeda.

Putih abu-abumu mungkin sudah sedikit berdebu. Hampir pasti sebagian besar diantara kalian masih menyimpannya tergantung belum dicuci, setelah seharian dipakai berkeliling tempat sembari bersorak. Layaknya kerumunan jelata yang tiba-tiba mendapatkan kemerdekaan. Atau nyaris seperti orang terkurung yang tiba-tiba mendapatkan kunci dari pintu pembebasan.

Tapi benarkah anda memang bebas? ( semoga saja ). Seperti anda memilih pendidikan tanpa tuntutan apapun. Yang dimaksud adalah anda tidak dipaksa untuk mengarahkan daya berpikir anda kearah yang menjadikan anda bukan diri ‘ANDA’, begitu mungkin dalam artian hematnya. Sekali ini dan nanti anda butuh kebebasan itu,  Seperti anda pernah bebas berteriak tanpa beban apapun saat kelulusan menjadi hadiah terindah di hari itu.

Mencintai ilmu pengetahuan atau merisaukan masa depan. Anda butuh jedah untuk singgah sejenak. entah itu tempat atau lamunan, tidak jadi masalah. Untuk mempertanyakan kedua hal itu. Sekali lagi saya ulang, ‘mencintai ilmu pengetahuan atau merisaukan masa depan’. Anda berada di mana?, atau anda di antara yang mana?. Atau mungkin anda punya tambahan pilihan yang lain, namun ‘MENURUT SAYA’ itulah hal yang paling substansial untuk dipertanyakan.

Kedepannya anda memilih yang mana, itu mutlak punya anda. Sebab Dedy Susanto ( Pakar alam bawah sadar ) pernah berkata; ‘diri andalah yang memiliki otoritas terhadap apa yang anda pilih bukan orang lain’. Akan tetapi saya tidak ingin BAPER kali ini. namun ‘kecintaan’ sungguh-sungguh terhadap sesuatu akan melahirkan hal yang sangat luar biasa, tanpa merisaukan sesuatu yang sifatnya masih tanda tanya dalam buah hasil.

Thomas Alfa Edison mencintai ilmu pengetahuan setelah diusir dari sekolah dan tetap memilih untuk belajar, satu pertanyaan penting. Pernakah ia memilih untuk menjadi ilmuan?, atau orang-orang yang memberikan label karena itu hanya buah hasil. Plato bahkan mendirikan Akadeomus setelah gurunya yang bijak ( Socrates ) meninggal dan difitnah. Seperti Edison, Plato juga mencintai Keilmuan yang dititipkan dari gurunya, dan gelar filsuf hanyalah buah hasil dari kecintaan plato terhadap ilmu pengetahuan.

Ada contoh yang lebih menakjubkan lagi. Dr. Herbert pernah meneliti selama tiga dekade. Nama penelitiannya ‘Inner Power’, dalam bukunya yang diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia ia kerap menyebutkan tentang pembebasan diri. Ulasan umumnya, Dr. Herbert menemukan kecintaan akan melahirkan kesungguh-sungguhan dan berlanjut pada hasil yang mendukung produktifitas di level yang berbeda. Kalau anda pernah menonton anime ‘KUROKO NO BASUKE’, di dunia atlit Zone menjadi contoh sederhana pada penelitiah Dr. Herbert. Yang artinya adalah atlit hanya perlu bermain tanpa memperdulikan takut akan kekalahan atau damba terhadap kemenangan.

Bagaimana jika itu di dunia pendidikan. Mungkin Dr. Herbert akan menyarankan kita hanya untuk terus belajar ( Buku, teori maupun praktikal ), sementara keberhasilan atau pun kegagalan itu hanya buah hasil. Dan bukannya kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda? ( Semoga anda setuju dengan hal ini ).

Perpindahan memang menuntut kita untuk melakukan hal yang berbeda. Entah itu hal yang sama dengan taraf yang semakin menanjak, atau memang hal berbeda seperti yang sempat kita lakukan sebelumnya. Namun kecintaan terhadap sesuatu adalah hal yang sangat patut untuk kita perjuangkan. Dan masa depan atau sama saja dengan buah hasil, biarkan itu menjadi urusan dari kata ‘NANTI’.

 

  • view 159