Sarjana Pertanian Sukses Jadi Pengusaha Mebeler di Kecamatan Kobalima Malaka.

Rai Generasiku
Karya Rai Generasiku Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 13 Juli 2018
Sarjana Pertanian Sukses Jadi Pengusaha Mebeler di Kecamatan Kobalima Malaka.

Malaka - Emanuel Banani Lulusan Isntitut Pertanian STIPER Yogyakarta, kini suskes jadi pengusaha mebeler, pria berkulit sawo matang, sapaan akrabnya Eman Banani, pria asal Desa Litamali Kecamatan Kobalima,Kabupaten Malaka,kini sukses merilis usahanya di bidang mebeler bermodalkan pinjaman kredit KUR di BRI. (13/7/2018)

Meski bercita-cita ingin menjadi pegawai pakar pertanian sesuai gelar yang di dapat dari STIPER Yogyakarta, namun berhalih pikiran dan merilis usaha di bidang mebeler dengan bermodal nekat menggadaikan sertifikat tanah milik orangtua ke BRI Unit Kobalima demi mendapatkan modal usahanya dari kredit KUR senilai RP 10.000.000.

Eman saat studi pelatihan pertanian moderen yang dikirimkan oleh Dinas pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur selama tiga bulan lamanya, dirinya bersama teman lainnya belajar tentang pertanian di Negara Asing yaitu ISRAEL dan lainnya pada tahun 2013

Eman tetap menerima kenyataan kariernya, karena setelah lulusan dari STIPER Yogyakarta pada tahun 2013 bulan Februari, saat kembali ke daerah asalnya kabupaten Belu yang dulunya, akan tetapi kini menjadi kabupaten Malaka, dirinya sempat di kirimkan oleh dinas pertanian kabupaten Belu, dalam rangka studi pelatihan pertanian moderen yang dikirimkan oleh Dinas pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur selama tiga bulan lamanya, dirinya bersama teman lainnya belajar tentang pertanian di Negara Asing yaitu ISRAEL dan lainnya pada tahun 2013.

Selepas pulang dari ISRAEL Eman diminta untuk bekerja bergabung bersama LSM yang dimana misinya dalam bidang pertanian, akan tetapi merasa kurang cocok alur pemikirannya, eman mengudurkan diri LSM pada tahun 2015 dan beralih menjadi tenaga kontrak daerah kabupaten Malaka hingga tahun 2016, akan tetapi nasibnya yang tidak tentu semasa mengabdi jadi tenaga kontrak daerah pada kabupaten Malaka,sebab itu pada tahun 2017, eman tidak lolos dalam seleksi menjadi tebaga kontrak daerah kabupaten malaka, dari situ eman mulai berubah fikiran dan merencanakan merilis usahanya di bidang mebeler hingga sekarang,jika disapa warga kobalima adalah Boss Eman.

Bermodal usaha yang dipinjam dari BRI unit Kobalima, eman mulai merintis usahannya di bidang mebeler dan dirinya merasa menjadi pengusaha walaupun usaha kecil tetapi kita adalah boss nya dan untuk diri sendiri dari usaha yang kita miliki.

Eman bersama karyawannya, Bermodal usaha yang dipinjam dari BRI unit Kobalima, eman mulai merintis usahannya di bidang mebeler dan dirinya merasa menjadi pengusaha walaupun usaha kecil tetapi kita adalah boss nya dan untuk diri sendiri dari usaha yang kita miliki

Nasib yang awalnya nasib tak tentu ataupun tak jelas itu, berubah total dalam kurun waktu tiga bulan merilis usaha dibidang mebeler dan eman berhasil membeli sebuah sepeda motor sejenis BEAT dari dealer Honda terdekat, semuanya demi kelancaran dalam usahnya eman membeli motor baru itu diakhir tahun 2017.

Semakin banyak pemesan, semakin laris usahanya, hingga pendapatan perbulan makin meningkat dari awalmulanya perbulan 10-15 juta rupiah, dan pada enam bualan berikutnya pendapatan terus meningkat dari 25-40 juta perbulan, kesuksesan eman mulai nampak, sebab semakin banyak pelanggan, yang datang memesan,koseng pintu jendela, kursi, meja, lemari, peti jenasah dan lainya.

Eman pria kelahiran, Sukabikole, Wemasa, Kobalima ini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan, hingga pada awal tahun 2018 eman sukses membeli sebuah mobil pig up hitam sejenis kijang, demi melancarkan usahanya. 

Kini eman dikenal sebagai Bos mebel salah satu sosok sukses dalam bidang mebel. lewat usahaan yang dia dirikan memiliki CV sendiri yang berperan di bidang mebeler pria kelahiran, Sukabikole, Wemasa, Kobalima ini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan, hingga pada awal tahun 2018 eman sukses membeli sebuah mobil pig up hitam sejenis kijang, demi melancarkan usahanya.

Eman memilih sektor mebeler dan furnitur, karena menurutnya,  peluang mebel masih cukup besar apalagi malaka merupakan kabupaten baru, sebab dia melihat  malaka sangat kaya akan kayu-kayu jati yang berkualitas, hingga kini eman makin semangat dan sudah direncanakan akan membangun lagi usaha cabangnya yang sama di bidang mebeler serta dalam proses akan membeli mobil baru sejenis Truk demi kelancaran mengatar pesanan dalam bidang usahanya. (Ber/Z)

  • view 222