Yang Terlupakan

Tari Akbar
Karya Tari Akbar Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Agustus 2016
Yang Terlupakan

YANG TERLUPAKAN

Pada rekam jejak yang terus terangkai, kita akan selalu siap menerima bahwa ada sesuatu yang tertinggal. Lalu kemudian secara otomatis akan terlupakan. Ini bukan tentang lagu galau yang menyinggung perasaan khlayak ramai, yang sangat sering di- ‘post’ orang menyangkut perasaan galaunya. Saya ‘kok berputar-putar ya?. Kita akan kembali “ada yang terlupakan”.

Pagi ini berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Salah satu teman saya tiba-tiba mengutak-atik permainan masa kecil yang mungkin sudah hampir punah saat ini. hampir sama semi mitologi dengan kepunahan dinosaurus. Itulah dia, Si Permainan karet dengan beberapa bentuk. Ada dua karet berbeda warna yang tiba-tiba berpindah dari tangan kiri ke kanan, ada ilusi sederhana seolah-olah karet putus padahal tidak, dan mungkin masih banyak variasi lagi. Hanya saja saya yang memang tidak tahu bentuk olahan lainnya, ataukah mungkin ingatan saya yang tak kuasa mengjangkau.

Teman saya mungkin lelah, ataukah kami yang memang kurang kerjaan ( yang dimaksud adalah progress dunia=on target dalam pemahaman sosial ). Ya bisa jadi, sekali lagi kami ‘kurang kerjaan’. Setelah semalam suntuk saling berhadapan dengan laptop masing-masing, jarang bercanda dan bahkan nyaris sungkan untuk sekedar berbagi satu kata. Mungkin tak seperti masa kecil lalu saat permainan karet lalu, saat kita tertawa bersama saat saling menebak rangkaian atau pun olahan permainan karet yang akan teman-teman lakukan. Atau mungkin juga saja karena umur yang semakin menanjak, namun alangkah naifnya. Permainan ataupun kegiatan dapat berubah, namun tidak dengan kebersamaannya. Dan rasa-rasanya kita semua sepakat bahwa kebersamaan tak sekedar duduk bersama sembari saling berdiam diri satu sama lain.

Anak-anak seusia saya ketika saya masih memainkan permainan karet itu, mungkin juga mengalami keadaan seperti saya sekarang ( Semoga saja tidak ). Mungkin mereka saling berdiam diri ( Semoga saja Tidak ). Bermain dan ‘gadget’ mereka masing-masing, mengutak-atik permainan mereka sendiri-sendiri. Entah itu COC ( Clash Of Clan ), atau mungkin Pokemon Go yang sedang digemari para penggunanya saat ini.

Beda masa beda gaya, begitulah mungkin kenyataannya. Untuk mendapatkan sesuatu mungkin juga harus mengorbankan sesuatu, kita mungkin telah mengokohkan peradaban canggih dan semoga saja kita tak melumpuhkan seuatu yang penting (……???).

 Permainan karet masa kecil saya telang usang termakan zaman. Adik-adik saya sudah melebihi saya saat saya berumuran seperti mereka. Permainannya telah usang dan terlupakan, tetapi semoga saja tidak dengan kebersamaan dan keceriaan saat bermain juga ikut terlupakan.

  • view 158